<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Mendesak! Pembangunan Infrastruktur Tidak Cukup, RI Butuh Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Baru</title><description>Peranan sektor digital diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/20/1753507/mendesak-pembangunan-infrastruktur-tidak-cukup-ri-butuh-katalisator-pertumbuhan-ekonomi-baru</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/20/1753507/mendesak-pembangunan-infrastruktur-tidak-cukup-ri-butuh-katalisator-pertumbuhan-ekonomi-baru"/><item><title>Mendesak! Pembangunan Infrastruktur Tidak Cukup, RI Butuh Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Baru</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/20/1753507/mendesak-pembangunan-infrastruktur-tidak-cukup-ri-butuh-katalisator-pertumbuhan-ekonomi-baru</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/20/1753507/mendesak-pembangunan-infrastruktur-tidak-cukup-ri-butuh-katalisator-pertumbuhan-ekonomi-baru</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2017 17:58 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/10/20/1753507/mendesak-pembangunan-infrastruktur-tidak-cukup-ri-butuh-katalisator-pertumbuhan-ekonomi-baru-s6fzKFO4IX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/10/20/1753507/mendesak-pembangunan-infrastruktur-tidak-cukup-ri-butuh-katalisator-pertumbuhan-ekonomi-baru-s6fzKFO4IX.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Peranan sektor digital diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada kuartal II-2017 pertumbuhan ekonomi masih di bawah ekspektasi. Sebagaimana rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01%.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Indonesia tak hanya boleh bergantung pada sektor infrastruktur untuk membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melaju lebih pesat lagi.

&quot;Jadi memang Indonesia ini butuh katalisator baru. Infrastruktur saja enggak cukup. Butuh dorongan diservis sektor dan digital ke depan,&quot; katanya ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Baca Juga:  
Pertumbuhan Ekonomi Tidak Diapresiasi, Inilah &quot;Curhatan&quot; Menko Darmin Nasution
Daya Beli Tidak Turun tapi Masyarakat Tahan Belanja demi Eksis di Medsos, Ini Penjelasannya!
Untuk jangka pendek, pertumbuhan ekonomi diperkirakan memang akan tumbuh dengan grafik yang datar-datar saja. Namun dengan dipacu oleh sektor digital, bos bank berkode saham BMRI itu optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh positif.

&quot;Pertumbuhan kita akan lebih flat dulu, nanti ke depan sektornya dan digital sektor punya daya dorong tinggi nanti mulai naik. Dua, tiga tahun ini komoditi masih menjadi penopang di pulau-pulau seperti Sumatera, CPO. Kalimantan, batu bara,&quot; lanjutnya.

Selain itu, sambung dia, pertumbuhan ekonomi yang saat ini tak begitu melesat, lantaran harga-harga komoditas yang trennya berubah. &quot;Tahun lalu terdorong harga komoditas, batu bara, CPO membaik. Tahun ini trennya menurun. Memang kita lagi shifting ekonomi kita, manufacturing sama services,&quot; tandasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Peranan sektor digital diyakini mampu mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pada kuartal II-2017 pertumbuhan ekonomi masih di bawah ekspektasi. Sebagaimana rilis Badan Pusat Statistik (BPS), pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 5,01%.

Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) Kartika Wirjoatmodjo mengatakan, Indonesia tak hanya boleh bergantung pada sektor infrastruktur untuk membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia melaju lebih pesat lagi.

&quot;Jadi memang Indonesia ini butuh katalisator baru. Infrastruktur saja enggak cukup. Butuh dorongan diservis sektor dan digital ke depan,&quot; katanya ditemui di Hotel Pullman, Jakarta, Kamis (10/8/2017).
Baca Juga:  
Pertumbuhan Ekonomi Tidak Diapresiasi, Inilah &quot;Curhatan&quot; Menko Darmin Nasution
Daya Beli Tidak Turun tapi Masyarakat Tahan Belanja demi Eksis di Medsos, Ini Penjelasannya!
Untuk jangka pendek, pertumbuhan ekonomi diperkirakan memang akan tumbuh dengan grafik yang datar-datar saja. Namun dengan dipacu oleh sektor digital, bos bank berkode saham BMRI itu optimis ekonomi Indonesia akan tumbuh positif.

&quot;Pertumbuhan kita akan lebih flat dulu, nanti ke depan sektornya dan digital sektor punya daya dorong tinggi nanti mulai naik. Dua, tiga tahun ini komoditi masih menjadi penopang di pulau-pulau seperti Sumatera, CPO. Kalimantan, batu bara,&quot; lanjutnya.

Selain itu, sambung dia, pertumbuhan ekonomi yang saat ini tak begitu melesat, lantaran harga-harga komoditas yang trennya berubah. &quot;Tahun lalu terdorong harga komoditas, batu bara, CPO membaik. Tahun ini trennya menurun. Memang kita lagi shifting ekonomi kita, manufacturing sama services,&quot; tandasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
