<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Runtuhnya Kerajaan Nyonya Meneer, Kerja Sama Keluarga Penting untuk Regenerasi Bisnis</title><description>PN Semarang memutuskan pailit kepada PT Nyonya  Meneer. Perusahaan jamu tersebut memiliki kredit macet sebesar Rp89  miliar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752402/runtuhnya-kerajaan-nyonya-meneer-kerja-sama-keluarga-penting-untuk-regenerasi-bisnis</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752402/runtuhnya-kerajaan-nyonya-meneer-kerja-sama-keluarga-penting-untuk-regenerasi-bisnis"/><item><title>Runtuhnya Kerajaan Nyonya Meneer, Kerja Sama Keluarga Penting untuk Regenerasi Bisnis</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752402/runtuhnya-kerajaan-nyonya-meneer-kerja-sama-keluarga-penting-untuk-regenerasi-bisnis</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752402/runtuhnya-kerajaan-nyonya-meneer-kerja-sama-keluarga-penting-untuk-regenerasi-bisnis</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2017 10:12 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/09/320/1752402/runtuhnya-kerajaan-nyonya-meneer-kerja-sama-keluarga-penting-untuk-regenerasi-bisnis-6eOdSNf1R5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/09/320/1752402/runtuhnya-kerajaan-nyonya-meneer-kerja-sama-keluarga-penting-untuk-regenerasi-bisnis-6eOdSNf1R5.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Semarang memutuskan pailit kepada PT Nyonya Meneer. Perusahaan jamu tersebut memiliki kredit macet sebesar Rp89 miliar. Selain beban utang, dikatakan ada beberapa alasan lain terguncangnya perusahaan jamu yang berdiri sejak 1919 itu, yakni perselisihan internal keluarga penerus.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan bahwa dalam perusahaan keluarga, kerja sama yang baik dibutuhkan untuk bisa terus beregenerasi. Karena jika tidak ada kerja sama, perusahaan akan sangat susah beregenerasi terutama di generasi kedua dan ketiga.
Baca Juga:

Nyonya Meneer Pailit, Menperin: Industrinya&amp;nbsp;Enggak&amp;nbsp;Bermasalah


 
Nyonya Meneer Pailit, Pengusaha Jamu: Saya Kaget Dengarnya padahal Penjualan dan Ekspor Sedang Bagus

&quot;Ya itu memang persatuan keluarga itu penting, karena biasa di perusahaan keluarga itu yang namanya generasi kedua dan ketiga dan seterusnya itu terutama di generasi kedua dan ketiga itu sangat dekat garisnya dengan founder. Kadang-kadang mereka berpikir karena mereka sama darahnya, mereka merasa kemampuannya sama,&quot; ungkapnya kepada Okezone.
Baca Juga:

 
Kisah Pilu Buruh Nyonya Meneer: Tidak Digaji Setahun hingga Sakit Ginjal!
Nyonya Meneer Bangkrut di Generasi Ketiga, Kok Bisa?

Selain itu, ia mengatakan, dalam bisnis tidak bisa hanya mengandalkan posisi dalam keluarga, tapi harus memiliki kemampuan. Selain itu, harus membagikan hak dan kewajiban sama rata, jangan hanya ingin hak tetapi tidak menjalankan kewajiban.
&quot;Terutama kalau bicara hak itu nomor satu, nah giliran kewajiban pada kabur maunya enak-enak saja. Harusnya tidak begitu, kewajibannya juga harus dibagi rata,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pengadilan Negeri (PN) Semarang memutuskan pailit kepada PT Nyonya Meneer. Perusahaan jamu tersebut memiliki kredit macet sebesar Rp89 miliar. Selain beban utang, dikatakan ada beberapa alasan lain terguncangnya perusahaan jamu yang berdiri sejak 1919 itu, yakni perselisihan internal keluarga penerus.
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan bahwa dalam perusahaan keluarga, kerja sama yang baik dibutuhkan untuk bisa terus beregenerasi. Karena jika tidak ada kerja sama, perusahaan akan sangat susah beregenerasi terutama di generasi kedua dan ketiga.
Baca Juga:

Nyonya Meneer Pailit, Menperin: Industrinya&amp;nbsp;Enggak&amp;nbsp;Bermasalah


 
Nyonya Meneer Pailit, Pengusaha Jamu: Saya Kaget Dengarnya padahal Penjualan dan Ekspor Sedang Bagus

&quot;Ya itu memang persatuan keluarga itu penting, karena biasa di perusahaan keluarga itu yang namanya generasi kedua dan ketiga dan seterusnya itu terutama di generasi kedua dan ketiga itu sangat dekat garisnya dengan founder. Kadang-kadang mereka berpikir karena mereka sama darahnya, mereka merasa kemampuannya sama,&quot; ungkapnya kepada Okezone.
Baca Juga:

 
Kisah Pilu Buruh Nyonya Meneer: Tidak Digaji Setahun hingga Sakit Ginjal!
Nyonya Meneer Bangkrut di Generasi Ketiga, Kok Bisa?

Selain itu, ia mengatakan, dalam bisnis tidak bisa hanya mengandalkan posisi dalam keluarga, tapi harus memiliki kemampuan. Selain itu, harus membagikan hak dan kewajiban sama rata, jangan hanya ingin hak tetapi tidak menjalankan kewajiban.
&quot;Terutama kalau bicara hak itu nomor satu, nah giliran kewajiban pada kabur maunya enak-enak saja. Harusnya tidak begitu, kewajibannya juga harus dibagi rata,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
