<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Catat! Daya Beli Turun hingga Ketegangan Korut-Amerika Jadi Perhatian Gubernur BI</title><description>Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meyakini penurunan daya beli tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/20/1754125/catat-daya-beli-turun-hingga-ketegangan-korut-amerika-jadi-perhatian-gubernur-bi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/20/1754125/catat-daya-beli-turun-hingga-ketegangan-korut-amerika-jadi-perhatian-gubernur-bi"/><item><title>Catat! Daya Beli Turun hingga Ketegangan Korut-Amerika Jadi Perhatian Gubernur BI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/20/1754125/catat-daya-beli-turun-hingga-ketegangan-korut-amerika-jadi-perhatian-gubernur-bi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/20/1754125/catat-daya-beli-turun-hingga-ketegangan-korut-amerika-jadi-perhatian-gubernur-bi</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2017 16:23 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/11/20/1754125/catat-daya-beli-turun-hingga-ketegangan-korut-amerika-jadi-perhatian-gubernur-bi-uywHZkbCHd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/11/20/1754125/catat-daya-beli-turun-hingga-ketegangan-korut-amerika-jadi-perhatian-gubernur-bi-uywHZkbCHd.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meyakini penurunan daya beli tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan antara 5%-5,4%. Meski demikian, dia mengakui bahwa ada yang belum solid.

Mantan Menteri Keuangan ini menerangkan bahwa konsumsi utamanya rumah tangga belum solid. Faktor pembayaran gaji ke-13 yang tertunda dan saat pembayaran uang sekolah harus dilakukan.

&quot;Kita harapkan ke depan ada perbaikan. Tapi masih akan sampai target pertumbuhan ekonomi,&quot; ujarnya di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (11/8/2017).
Baca Juga: 
Soal Daya Beli, Sandiaga Uno: Bukan Hal yang Mengkhawatirkan
Mendesak! Pembangunan Infrastruktur Tidak Cukup, RI Butuh Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Baru
Kondisi ini memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti ekonomi dunia, khususnya kondisi Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara yang cukup tegang. Hal ini pun berdampak stabilitas geopolitik.

&quot;Kita terus ikuti bagaimana AS akan melakukan penurunan balance sheet. Kepastian fiskal di AS juga jadi perhatian kita,&quot; sambungnya.

Selain itu guna menjaga daya beli, BI juga memerhatikan adanya rencana bank sentra AS, The Fed yang kemungkinan akan menaikkan suku bunganya (Fed Fund Rate/FFR) pada akhir tahun ini.

&quot;Kita harus perhatikan, kemungkinan naik itu bisa sampai Desember atau bahkan bisa juga tertunda dari Desember itu yang akan kita perhatikan,&quot; jelasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo meyakini penurunan daya beli tidak memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ditetapkan antara 5%-5,4%. Meski demikian, dia mengakui bahwa ada yang belum solid.

Mantan Menteri Keuangan ini menerangkan bahwa konsumsi utamanya rumah tangga belum solid. Faktor pembayaran gaji ke-13 yang tertunda dan saat pembayaran uang sekolah harus dilakukan.

&quot;Kita harapkan ke depan ada perbaikan. Tapi masih akan sampai target pertumbuhan ekonomi,&quot; ujarnya di Kompleks BI, Jakarta, Jumat (11/8/2017).
Baca Juga: 
Soal Daya Beli, Sandiaga Uno: Bukan Hal yang Mengkhawatirkan
Mendesak! Pembangunan Infrastruktur Tidak Cukup, RI Butuh Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Baru
Kondisi ini memang ada hal-hal yang perlu diperhatikan seperti ekonomi dunia, khususnya kondisi Amerika Serikat (AS) dan Korea Utara yang cukup tegang. Hal ini pun berdampak stabilitas geopolitik.

&quot;Kita terus ikuti bagaimana AS akan melakukan penurunan balance sheet. Kepastian fiskal di AS juga jadi perhatian kita,&quot; sambungnya.

Selain itu guna menjaga daya beli, BI juga memerhatikan adanya rencana bank sentra AS, The Fed yang kemungkinan akan menaikkan suku bunganya (Fed Fund Rate/FFR) pada akhir tahun ini.

&quot;Kita harus perhatikan, kemungkinan naik itu bisa sampai Desember atau bahkan bisa juga tertunda dari Desember itu yang akan kita perhatikan,&quot; jelasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
