<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Ketimpangan, Wapres JK: Pendapatan Terendah dan Tertinggi Bisa Ratusan Kali Perbedaannya</title><description>Banyak ukuran untuk melihat ketimpangan di suatu  negara. Ketimpangan juga bisa dilihat melalui penghasilan yang berbeda  antardaerah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/20/1752454/soal-ketimpangan-wapres-jk-pendapatan-terendah-dan-tertinggi-bisa-ratusan-kali-perbedaannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/20/1752454/soal-ketimpangan-wapres-jk-pendapatan-terendah-dan-tertinggi-bisa-ratusan-kali-perbedaannya"/><item><title>Soal Ketimpangan, Wapres JK: Pendapatan Terendah dan Tertinggi Bisa Ratusan Kali Perbedaannya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/20/1752454/soal-ketimpangan-wapres-jk-pendapatan-terendah-dan-tertinggi-bisa-ratusan-kali-perbedaannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/20/1752454/soal-ketimpangan-wapres-jk-pendapatan-terendah-dan-tertinggi-bisa-ratusan-kali-perbedaannya</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2017 11:57 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/09/20/1752454/soal-ketimpangan-wapres-jk-pendapatan-terendah-dan-tertinggi-bisa-ratusan-kali-perbedaannya-7dP087zXTF.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/09/20/1752454/soal-ketimpangan-wapres-jk-pendapatan-terendah-dan-tertinggi-bisa-ratusan-kali-perbedaannya-7dP087zXTF.jpg</image><title>Foto: Lidya Julita Sembiring/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membuka  acara Indonesia Development Forum (IDF) dengan tema pentingnya memahami  ketimpangan di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan  Pembangunan Nasional (Bappenas).
Jusuf Kalla mengatakan, ketimpangan bisa dilihat tidak hanya dari  satu sisi, tapi dari banyak sisi berbeda. Ia mencontohkan, di Amerika  Serikat (AS) ketimpangan juga antara tapi di bidang kemakmuran yakni 1%  berbanding 99%.
&quot;Di Amerika juga selalu terkenal 1% lawan 99%. Artinya ketimpangan  juga luar biasa. Tetapi dia timpang dalam kemakmuran. Kita di Indonesia  juga ketimpangan, tapi ketimpangan antara miskin dan kaya. Jadi kita  timpang, miskin lagi. Itu hal yang tentu harus menjadi perhatian kita  walaupun saya sedikit agak risih berbicara kemiskinan di tengah ruang  yang indah ini. Jadi, tentulah agak sedikit berbeda dan harus kita  selesaikan,&quot; ungkap JK di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Baca Juga:

Menko Darmin Sebut Angka Kemiskinan Menurun, Ini Penjelasannya!


 
Lawan Kemiskinan, Menko Darmin Tantang Perusahaan Perbaiki Kemitraan Strategis

Menurutnya, banyak ukuran untuk melihat bagaimana ketimpangan itu  terjadi di suatu negara. Ketimpangan juga bisa dilihat melalui  penghasilan yang berbeda antardaerah. Selain itu, di Indonesia  ketimpangan juga bisa dilihat dari sektor pertanian hingga industri.
&quot;Ada ketimpangan antarsektor, antarpetani, industri, dan sebagainya.  Juga ketimpangan berapa terendah dan tertinggi pendapatan. Kalau di  banyak negara tentu timpang tapi perbedaannya mungkin tinggi,&quot; jelasnya.
Sementara itu, ia mengatakan bahwa ketimpangan penghasilan sangat  terlihat antara pusat dan daerah perdesaan di Indonesia. Di mana  perbandingan pendapatan bisa mencapai 100 kali.
&quot;Tapi kalau di Indonesia, di Jakarta antara pendapatan terendah  dengan pendapatan tertinggi bisa ratusan kali perbedaannya. Antara UMR  dengan gaji profesional yang tinggi mungkin bisa 100 kali perbedaannya.  Itu tentu jadi perhatian kita, bahwa berapa jauh tentu kita harus  laksanakan seperti itu,&quot; tuturnya.
Baca Juga:

Analisis Menko Darmin: Tingkat Kemiskinan 73% Ditentukan Harga Pangan


 
Makna Kekayaan Dibagi dalam Kelompok&amp;nbsp;Millennial,&amp;nbsp;Dreamer, dan&amp;nbsp;Legacy, Anda di Posisi Mana?

Selain itu, pendapatan per sektor seperti petani, industri, dan  profesi lainnya yakni guru dan dokter memiliki perbedaan gaji yang  sangat jauh yang menyebabkan ketimpangan terjadi.
&quot;Namun juga akhirnya apabila kita ukur ketimpangan dari kemiskinan  tentu yang utamanya harus kita perhatikan adalah produktivitasnya.  Berapa produktivitas petani, berapa produktivitas lainnya. Sehingga bisa  dinaikkan,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membuka  acara Indonesia Development Forum (IDF) dengan tema pentingnya memahami  ketimpangan di Indonesia. Acara ini diselenggarakan oleh Kementerian  Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Badan Perencanaan  Pembangunan Nasional (Bappenas).
Jusuf Kalla mengatakan, ketimpangan bisa dilihat tidak hanya dari  satu sisi, tapi dari banyak sisi berbeda. Ia mencontohkan, di Amerika  Serikat (AS) ketimpangan juga antara tapi di bidang kemakmuran yakni 1%  berbanding 99%.
&quot;Di Amerika juga selalu terkenal 1% lawan 99%. Artinya ketimpangan  juga luar biasa. Tetapi dia timpang dalam kemakmuran. Kita di Indonesia  juga ketimpangan, tapi ketimpangan antara miskin dan kaya. Jadi kita  timpang, miskin lagi. Itu hal yang tentu harus menjadi perhatian kita  walaupun saya sedikit agak risih berbicara kemiskinan di tengah ruang  yang indah ini. Jadi, tentulah agak sedikit berbeda dan harus kita  selesaikan,&quot; ungkap JK di Hotel Westin, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Baca Juga:

Menko Darmin Sebut Angka Kemiskinan Menurun, Ini Penjelasannya!


 
Lawan Kemiskinan, Menko Darmin Tantang Perusahaan Perbaiki Kemitraan Strategis

Menurutnya, banyak ukuran untuk melihat bagaimana ketimpangan itu  terjadi di suatu negara. Ketimpangan juga bisa dilihat melalui  penghasilan yang berbeda antardaerah. Selain itu, di Indonesia  ketimpangan juga bisa dilihat dari sektor pertanian hingga industri.
&quot;Ada ketimpangan antarsektor, antarpetani, industri, dan sebagainya.  Juga ketimpangan berapa terendah dan tertinggi pendapatan. Kalau di  banyak negara tentu timpang tapi perbedaannya mungkin tinggi,&quot; jelasnya.
Sementara itu, ia mengatakan bahwa ketimpangan penghasilan sangat  terlihat antara pusat dan daerah perdesaan di Indonesia. Di mana  perbandingan pendapatan bisa mencapai 100 kali.
&quot;Tapi kalau di Indonesia, di Jakarta antara pendapatan terendah  dengan pendapatan tertinggi bisa ratusan kali perbedaannya. Antara UMR  dengan gaji profesional yang tinggi mungkin bisa 100 kali perbedaannya.  Itu tentu jadi perhatian kita, bahwa berapa jauh tentu kita harus  laksanakan seperti itu,&quot; tuturnya.
Baca Juga:

Analisis Menko Darmin: Tingkat Kemiskinan 73% Ditentukan Harga Pangan


 
Makna Kekayaan Dibagi dalam Kelompok&amp;nbsp;Millennial,&amp;nbsp;Dreamer, dan&amp;nbsp;Legacy, Anda di Posisi Mana?

Selain itu, pendapatan per sektor seperti petani, industri, dan  profesi lainnya yakni guru dan dokter memiliki perbedaan gaji yang  sangat jauh yang menyebabkan ketimpangan terjadi.
&quot;Namun juga akhirnya apabila kita ukur ketimpangan dari kemiskinan  tentu yang utamanya harus kita perhatikan adalah produktivitasnya.  Berapa produktivitas petani, berapa produktivitas lainnya. Sehingga bisa  dinaikkan,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
