<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menakar Penjualan Kendaraan Bermotor di Tengah Isu Daya Beli RI</title><description>BI menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I dan II  yang tercatat 5,01%, masih dalam prediksi BI yakni antara 5% hingga  5,4%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755647/menakar-penjualan-kendaraan-bermotor-di-tengah-isu-daya-beli-ri</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755647/menakar-penjualan-kendaraan-bermotor-di-tengah-isu-daya-beli-ri"/><item><title>Menakar Penjualan Kendaraan Bermotor di Tengah Isu Daya Beli RI</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755647/menakar-penjualan-kendaraan-bermotor-di-tengah-isu-daya-beli-ri</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755647/menakar-penjualan-kendaraan-bermotor-di-tengah-isu-daya-beli-ri</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2017 15:21 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/14/20/1755647/menakar-penjualan-kendaraan-bermotor-di-tengah-isu-daya-beli-ri-mghAEHG6GS.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/14/20/1755647/menakar-penjualan-kendaraan-bermotor-di-tengah-isu-daya-beli-ri-mghAEHG6GS.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I dan II yang tercatat 5,01%, masih dalam prediksi BI yakni antara 5% hingga 5,4%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, pertumbuhan itu masih baik, hanya saja memang ada perlambatan pertumbuhan tapi tidak terlalu besar dan masih sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini.

&quot;Kalau kita perhatikan kelihatan konsumsi kita penjualan retail dan kendaraan bermotor sedikit lebih rendah, tapi perlu dilihat Juni ada banyak hari libur. Mudah-mudahan di semester II-2017 kita lebih bisa dorong tentu konsumsi bisa meningkat. Semester II retail dan kendaraan motor kami proyeksikan meningkat,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/8/2017).

&quot;Golongan menengah ke bawah pekerjaan informal melambat dan untuk masyarakat golongan bawah perlu ada usaha khusus untuk dorong supaya mereka memiliki kemampuan expenditure membaik,&quot; imbuhnya.

Menurutnya, adanya perlambatan ini dikarenakan kecenderungan masyarakat saat ini yang memilih menabung di perbankan. Namun, hal ini hanya terjadi pada masyarakat golongan menengah ke atas. Sedangkan masyarakat golongan ke bawah tidak bisa mengambil porsi belanja masyarakat atas sehingga melambat.

&quot;Kelihatan golongan ke bawah semakin tidak bisa ikuti kehidupan (kelas mengah ke atas). Mereka lebih dahulukan basic needs untuk promo lebih ditinggalkan, menengah ke atas semakin rasional dan melihat berdasarkan kebutuhan dan lebih memilih saving,&quot; jelasnya.

Sementara itu, untuk mencapai pertumbuhan sepanjang 2017 sebesar 5,2% di APBNP, ia mengatakan bahwa pemerintah harus bekerja lebih keras. Hal ini agar tercapai pertumbuhan setidaknya 5,4% di semester II.

&quot;Kita sekarang di Agustus pada semester II perlu kerja keras untuk capai batas atas 5,4%,&quot; tukasnya.

</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) menilai pertumbuhan ekonomi pada kuartal I dan II yang tercatat 5,01%, masih dalam prediksi BI yakni antara 5% hingga 5,4%.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Agusman mengatakan, pertumbuhan itu masih baik, hanya saja memang ada perlambatan pertumbuhan tapi tidak terlalu besar dan masih sesuai dengan kondisi Indonesia saat ini.

&quot;Kalau kita perhatikan kelihatan konsumsi kita penjualan retail dan kendaraan bermotor sedikit lebih rendah, tapi perlu dilihat Juni ada banyak hari libur. Mudah-mudahan di semester II-2017 kita lebih bisa dorong tentu konsumsi bisa meningkat. Semester II retail dan kendaraan motor kami proyeksikan meningkat,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (14/8/2017).

&quot;Golongan menengah ke bawah pekerjaan informal melambat dan untuk masyarakat golongan bawah perlu ada usaha khusus untuk dorong supaya mereka memiliki kemampuan expenditure membaik,&quot; imbuhnya.

Menurutnya, adanya perlambatan ini dikarenakan kecenderungan masyarakat saat ini yang memilih menabung di perbankan. Namun, hal ini hanya terjadi pada masyarakat golongan menengah ke atas. Sedangkan masyarakat golongan ke bawah tidak bisa mengambil porsi belanja masyarakat atas sehingga melambat.

&quot;Kelihatan golongan ke bawah semakin tidak bisa ikuti kehidupan (kelas mengah ke atas). Mereka lebih dahulukan basic needs untuk promo lebih ditinggalkan, menengah ke atas semakin rasional dan melihat berdasarkan kebutuhan dan lebih memilih saving,&quot; jelasnya.

Sementara itu, untuk mencapai pertumbuhan sepanjang 2017 sebesar 5,2% di APBNP, ia mengatakan bahwa pemerintah harus bekerja lebih keras. Hal ini agar tercapai pertumbuhan setidaknya 5,4% di semester II.

&quot;Kita sekarang di Agustus pada semester II perlu kerja keras untuk capai batas atas 5,4%,&quot; tukasnya.

</content:encoded></item></channel></rss>
