<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mantap! Kontrak Total Bangun Persada Tembus Rp2,67 Triliun pada Juli</title><description>Hingga akhir Juli 2017, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan nilai kontrak Rp2,67 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752581/mantap-kontrak-total-bangun-persada-tembus-rp2-67-triliun-pada-juli</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752581/mantap-kontrak-total-bangun-persada-tembus-rp2-67-triliun-pada-juli"/><item><title>Mantap! Kontrak Total Bangun Persada Tembus Rp2,67 Triliun pada Juli</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752581/mantap-kontrak-total-bangun-persada-tembus-rp2-67-triliun-pada-juli</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/278/1752581/mantap-kontrak-total-bangun-persada-tembus-rp2-67-triliun-pada-juli</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2017 14:32 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Harian Neraca</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/09/278/1752581/mantap-kontrak-total-bangun-persada-tembus-rp2-67-triliun-pada-juli-htK3ri8XBI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/09/278/1752581/mantap-kontrak-total-bangun-persada-tembus-rp2-67-triliun-pada-juli-htK3ri8XBI.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Hingga akhir Juli 2017, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan nilai kontrak Rp2,67 triliun. Hingga akhir 2017, perusahaan konstruksi ini menargetkan perolehan kontrak Rp4 triliun dengan target pendapatan Rp3,1 triliun dan laba bersih Rp250 miliar.
&quot;Nilai proyek yang sedang dihitung oleh perusahaan saat ini sebanyak Rp7,1 triliun. Proyek swasta akan mendominasi portofolio perusahaan,&quot; kata Sekretaris Perusahaan TOTL Mahmilan Sugiyo Warsono di Jakarta.
Disebutkan, dari nilai proyek yang tengah diincar TOTL, bangunan perkantoran mendominasi sebanyak 43% atau sebesar Rp3,02 triliun. Sementara pusat perbelanjaan sebanyak 27% atau sebanyak Rp1,93 triliun. Sisanya berasal dari bangunan kantor, hotel, dan bangunan keagamaan. Dari Rp7 triliun tersebut, Mahmilan mengatakan bahwa pihaknya bakal memperoleh sekira 30%-40%.
Baca Juga:

Garap Proyek Podomoro, Saham TOTL Masih Bagus


 
Naik 17,31%, Laba Total Bangun Menjadi Rp213,17 M

Perseroan juga mengungkapkan, saat ini belanja modal yang terserap baru Rp6,5 miliar. Padahal perusahaan konstruksi ini menganggarkan belanja modal sebanyak Rp100 miliar hingga akhir 2017. Meski demikian, Mahmilan Sugiyo Warsono mengatakan, pihaknya akan menggunakan belanja modal ini di semester ini.&quot;Investasi untuk tanahnya sekira Rp50 miliar sampai Rp60 miliar,&quot; ujarnya.
Dia menambahkan, TOTL akan menggunakan tanah ini untuk menyimpan beberapa alat berat milik perusahaan. Mahmilan enggan menyebut berapa luas tanah yang akan diakuisisi. Yang jelas, lahan ini berada di Bogor. Pada 2018, TOTL mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp50 miliar. TOTL akan menggunakan belanja modal ini untuk peralatan proyek, renovasi gedung, peralatan IT dan software, serta kebutuhan lain.
Baca Juga:

 
TOTL Sudah Amankan Pendapatan Rp1,98 T di 2014

Sebagai informasi, mesin pencetak uang perseroan masih mengandalkan dari pendapatan jasa konstruksi ketimbang pendapatan sewa. Namun demikian, perseroan terus akan menggenjot pendapatan di recurring income dengan mengakuisisi lahan baru. Pada 2016, Total Bangun sudah mengakuisisi lahan seluas 7.000 meter persegi (m&amp;sup2;) senilai Rp130 miliar. Perusahaan tersebut berencana mengembangkannya menjadi proyek perkantoran.
Hanya saja, sejauh ini Total Bangun belum menetapkan target persis waktu pengembangan proyek. Yang pasti, total area sewa perkantoran Total Bangun kini mencapai 6.890 m&amp;sup2;. Tarif sewa sekira Rp110.000 per m&amp;sup2; saban bulan. Dalam waktu dekat, manajemen Total Bangun belum berencana mengerek tarif sewa.</description><content:encoded>JAKARTA - Hingga akhir Juli 2017, PT Total Bangun Persada Tbk (TOTL) mencatatkan nilai kontrak Rp2,67 triliun. Hingga akhir 2017, perusahaan konstruksi ini menargetkan perolehan kontrak Rp4 triliun dengan target pendapatan Rp3,1 triliun dan laba bersih Rp250 miliar.
&quot;Nilai proyek yang sedang dihitung oleh perusahaan saat ini sebanyak Rp7,1 triliun. Proyek swasta akan mendominasi portofolio perusahaan,&quot; kata Sekretaris Perusahaan TOTL Mahmilan Sugiyo Warsono di Jakarta.
Disebutkan, dari nilai proyek yang tengah diincar TOTL, bangunan perkantoran mendominasi sebanyak 43% atau sebesar Rp3,02 triliun. Sementara pusat perbelanjaan sebanyak 27% atau sebanyak Rp1,93 triliun. Sisanya berasal dari bangunan kantor, hotel, dan bangunan keagamaan. Dari Rp7 triliun tersebut, Mahmilan mengatakan bahwa pihaknya bakal memperoleh sekira 30%-40%.
Baca Juga:

Garap Proyek Podomoro, Saham TOTL Masih Bagus


 
Naik 17,31%, Laba Total Bangun Menjadi Rp213,17 M

Perseroan juga mengungkapkan, saat ini belanja modal yang terserap baru Rp6,5 miliar. Padahal perusahaan konstruksi ini menganggarkan belanja modal sebanyak Rp100 miliar hingga akhir 2017. Meski demikian, Mahmilan Sugiyo Warsono mengatakan, pihaknya akan menggunakan belanja modal ini di semester ini.&quot;Investasi untuk tanahnya sekira Rp50 miliar sampai Rp60 miliar,&quot; ujarnya.
Dia menambahkan, TOTL akan menggunakan tanah ini untuk menyimpan beberapa alat berat milik perusahaan. Mahmilan enggan menyebut berapa luas tanah yang akan diakuisisi. Yang jelas, lahan ini berada di Bogor. Pada 2018, TOTL mengalokasikan belanja modal sebanyak Rp50 miliar. TOTL akan menggunakan belanja modal ini untuk peralatan proyek, renovasi gedung, peralatan IT dan software, serta kebutuhan lain.
Baca Juga:

 
TOTL Sudah Amankan Pendapatan Rp1,98 T di 2014

Sebagai informasi, mesin pencetak uang perseroan masih mengandalkan dari pendapatan jasa konstruksi ketimbang pendapatan sewa. Namun demikian, perseroan terus akan menggenjot pendapatan di recurring income dengan mengakuisisi lahan baru. Pada 2016, Total Bangun sudah mengakuisisi lahan seluas 7.000 meter persegi (m&amp;sup2;) senilai Rp130 miliar. Perusahaan tersebut berencana mengembangkannya menjadi proyek perkantoran.
Hanya saja, sejauh ini Total Bangun belum menetapkan target persis waktu pengembangan proyek. Yang pasti, total area sewa perkantoran Total Bangun kini mencapai 6.890 m&amp;sup2;. Tarif sewa sekira Rp110.000 per m&amp;sup2; saban bulan. Dalam waktu dekat, manajemen Total Bangun belum berencana mengerek tarif sewa.</content:encoded></item></channel></rss>
