<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Belajar dari Gugurnya Kerajaan Nyonya Meneer, Aturan Main Jadi Kunci Utama dalam Bisnis Keluarga</title><description>Lalu apakah yang harus dilakukan untuk membuat perusahaan bisa terus beregenerasi?</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752417/belajar-dari-gugurnya-kerajaan-nyonya-meneer-aturan-main-jadi-kunci-utama-dalam-bisnis-keluarga</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752417/belajar-dari-gugurnya-kerajaan-nyonya-meneer-aturan-main-jadi-kunci-utama-dalam-bisnis-keluarga"/><item><title>Belajar dari Gugurnya Kerajaan Nyonya Meneer, Aturan Main Jadi Kunci Utama dalam Bisnis Keluarga</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752417/belajar-dari-gugurnya-kerajaan-nyonya-meneer-aturan-main-jadi-kunci-utama-dalam-bisnis-keluarga</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/09/320/1752417/belajar-dari-gugurnya-kerajaan-nyonya-meneer-aturan-main-jadi-kunci-utama-dalam-bisnis-keluarga</guid><pubDate>Rabu 09 Agustus 2017 10:59 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/09/320/1752417/belajar-dari-gugurnya-kerajaan-nyonya-meneer-aturan-main-jadi-kunci-utama-dalam-bisnis-keluarga-I4w5LCSfAH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/09/320/1752417/belajar-dari-gugurnya-kerajaan-nyonya-meneer-aturan-main-jadi-kunci-utama-dalam-bisnis-keluarga-I4w5LCSfAH.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan jamu terkemuka Nyonya Meneer yang sudah berdiri sejak 1919 harus menerima keputusan pahit dari Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis 3 Agustus 2017. PN menyatakan perusahaan pailit karena memiliki kredit macet sebesar Rp89 miliar.
Hal ini membuat kaget banyak orang karena perusahaan jamu asal Semarang itu sudah dikenal di kalangan masyarakat. Lalu apakah yang harus dilakukan untuk membuat perusahaan bisa terus beregenerasi?
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, untuk menjalankan bisnis keluarga agar terus bisa regenerasi, dibutuhkan aturan main yang harus diterapkan. Di mana, dibutuhkan kemampuan untuk memimpin.
Baca Juga:

Runtuhnya Kerajaan Nyonya Meneer, Kerja Sama Keluarga Penting untuk Regenerasi Bisnis


 
Nyonya Meneer Pailit, Menperin: Industrinya&amp;nbsp;Enggak&amp;nbsp;Bermasalah

&quot;Memang kuncinya itu sebetulnya di bisnis keluarga itu, harus dibuat aturan main, harus dipisahkan urusan keluarga dan urusan korporasi,&quot; ungkapnya kepada Okezone.
Menurutnya, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan kekeluargaan tanpa kemampuan dalam urusan bisnis. Tidak hanya di perusahaan keluarga, semua perusahaan harus memiliki kemampuan memimpin.
&quot;Karena yang mau duduk di korporasi itu harus mempunyai kompetensi, karena kalau tidak diatur seperti itu pasti kacau. Sama dengan organisasi di mana-mana kalau dipegang oleh orang yang tidak berkompetensi bahaya bisa bubar,&quot; jelasnya.
Baca Juga:

Kisah Pilu Buruh Nyonya Meneer: Tidak Digaji Setahun hingga Sakit Ginjal!


 
BUSINESS HITS: Nyonya Meneer Bangkrut, Antara Konflik Keluarga dan Masalah Generasi Ketiga

Sehingga, ia sekali lagi menekankan bahwa bisnis dan keluarga harus dipisahkan. Jika tidak bisa memisahkan, pengelolaannya tidak akan maksimal dan tidak bisa bertahan lama.
&quot;Dibutuhkan kemampuan dalam pengelolaannya. Jangan hanya mengandalkan kekeluargaan karena harus dipisahkan antara keluarga dan bisnis,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan jamu terkemuka Nyonya Meneer yang sudah berdiri sejak 1919 harus menerima keputusan pahit dari Pengadilan Negeri (PN) Semarang pada Kamis 3 Agustus 2017. PN menyatakan perusahaan pailit karena memiliki kredit macet sebesar Rp89 miliar.
Hal ini membuat kaget banyak orang karena perusahaan jamu asal Semarang itu sudah dikenal di kalangan masyarakat. Lalu apakah yang harus dilakukan untuk membuat perusahaan bisa terus beregenerasi?
Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Haryadi Sukamdani mengatakan, untuk menjalankan bisnis keluarga agar terus bisa regenerasi, dibutuhkan aturan main yang harus diterapkan. Di mana, dibutuhkan kemampuan untuk memimpin.
Baca Juga:

Runtuhnya Kerajaan Nyonya Meneer, Kerja Sama Keluarga Penting untuk Regenerasi Bisnis


 
Nyonya Meneer Pailit, Menperin: Industrinya&amp;nbsp;Enggak&amp;nbsp;Bermasalah

&quot;Memang kuncinya itu sebetulnya di bisnis keluarga itu, harus dibuat aturan main, harus dipisahkan urusan keluarga dan urusan korporasi,&quot; ungkapnya kepada Okezone.
Menurutnya, perusahaan tidak bisa hanya mengandalkan kekeluargaan tanpa kemampuan dalam urusan bisnis. Tidak hanya di perusahaan keluarga, semua perusahaan harus memiliki kemampuan memimpin.
&quot;Karena yang mau duduk di korporasi itu harus mempunyai kompetensi, karena kalau tidak diatur seperti itu pasti kacau. Sama dengan organisasi di mana-mana kalau dipegang oleh orang yang tidak berkompetensi bahaya bisa bubar,&quot; jelasnya.
Baca Juga:

Kisah Pilu Buruh Nyonya Meneer: Tidak Digaji Setahun hingga Sakit Ginjal!


 
BUSINESS HITS: Nyonya Meneer Bangkrut, Antara Konflik Keluarga dan Masalah Generasi Ketiga

Sehingga, ia sekali lagi menekankan bahwa bisnis dan keluarga harus dipisahkan. Jika tidak bisa memisahkan, pengelolaannya tidak akan maksimal dan tidak bisa bertahan lama.
&quot;Dibutuhkan kemampuan dalam pengelolaannya. Jangan hanya mengandalkan kekeluargaan karena harus dipisahkan antara keluarga dan bisnis,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
