<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BPPT Bantu Pengembanan Produksi Garam, di Mana Saja Lokasinya?</title><description>PT Garam juga telah menerima tawaran kerja sama dengan BPPT Serpong untuk melaksanakan program pengembangan produksi garam.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/13/320/1755199/bppt-bantu-pengembanan-produksi-garam-di-mana-saja-lokasinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/13/320/1755199/bppt-bantu-pengembanan-produksi-garam-di-mana-saja-lokasinya"/><item><title>BPPT Bantu Pengembanan Produksi Garam, di Mana Saja Lokasinya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/13/320/1755199/bppt-bantu-pengembanan-produksi-garam-di-mana-saja-lokasinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/13/320/1755199/bppt-bantu-pengembanan-produksi-garam-di-mana-saja-lokasinya</guid><pubDate>Minggu 13 Agustus 2017 18:57 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/13/320/1755199/bppt-bantu-pengembanan-produksi-garam-di-mana-saja-lokasinya-m3FleX9z5H.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Ant)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/13/320/1755199/bppt-bantu-pengembanan-produksi-garam-di-mana-saja-lokasinya-m3FleX9z5H.jpg</image><title>(Foto: Ant)</title></images><description> 
JAKARTA - PT Garam juga telah menerima tawaran kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong untuk melaksanakan program pengembangan produksi garam dengan membangun pabrik baru serta revitalisasi.

&amp;ldquo;Kedua program itu akan dipusatkan di Sampang, Madura, Jawa Timur yang merupakan pusat produksi garam dan kantor PT Garam,&amp;rdquo; kata Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum.

Pengembangan lainnya, kata dia, adalah mengelola lahan garam seluas 4.000 hektare di Kupang, NTT yang tidak terpakai maksimal selama 27 tahun, padahal NTT merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia.

Baca Juga:

 
Harga Garam Mahal, RI Siap Impor dari Australia
 
Catat! Kebijakan Impor Jangan Matikan Usaha Garam Rakyat


Ia berharap, dengan beberapa langkah yang akan dilakukan untuk menggali potensi garam nasional, akan menngembalikan kejayaan bangsa Indonesia di bidang pangan, khususnya garam.
Sebelumnya, BPPT akan menerapkan teknologi untuk meningkatkan produksi garam dengan proyek percontohan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
&quot;Kita bisa memproduksi garam lebih efisien, lebih cepat. Lahan kita kan selama ini terlalu kecil, petani memasukkan air garam, 14 hari, diuapkan. Kalau hujan, habis. Nah, ada teknologi dengan mengalirkan air garam, berputar-putar untuk meningkatkan konsentrasinya,&quot; kata Kepala BPPT Unggul Priyanto.

Baca Juga:

Menko Perekonomian: Masalah Garam Jadi Pelajaran Berharga


 
Waduh! Langka dan Mahal, Pengusaha Garam Terancam Bangkrut


Unggul menjelaskan, dengan teknologi tersebut diperlukan lahan yang cukup luas untuk menampung air laut yang akan dikristalisasi dalam empat hari. Begitu konsentrasi tinggi, baru dialihkan ke lahan petani.
Dengan teknologi itu maka petani bisa panen garam dalam empat hari dari sebelumnya yang membutuhkan waktu 12 hari. Selain menghasilkan garam, teknologi tersebut juga dapat menghasilkan produk lain. Misalnya air yang sudah dipakai, bisa ditampung, bisa dimanfaatkan untuk industri seperti minuman isotonik. Lahan luas juga bisa ditebar benih untuk makan ikan.

</description><content:encoded> 
JAKARTA - PT Garam juga telah menerima tawaran kerja sama dengan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Serpong untuk melaksanakan program pengembangan produksi garam dengan membangun pabrik baru serta revitalisasi.

&amp;ldquo;Kedua program itu akan dipusatkan di Sampang, Madura, Jawa Timur yang merupakan pusat produksi garam dan kantor PT Garam,&amp;rdquo; kata Direktur Keuangan PT Garam Anang Abdul Qoyyum.

Pengembangan lainnya, kata dia, adalah mengelola lahan garam seluas 4.000 hektare di Kupang, NTT yang tidak terpakai maksimal selama 27 tahun, padahal NTT merupakan salah satu penghasil garam terbesar di Indonesia.

Baca Juga:

 
Harga Garam Mahal, RI Siap Impor dari Australia
 
Catat! Kebijakan Impor Jangan Matikan Usaha Garam Rakyat


Ia berharap, dengan beberapa langkah yang akan dilakukan untuk menggali potensi garam nasional, akan menngembalikan kejayaan bangsa Indonesia di bidang pangan, khususnya garam.
Sebelumnya, BPPT akan menerapkan teknologi untuk meningkatkan produksi garam dengan proyek percontohan di Nusa Tenggara Timur (NTT).
&quot;Kita bisa memproduksi garam lebih efisien, lebih cepat. Lahan kita kan selama ini terlalu kecil, petani memasukkan air garam, 14 hari, diuapkan. Kalau hujan, habis. Nah, ada teknologi dengan mengalirkan air garam, berputar-putar untuk meningkatkan konsentrasinya,&quot; kata Kepala BPPT Unggul Priyanto.

Baca Juga:

Menko Perekonomian: Masalah Garam Jadi Pelajaran Berharga


 
Waduh! Langka dan Mahal, Pengusaha Garam Terancam Bangkrut


Unggul menjelaskan, dengan teknologi tersebut diperlukan lahan yang cukup luas untuk menampung air laut yang akan dikristalisasi dalam empat hari. Begitu konsentrasi tinggi, baru dialihkan ke lahan petani.
Dengan teknologi itu maka petani bisa panen garam dalam empat hari dari sebelumnya yang membutuhkan waktu 12 hari. Selain menghasilkan garam, teknologi tersebut juga dapat menghasilkan produk lain. Misalnya air yang sudah dipakai, bisa ditampung, bisa dimanfaatkan untuk industri seperti minuman isotonik. Lahan luas juga bisa ditebar benih untuk makan ikan.

</content:encoded></item></channel></rss>
