<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ada Pergeseran! Kepala Bappenas: 50 Juta Orang Sudah Belanja Online</title><description>Pasalnya dari data yang diketahui Menteri Bambang, pengguna yang sudah melakukan belanja online sudah mencapai angka 50 juta orang.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/320/1753109/ada-pergeseran-kepala-bappenas-50-juta-orang-sudah-belanja-online</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/320/1753109/ada-pergeseran-kepala-bappenas-50-juta-orang-sudah-belanja-online"/><item><title>Ada Pergeseran! Kepala Bappenas: 50 Juta Orang Sudah Belanja Online</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/320/1753109/ada-pergeseran-kepala-bappenas-50-juta-orang-sudah-belanja-online</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/10/320/1753109/ada-pergeseran-kepala-bappenas-50-juta-orang-sudah-belanja-online</guid><pubDate>Kamis 10 Agustus 2017 09:30 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/10/320/1753109/ada-pergeseran-kepala-bappenas-50-juta-orang-sudah-belanja-online-andH23FbmH.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/10/320/1753109/ada-pergeseran-kepala-bappenas-50-juta-orang-sudah-belanja-online-andH23FbmH.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai sektor penjualan berbasis aplikasi (online) tidak bisa lagi diremehkan. Pasalnya dari data yang diketahuinya pengguna yang sudah melakukan belanja online sudah mencapai angka 50 juta orang.  Dia mengatakan, sektor online tentu mesti jadi perhatian karena memiliki peranan penting terhadap perekonomian. Pelaku usaha online memiliki data yang ternyata belum tergarap, di mana itu&amp;nbsp; bisa jadi data baru.  &quot;Ini mungkin karena saya rasa pembicara dari perusahaan online, bisa tidak kita data sharing bisa dilakukan dari pemerintah ke swasta, seperti data BPS untuk di share ke semua orang,&quot; ujarnya, di kantor BI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Baca Juga: 

Perpres&amp;nbsp;Roadmap E-commerce&amp;nbsp;Disahkan Jokowi, Menkominfo: Alhamdulillah, Waktunya Merealisasikan!


 
Catat! Bisnis Digital Butuh Kepastian Pajak

Dia melanjutkan, karena online ini data yang dihasilkan dan dari surveinya meski pengguna internet di atas 150 juta orang tetapi pengguna internet atau digital ekonomi di Indonesia ternyata&amp;nbsp; sudah terbiasa melakukan transaksi.  &quot;Seperti belanja online 50 juta orang jadi seper lima penduduk Indonesia sudah terpapar melakukan belanja orang,&quot; imbuh dia.  Jumlah orang yang melakukan perbelanjaan sekira 50 juta pengguna itu tentu besar sekali. Dalam hal ini, bukan dari sisi transaksinya yang mesti dilihat, tapi ada suatu kebiasaan masyarakat yang mulai bergeser dari belanja offline ke online.
Baca Juga:

Simak! Cerita Kepala Bappenas soal Pengusaha Retail yang Remehkan Bisnis&amp;nbsp;Online&amp;nbsp;di RI


Rapat soal&amp;nbsp;E-Commerce, Menkominfo: Bagaimana Caranya UKM Jual Barang ke China

 &quot;Kita tidak bicara satu transaksi selesai, ada yang menjadi kebiasaan misalnya pesan taksi pakai Uber, pesan makanan pakai Go-Jek, plus belanja online yang lain. Ada saudara saya yang saya tahu even beli baju tidak pernah ke mal. Dia hobinya coba dari satu online ke online lain, online Indonesia. Dan itu sudah jadi kebiasaan,&quot; ujarnya.  &quot;Saya termasuk 50 juta itu, tetapi saya tidak untuk beli baju, tetapi pesan makanan pakai Go Food,&quot; pangkasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro menilai sektor penjualan berbasis aplikasi (online) tidak bisa lagi diremehkan. Pasalnya dari data yang diketahuinya pengguna yang sudah melakukan belanja online sudah mencapai angka 50 juta orang.  Dia mengatakan, sektor online tentu mesti jadi perhatian karena memiliki peranan penting terhadap perekonomian. Pelaku usaha online memiliki data yang ternyata belum tergarap, di mana itu&amp;nbsp; bisa jadi data baru.  &quot;Ini mungkin karena saya rasa pembicara dari perusahaan online, bisa tidak kita data sharing bisa dilakukan dari pemerintah ke swasta, seperti data BPS untuk di share ke semua orang,&quot; ujarnya, di kantor BI, Jakarta, Rabu (9/8/2017).
Baca Juga: 

Perpres&amp;nbsp;Roadmap E-commerce&amp;nbsp;Disahkan Jokowi, Menkominfo: Alhamdulillah, Waktunya Merealisasikan!


 
Catat! Bisnis Digital Butuh Kepastian Pajak

Dia melanjutkan, karena online ini data yang dihasilkan dan dari surveinya meski pengguna internet di atas 150 juta orang tetapi pengguna internet atau digital ekonomi di Indonesia ternyata&amp;nbsp; sudah terbiasa melakukan transaksi.  &quot;Seperti belanja online 50 juta orang jadi seper lima penduduk Indonesia sudah terpapar melakukan belanja orang,&quot; imbuh dia.  Jumlah orang yang melakukan perbelanjaan sekira 50 juta pengguna itu tentu besar sekali. Dalam hal ini, bukan dari sisi transaksinya yang mesti dilihat, tapi ada suatu kebiasaan masyarakat yang mulai bergeser dari belanja offline ke online.
Baca Juga:

Simak! Cerita Kepala Bappenas soal Pengusaha Retail yang Remehkan Bisnis&amp;nbsp;Online&amp;nbsp;di RI


Rapat soal&amp;nbsp;E-Commerce, Menkominfo: Bagaimana Caranya UKM Jual Barang ke China

 &quot;Kita tidak bicara satu transaksi selesai, ada yang menjadi kebiasaan misalnya pesan taksi pakai Uber, pesan makanan pakai Go-Jek, plus belanja online yang lain. Ada saudara saya yang saya tahu even beli baju tidak pernah ke mal. Dia hobinya coba dari satu online ke online lain, online Indonesia. Dan itu sudah jadi kebiasaan,&quot; ujarnya.  &quot;Saya termasuk 50 juta itu, tetapi saya tidak untuk beli baju, tetapi pesan makanan pakai Go Food,&quot; pangkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
