<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Targetkan Kredit 17%, BNI: Kita Sangat Kuat di Dana Murah   </title><description>Kenaikan ini hampir dua kali lipat dari pertumbuhan kredit industri perbankan periode Mei 2017 sebesar 8,7%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/320/1751480/targetkan-kredit-17-bni-kita-sangat-kuat-di-dana-murah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/320/1751480/targetkan-kredit-17-bni-kita-sangat-kuat-di-dana-murah"/><item><title>Targetkan Kredit 17%, BNI: Kita Sangat Kuat di Dana Murah   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/320/1751480/targetkan-kredit-17-bni-kita-sangat-kuat-di-dana-murah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/07/320/1751480/targetkan-kredit-17-bni-kita-sangat-kuat-di-dana-murah</guid><pubDate>Senin 07 Agustus 2017 20:46 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/07/320/1751480/targetkan-kredit-17-bni-kita-sangat-kuat-di-dana-murah-kFRRweN0HV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/07/320/1751480/targetkan-kredit-17-bni-kita-sangat-kuat-di-dana-murah-kFRRweN0HV.jpg</image><title>Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada semester I 2017 mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,4% menjadi Rp412,18 triliun. Kenaikan ini hampir dua kali lipat dari pertumbuhan kredit industri perbankan periode Mei 2017 sebesar 8,7%.

&quot;Sementara di semester I loan tumbuh 15,4%. Tentunya biasanya semester II akan lebih besar, seperti itu pola pada umumnya,&quot; jelas Direktur Keuangan dan Resiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Pada semester II ini, BNI akan tetap mengandalkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). DPK yang berhasil dihimpun oleh bank plat merah ini tercatat sebesar Rp463,86 triliun atau naik 18,5% pada enam bulan pertama di 2017. Dari total dan tersebut, dana murah (CASA) mencapai 60,9%.&amp;nbsp;

&quot;BNI inginnya tetap backbone-nya dari DPK. Kita sangat kuat di CASA (dana murah),&quot; kata dia.

Jika target penyaluran kredit tercapai sebesar 17%, Rico yakin BNI bisa mengantongi pertumbuhan laba bersih sampai dua digit.

Sebagai catatan, sampai dengan akhir semester I BNI berhasil mencatatkan laba bersih sebsar Rp6,41 trliun atau tumbuh sebesar 46,7% dibandingkan posisi yang sama pada 2016 yaitu sebesar Rp4,37 triliun.</description><content:encoded>JAKARTA - PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) pada semester I 2017 mencatatkan pertumbuhan kredit sebesar 15,4% menjadi Rp412,18 triliun. Kenaikan ini hampir dua kali lipat dari pertumbuhan kredit industri perbankan periode Mei 2017 sebesar 8,7%.

&quot;Sementara di semester I loan tumbuh 15,4%. Tentunya biasanya semester II akan lebih besar, seperti itu pola pada umumnya,&quot; jelas Direktur Keuangan dan Resiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (7/8/2017).

Pada semester II ini, BNI akan tetap mengandalkan penghimpunan dana pihak ketiga (DPK). DPK yang berhasil dihimpun oleh bank plat merah ini tercatat sebesar Rp463,86 triliun atau naik 18,5% pada enam bulan pertama di 2017. Dari total dan tersebut, dana murah (CASA) mencapai 60,9%.&amp;nbsp;

&quot;BNI inginnya tetap backbone-nya dari DPK. Kita sangat kuat di CASA (dana murah),&quot; kata dia.

Jika target penyaluran kredit tercapai sebesar 17%, Rico yakin BNI bisa mengantongi pertumbuhan laba bersih sampai dua digit.

Sebagai catatan, sampai dengan akhir semester I BNI berhasil mencatatkan laba bersih sebsar Rp6,41 trliun atau tumbuh sebesar 46,7% dibandingkan posisi yang sama pada 2016 yaitu sebesar Rp4,37 triliun.</content:encoded></item></channel></rss>
