<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Masih Minim, PP London Baru Serap Belanja Modal Rp600 Miliar</title><description>PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) sepanjang semester I-2017 baru menyerap belanja modal sebanyak 25% dari total.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752466/masih-minim-pp-london-baru-serap-belanja-modal-rp600-miliar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752466/masih-minim-pp-london-baru-serap-belanja-modal-rp600-miliar"/><item><title>Masih Minim, PP London Baru Serap Belanja Modal Rp600 Miliar</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752466/masih-minim-pp-london-baru-serap-belanja-modal-rp600-miliar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752466/masih-minim-pp-london-baru-serap-belanja-modal-rp600-miliar</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2017 12:11 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/09/278/1752466/masih-minim-pp-london-baru-serap-belanja-modal-rp600-miliar-mFfC9zex52.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/09/278/1752466/masih-minim-pp-london-baru-serap-belanja-modal-rp600-miliar-mFfC9zex52.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) sepanjang semester I-2017 baru menyerap belanja modal sebanyak 25% dari total yang ditargetkan sebesar Rp600 miliar sampai dengan akhir tahun.
&quot;Sampai semester I, belanja modal Rp150 miliar, diperkirakan sampai akhir tahun Rp600 miliar,&quot; kata Presiden Direktur LSIP Benny Tjoeng di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Adapun, total dana yang dianggarkan untuk belanja modal perseroan, kata dia, dibagi untuk dua kegiatan, pertama berkaitan dengan pengembangan tanaman, kemudian untuk nontanaman.
&quot;Rp600 miliar kita bagi dua bagian, pertama untuk pengembangan tanaman dan pemeliharaan tanaman. Untuk nontanaman, itu untuk infrastruktur, untuk jalan, perumahan, maupun fasilitas lainnya,&quot; lanjut Benny.
Baca Juga:

Lonsum Bagi Dividen Rp66/Saham 3 Juli


 
Turun ke Bawah Rp1.100, Beli Saham LSIP

Dia menilai, pihaknya belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi dengan mencari pendanaan dari eksternal. Menurutnya, perseroan masih akan fokus memperbaiki sisi kinerja perusahaannya untuk lebih memacu produksi.
&quot;Upaya kita tingkatkan kinerja. Kita tahu kebun kelapa sawit kita tergantung infrastruktur, pabrik, karyawan. Itu satu kesatuan yang kita upayakan sehingga semua bisa memberi kontribusi tambahan,&quot; terangnya lebih lanjut.
Baca Juga:

Lonsum Siap Beli Kembali 31 Jt Sahamnya dari Pasar


 
Perusahaan Perkebunan Ini Tak Izinkan PLN Pasang Tiang Listrik

Perseroan pun disebutnya masih memiliki lahan yang belum dikembangkan secara optimal. Oleh karenanya, perseroan akan fokus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang dimiliki. Sementara, pihaknya belum menyampaikan rencana untuk ekspansi lahan baru.
&quot;Kita masih punya lahan yang belum dikembangkan. Kita fokus ke situ dulu,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - PT PP London Sumatera Indonesia Tbk (LSIP) sepanjang semester I-2017 baru menyerap belanja modal sebanyak 25% dari total yang ditargetkan sebesar Rp600 miliar sampai dengan akhir tahun.
&quot;Sampai semester I, belanja modal Rp150 miliar, diperkirakan sampai akhir tahun Rp600 miliar,&quot; kata Presiden Direktur LSIP Benny Tjoeng di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Adapun, total dana yang dianggarkan untuk belanja modal perseroan, kata dia, dibagi untuk dua kegiatan, pertama berkaitan dengan pengembangan tanaman, kemudian untuk nontanaman.
&quot;Rp600 miliar kita bagi dua bagian, pertama untuk pengembangan tanaman dan pemeliharaan tanaman. Untuk nontanaman, itu untuk infrastruktur, untuk jalan, perumahan, maupun fasilitas lainnya,&quot; lanjut Benny.
Baca Juga:

Lonsum Bagi Dividen Rp66/Saham 3 Juli


 
Turun ke Bawah Rp1.100, Beli Saham LSIP

Dia menilai, pihaknya belum ada rencana untuk melakukan aksi korporasi dengan mencari pendanaan dari eksternal. Menurutnya, perseroan masih akan fokus memperbaiki sisi kinerja perusahaannya untuk lebih memacu produksi.
&quot;Upaya kita tingkatkan kinerja. Kita tahu kebun kelapa sawit kita tergantung infrastruktur, pabrik, karyawan. Itu satu kesatuan yang kita upayakan sehingga semua bisa memberi kontribusi tambahan,&quot; terangnya lebih lanjut.
Baca Juga:

Lonsum Siap Beli Kembali 31 Jt Sahamnya dari Pasar


 
Perusahaan Perkebunan Ini Tak Izinkan PLN Pasang Tiang Listrik

Perseroan pun disebutnya masih memiliki lahan yang belum dikembangkan secara optimal. Oleh karenanya, perseroan akan fokus mengoptimalkan pemanfaatan lahan yang dimiliki. Sementara, pihaknya belum menyampaikan rencana untuk ekspansi lahan baru.
&quot;Kita masih punya lahan yang belum dikembangkan. Kita fokus ke situ dulu,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
