<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Asian Games Usai, Penggunaan LRT Palembang Tetap Dimaksimalkan</title><description>Light Rail Transit (LRT) Palembang akan tetap dioptimalkan seusai penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751914/asian-games-usai-penggunaan-lrt-palembang-tetap-dimaksimalkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751914/asian-games-usai-penggunaan-lrt-palembang-tetap-dimaksimalkan"/><item><title>Asian Games Usai, Penggunaan LRT Palembang Tetap Dimaksimalkan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751914/asian-games-usai-penggunaan-lrt-palembang-tetap-dimaksimalkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751914/asian-games-usai-penggunaan-lrt-palembang-tetap-dimaksimalkan</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2017 15:19 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/08/320/1751914/asian-games-usai-penggunaan-lrt-palembang-tetap-dimaksimalkan-qMgiLEOKbg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/08/320/1751914/asian-games-usai-penggunaan-lrt-palembang-tetap-dimaksimalkan-qMgiLEOKbg.jpg</image><title>(Foto: Ant)</title></images><description> 
JAKARTA - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) akan mendorong optimalisasi penggunaan &amp;lsquo;Light Rail Transit&amp;rsquo; (LRT) Palembang seusai penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018.

Direktur Proyek Sektor Transportasi KPPIP Dwianto Eko Winaryo dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (8/8/2017), mengatakan langkah untuk menjaga operasional LRT tersebut adalah dengan merencanakan pemberian subsidi sekira Rp180 miliar.

Dwianto mengatakan saat ini Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sedang membahas sumber pendanaan subsidi untuk keberlangsungan operasional LRT itu yaitu melalui APBD atau APBN.

Baca juga:
Menko Luhut: Perintah Presiden, LRT Harus di Bawah Tanah
Proyek LRT Jabodebek Baru 17%, Tahap Pertama Dipastikan Tuntas pada 2019

Menurut dia, keberadaan LRT ini di Palembang bisa menjadi transportasi massal alternatif untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan kajian, kemacetan total diprediksi bisa terjadi di jalan-jalan protokol Palembang pada 2019 sebagai dampak dari peningkatan volume kendaraan hingga enam kali lipat sejak 2012.

&quot;Kita akan mengawal LRT tetap berjalan dan berfungsi maksimal,&quot; ucap Dwianto, Selasa (8/8/2017).

Selama ini, KPPIP telah melakukan koordinasi antarpemangku kepentingan seperti kontraktor, konsultan, dan penyedia sarana terkait penyelenggaraan proyek ini.

&quot;Ini yang coba kita inisiasi sejak dini untuk membicarakan masalah sistem dan bagaimana pengadaan sarana ini agar pas di LRT Sumsel,&quot; ujar Dwianto.
&amp;nbsp;
Baca juga:
LRT Jabodebek Kurangi Kemacetan, Luhut: Kita Harus Disiplin!
WOW! Investor BlackRock Tertarik Ikut Danai Proyek LRT Jabodebek

Saat ini, konstruksi LRT Palembang digarap PT Waskita Karya dengan Kementerian Perhubungan sebagai penanggung jawab, melalui komitmen yang disepakati pada Juni 2016.

Jalur LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer ini direncanakan mempunyai 13 stasiun. Kereta ringan ini menggunakan tenaga listrik dan rel jenis &amp;lsquo;narrow gauge&amp;rsquo;.

Stasiun itu antara lain Stasiun Opi, Stasiun Stadion Jakabaring, Stasiun Gubernur Bestari-Polresta, Stasiun Terpadu Jembatan Ampera, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Dishub Kominfo Prov Sumsel, Stasiun Palembang Icon, Stasiun Demang Lebar Daun, Stasiun Polda, Stasiun RSUD, Stasiun Telkom, Stasiun Asrama Haji dan Bandara Sultan Mahmud II.

</description><content:encoded> 
JAKARTA - Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) akan mendorong optimalisasi penggunaan &amp;lsquo;Light Rail Transit&amp;rsquo; (LRT) Palembang seusai penyelenggaraan Asian Games pada Agustus 2018.

Direktur Proyek Sektor Transportasi KPPIP Dwianto Eko Winaryo dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa (8/8/2017), mengatakan langkah untuk menjaga operasional LRT tersebut adalah dengan merencanakan pemberian subsidi sekira Rp180 miliar.

Dwianto mengatakan saat ini Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan sedang membahas sumber pendanaan subsidi untuk keberlangsungan operasional LRT itu yaitu melalui APBD atau APBN.

Baca juga:
Menko Luhut: Perintah Presiden, LRT Harus di Bawah Tanah
Proyek LRT Jabodebek Baru 17%, Tahap Pertama Dipastikan Tuntas pada 2019

Menurut dia, keberadaan LRT ini di Palembang bisa menjadi transportasi massal alternatif untuk mengurangi kemacetan di Ibu Kota Provinsi Sumatera Selatan.

Berdasarkan kajian, kemacetan total diprediksi bisa terjadi di jalan-jalan protokol Palembang pada 2019 sebagai dampak dari peningkatan volume kendaraan hingga enam kali lipat sejak 2012.

&quot;Kita akan mengawal LRT tetap berjalan dan berfungsi maksimal,&quot; ucap Dwianto, Selasa (8/8/2017).

Selama ini, KPPIP telah melakukan koordinasi antarpemangku kepentingan seperti kontraktor, konsultan, dan penyedia sarana terkait penyelenggaraan proyek ini.

&quot;Ini yang coba kita inisiasi sejak dini untuk membicarakan masalah sistem dan bagaimana pengadaan sarana ini agar pas di LRT Sumsel,&quot; ujar Dwianto.
&amp;nbsp;
Baca juga:
LRT Jabodebek Kurangi Kemacetan, Luhut: Kita Harus Disiplin!
WOW! Investor BlackRock Tertarik Ikut Danai Proyek LRT Jabodebek

Saat ini, konstruksi LRT Palembang digarap PT Waskita Karya dengan Kementerian Perhubungan sebagai penanggung jawab, melalui komitmen yang disepakati pada Juni 2016.

Jalur LRT Palembang sepanjang 23,4 kilometer ini direncanakan mempunyai 13 stasiun. Kereta ringan ini menggunakan tenaga listrik dan rel jenis &amp;lsquo;narrow gauge&amp;rsquo;.

Stasiun itu antara lain Stasiun Opi, Stasiun Stadion Jakabaring, Stasiun Gubernur Bestari-Polresta, Stasiun Terpadu Jembatan Ampera, Stasiun Pasar Cinde, Stasiun Dishub Kominfo Prov Sumsel, Stasiun Palembang Icon, Stasiun Demang Lebar Daun, Stasiun Polda, Stasiun RSUD, Stasiun Telkom, Stasiun Asrama Haji dan Bandara Sultan Mahmud II.

</content:encoded></item></channel></rss>
