<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, Bappenas: Investasi Harus Tumbuh di Atas 5%!</title><description>Untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% sepanjang 2017 maka pertumbuhan di  semester II 2017 perlu tumbuh 5,4%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751992/capai-target-pertumbuhan-ekonomi-bappenas-investasi-harus-tumbuh-di-atas-5</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751992/capai-target-pertumbuhan-ekonomi-bappenas-investasi-harus-tumbuh-di-atas-5"/><item><title>Capai Target Pertumbuhan Ekonomi, Bappenas: Investasi Harus Tumbuh di Atas 5%!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751992/capai-target-pertumbuhan-ekonomi-bappenas-investasi-harus-tumbuh-di-atas-5</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/08/320/1751992/capai-target-pertumbuhan-ekonomi-bappenas-investasi-harus-tumbuh-di-atas-5</guid><pubDate>Selasa 08 Agustus 2017 16:37 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/08/320/1751992/capai-target-pertumbuhan-ekonomi-bappenas-investasi-harus-tumbuh-di-atas-5-jC7kX0k4S2.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/08/320/1751992/capai-target-pertumbuhan-ekonomi-bappenas-investasi-harus-tumbuh-di-atas-5-jC7kX0k4S2.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,2% sepanjang 2017 maka pertumbuhan investasi di semester II 2017 perlu tumbuh 5,4%.

&quot;Kalau melihat semester satu 5,01%, artinya untuk mengejar target 5,2% berarti perlu tumbuh 5,4% di semester II,&quot; ungkapnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Namun, ia mengatakan satu hal yang memberikan harapan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di semester II adalah pertumbuhan investasi yang tumbuhnya harus di atas 5%. &quot;Di atas 5% ini perbaikan dibanding yang sebelumnya kalau lihat triwulan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: 
Wah, Perusahaan Taiwan dan Jepang Investasi Rp100 Miliar di Batam
Dicari! Investor yang Siap Bangun Pabrik Pakan di Kalimantan


Selain itu, ia mengatakan pemerintah melihat bahwa pengaruh investasi di semester dua semakin besar. Sehingga diharapkan, tingkat realisasi investasi di semester II baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemerintah melalui belanja modal.

&quot;Semua modal bisa terakumulasi melalui belanja modal sehingga ikut membantu pertumbuhan ekonomi. Konsumsi dijaga angka stabil, meskipun ada sedikit perlambatan tapi kami melihat masih bisa upaya-upaya untuk mendorong konsumsi kembali ke 5%,&quot; tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa sektor yang bisa kembali ditingkatkan yakni perumahan, property, komoditas, yang akan di coba oleh Pemerintah sebagai program penggerakan. Selain itu ia juga mengatakan bahwa sektor properti dan sektor komoditas banyak berkaitan dengan sektor lain seperti menciptakan lapangan kerja dan daya beli.

&quot;Ini yang sedang kami formulasikan. Kita tidak harus menjadikan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) sebagai solusi karena potensi investasi yang ada besar. Sekarang mendorong realisasi, kami mendorong investasi yang lebih besar ke infrastruktur dan pariwisata. Itu dua sektor jadi daya tarik utama dari investor asing. Itu yang harus direalisasikan supaya dampaknya ke ekonomi segera berasa,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro mengatakan, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebesar 5,2% sepanjang 2017 maka pertumbuhan investasi di semester II 2017 perlu tumbuh 5,4%.

&quot;Kalau melihat semester satu 5,01%, artinya untuk mengejar target 5,2% berarti perlu tumbuh 5,4% di semester II,&quot; ungkapnya di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Selasa (8/8/2017).

Namun, ia mengatakan satu hal yang memberikan harapan untuk peningkatan pertumbuhan ekonomi di semester II adalah pertumbuhan investasi yang tumbuhnya harus di atas 5%. &quot;Di atas 5% ini perbaikan dibanding yang sebelumnya kalau lihat triwulan,&quot; jelasnya.
&amp;nbsp;Baca Juga: 
Wah, Perusahaan Taiwan dan Jepang Investasi Rp100 Miliar di Batam
Dicari! Investor yang Siap Bangun Pabrik Pakan di Kalimantan


Selain itu, ia mengatakan pemerintah melihat bahwa pengaruh investasi di semester dua semakin besar. Sehingga diharapkan, tingkat realisasi investasi di semester II baik dari Penanaman Modal Asing (PMA) atau Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN), Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan pemerintah melalui belanja modal.

&quot;Semua modal bisa terakumulasi melalui belanja modal sehingga ikut membantu pertumbuhan ekonomi. Konsumsi dijaga angka stabil, meskipun ada sedikit perlambatan tapi kami melihat masih bisa upaya-upaya untuk mendorong konsumsi kembali ke 5%,&quot; tuturnya.

Menurutnya, ada beberapa sektor yang bisa kembali ditingkatkan yakni perumahan, property, komoditas, yang akan di coba oleh Pemerintah sebagai program penggerakan. Selain itu ia juga mengatakan bahwa sektor properti dan sektor komoditas banyak berkaitan dengan sektor lain seperti menciptakan lapangan kerja dan daya beli.

&quot;Ini yang sedang kami formulasikan. Kita tidak harus menjadikan revisi Daftar Negatif Investasi (DNI) sebagai solusi karena potensi investasi yang ada besar. Sekarang mendorong realisasi, kami mendorong investasi yang lebih besar ke infrastruktur dan pariwisata. Itu dua sektor jadi daya tarik utama dari investor asing. Itu yang harus direalisasikan supaya dampaknya ke ekonomi segera berasa,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
