<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Beri Insentif ke Mobil Listrik, Wapres JK Beri Sinyal Pengurangan Subsidi BBM</title><description>Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah akan menyiapkan insentif bagi pengembangan mobil listrik di Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/320/1754208/beri-insentif-ke-mobil-listrik-wapres-jk-beri-sinyal-pengurangan-subsidi-bbm</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/320/1754208/beri-insentif-ke-mobil-listrik-wapres-jk-beri-sinyal-pengurangan-subsidi-bbm"/><item><title>Beri Insentif ke Mobil Listrik, Wapres JK Beri Sinyal Pengurangan Subsidi BBM</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/320/1754208/beri-insentif-ke-mobil-listrik-wapres-jk-beri-sinyal-pengurangan-subsidi-bbm</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/11/320/1754208/beri-insentif-ke-mobil-listrik-wapres-jk-beri-sinyal-pengurangan-subsidi-bbm</guid><pubDate>Jum'at 11 Agustus 2017 17:41 WIB</pubDate><dc:creator>Reni Lestari</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/11/320/1754208/beri-insentif-ke-mobil-listrik-wapres-jk-beri-sinyal-pengurangan-subsidi-bbm-vQxZOkGFcC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/11/320/1754208/beri-insentif-ke-mobil-listrik-wapres-jk-beri-sinyal-pengurangan-subsidi-bbm-vQxZOkGFcC.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>TANGERANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah akan menyiapkan insentif bagi pengembangan mobil listrik di Indonesia. Insentif tersebut yakni bea masuk dan  Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

&quot;Ya termasuk bea masuk ada komponen PPnBM-nya,&quot; kata JK usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (11/8/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Kendaraan Ramah Lingkungan Lebih Mudah Dikembangkan daripada Mobil Listrik, Kok Bisa?
Insentif diberikan karena mobil listrik mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), secara otomatis juga mengurangi subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

&quot;Artinya pemakaian bahan bakar BBM kan menurun, BBM itu kan masih disubsidi. Itu berarti mengurangi juga konsumen subsidi,&quot; ujarnya.

JK melanjutkan, pemerintah akan sepenuhnya menyerahkan pembentukan industri mobil listrik ke pihak swasta untuk memenuhi standar internasional yang ditentukan.

&quot;Karena ini teknologinya kan harus international standard. Tapi sama saja toh, dia (swasta) punya produksinya yang bekerja dan yang kena pajak orang Indonesia,&quot; tukas JK.</description><content:encoded>TANGERANG - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) mengatakan, pemerintah akan menyiapkan insentif bagi pengembangan mobil listrik di Indonesia. Insentif tersebut yakni bea masuk dan  Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPnBM).

&quot;Ya termasuk bea masuk ada komponen PPnBM-nya,&quot; kata JK usai membuka pameran Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE BSD City, Tangerang, Banten, Jumat (11/8/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Kendaraan Ramah Lingkungan Lebih Mudah Dikembangkan daripada Mobil Listrik, Kok Bisa?
Insentif diberikan karena mobil listrik mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), secara otomatis juga mengurangi subsidi yang dikeluarkan pemerintah.

&quot;Artinya pemakaian bahan bakar BBM kan menurun, BBM itu kan masih disubsidi. Itu berarti mengurangi juga konsumen subsidi,&quot; ujarnya.

JK melanjutkan, pemerintah akan sepenuhnya menyerahkan pembentukan industri mobil listrik ke pihak swasta untuk memenuhi standar internasional yang ditentukan.

&quot;Karena ini teknologinya kan harus international standard. Tapi sama saja toh, dia (swasta) punya produksinya yang bekerja dan yang kena pajak orang Indonesia,&quot; tukas JK.</content:encoded></item></channel></rss>
