<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Walau Gratis, Listrik di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Hanya Aktif 12 Jam/Hari</title><description>Penduduk di Pulau Liran, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat  Daya kini telah dapat menikmati akses listrik secara gratis.&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751766/walau-gratis-listrik-di-perbatasan-indonesia-timor-leste-hanya-aktif-12-jam-hari</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751766/walau-gratis-listrik-di-perbatasan-indonesia-timor-leste-hanya-aktif-12-jam-hari"/><item><title>Walau Gratis, Listrik di Perbatasan Indonesia-Timor Leste Hanya Aktif 12 Jam/Hari</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751766/walau-gratis-listrik-di-perbatasan-indonesia-timor-leste-hanya-aktif-12-jam-hari</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751766/walau-gratis-listrik-di-perbatasan-indonesia-timor-leste-hanya-aktif-12-jam-hari</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2017 12:56 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/08/320/1751766/walau-gratis-listrik-di-perbatasan-indonesia-timor-leste-hanya-aktif-12-jam-hari-U0yIdySdjh.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/08/320/1751766/walau-gratis-listrik-di-perbatasan-indonesia-timor-leste-hanya-aktif-12-jam-hari-U0yIdySdjh.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>MALUKU BARAT DAYA - Penduduk di Pulau Liran, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya yang merupakan kawasan perbatasan, kini telah dapat menikmati akses listrik secara gratis. Akses listrik ini telah dapat dinikmati di rumah-rumah para nelayan, hingga sekolah-sekolah di daerah tersebut.

Hanya saja, listrik daerah ini tidak menyala selama 24 jam. Listrik hanya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat sejak pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

&quot;Listrik dari PLN. Hidup jam 6 sore sampai jam 6 pagi,&quot; kata Charles Enos Taluta salah seorang warga di Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa (8/8/2017).

Charles yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Perikanan dan Kelautan Ustutun, Kecamatan Wetar Barat, Maluku Barat Daya, Maluku mengaku bahwa akses listrik ini belum dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar pada pagi hingga sore hari.

&quot;Kalau kegiatan sekolah masih belum,&quot; ungkapnya.

SMK Perikanan dan Kelautan Ustutun sendiri telah menerima bantuan berupa broadband learning center dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero). Akses listrik diharapkan dapat dinikmati selama 24 jam sehingga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

&quot;Listriknya hanya malam,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Lalan Mabal, salah seorang warga lainnya mengatakan, akses listrik ini memang begitu dimanfaatkan oleh masyarakat pada malam hari. Hiburan pun baru diperoleh pada malam hari oleh masyarakat setempat.

&quot;Ya kalau tidur jam 12 atau jam 2 (dini hari). Hiburannya baru malam. Jadi sambil ngobrol-ngobrol,&quot; ungkapnya.

Akses listrik pada daerah ini rencananya akan dapat dinikmati 24 jam setelah semua rumah penduduk dapat menikmati akses listrik secara merata. PLN pun masih terus berupaya untuk memberikan akses listrik pada daerah lainnya di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini.

&quot;Ini menunggu setelah terpasang seluruhnya katanya baru jadi 24 jam,&quot; ujar Lalan.</description><content:encoded>MALUKU BARAT DAYA - Penduduk di Pulau Liran, Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya yang merupakan kawasan perbatasan, kini telah dapat menikmati akses listrik secara gratis. Akses listrik ini telah dapat dinikmati di rumah-rumah para nelayan, hingga sekolah-sekolah di daerah tersebut.

Hanya saja, listrik daerah ini tidak menyala selama 24 jam. Listrik hanya dapat dinikmati oleh masyarakat setempat sejak pukul 18.00 hingga 06.00 WIB.

&quot;Listrik dari PLN. Hidup jam 6 sore sampai jam 6 pagi,&quot; kata Charles Enos Taluta salah seorang warga di Kecamatan Wetar Barat, Kabupaten Maluku Barat Daya, Selasa (8/8/2017).

Charles yang juga menjabat sebagai kepala sekolah di SMK Perikanan dan Kelautan Ustutun, Kecamatan Wetar Barat, Maluku Barat Daya, Maluku mengaku bahwa akses listrik ini belum dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar pada pagi hingga sore hari.

&quot;Kalau kegiatan sekolah masih belum,&quot; ungkapnya.

SMK Perikanan dan Kelautan Ustutun sendiri telah menerima bantuan berupa broadband learning center dari PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Persero). Akses listrik diharapkan dapat dinikmati selama 24 jam sehingga bantuan ini dapat dimanfaatkan secara optimal.

&quot;Listriknya hanya malam,&quot; ujarnya.

Sementara itu, Lalan Mabal, salah seorang warga lainnya mengatakan, akses listrik ini memang begitu dimanfaatkan oleh masyarakat pada malam hari. Hiburan pun baru diperoleh pada malam hari oleh masyarakat setempat.

&quot;Ya kalau tidur jam 12 atau jam 2 (dini hari). Hiburannya baru malam. Jadi sambil ngobrol-ngobrol,&quot; ungkapnya.

Akses listrik pada daerah ini rencananya akan dapat dinikmati 24 jam setelah semua rumah penduduk dapat menikmati akses listrik secara merata. PLN pun masih terus berupaya untuk memberikan akses listrik pada daerah lainnya di kawasan perbatasan Indonesia dengan Timor Leste ini.

&quot;Ini menunggu setelah terpasang seluruhnya katanya baru jadi 24 jam,&quot; ujar Lalan.</content:encoded></item></channel></rss>
