<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Penurunan Daya Beli, Dirut XL: Di Industri Telekomunikasi Belum Terlihat</title><description>Adanya isu pelemahan daya beli yang santer terdengar belakangan ini belum dapat dirasakan oleh pelaku industri telekomunikasi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755703/soal-penurunan-daya-beli-dirut-xl-di-industri-telekomunikasi-belum-terlihat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755703/soal-penurunan-daya-beli-dirut-xl-di-industri-telekomunikasi-belum-terlihat"/><item><title>Soal Penurunan Daya Beli, Dirut XL: Di Industri Telekomunikasi Belum Terlihat</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755703/soal-penurunan-daya-beli-dirut-xl-di-industri-telekomunikasi-belum-terlihat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755703/soal-penurunan-daya-beli-dirut-xl-di-industri-telekomunikasi-belum-terlihat</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2017 16:17 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/14/20/1755703/soal-penurunan-daya-beli-dirut-xl-di-industri-telekomunikasi-belum-terlihat-lTCVzFPyc7.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/14/20/1755703/soal-penurunan-daya-beli-dirut-xl-di-industri-telekomunikasi-belum-terlihat-lTCVzFPyc7.jpg</image><title>Foto: Trio/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Indonesia saat ini tengah dihadapi isu pelemahan daya beli. Sejumlah industri diperkirakan terkena dampak dari menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat. Lantas, bagaimana dengan industri telekomunikasi?
Direktur Utama dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa adanya isu pelemahan daya beli yang santer terdengar belakangan ini, imbasnya belum dapat dirasakan oleh pelaku industri telekomunikasi.  &quot;Jadi kalau yang kita lihat ya, di kuartal I-kuartal II belum kelihatan. Jadi kalau kita lihat,&quot; katanya ketika bersambang ke Kantor Redaksi Okezone.com di Gedung MNC News Center, Jakarta, Senin (14/8/2017).
Baca Juga:

Dirut BEI: Selama Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar dari Inflasi, Tidak Ada Penurunan Daya Beli


 
Meski Menurun, Nominal Konsumsi Rumah Tangga Naik Jadi Rp5,07 Juta per Kapita

Namun dirinya tak menampik bahwa pelemahan daya beli sepertinya memang tengah dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, jika menyoroti industri retail, yang mana di sektor itu belakangan dihadapi pelemahan.  &quot;Report FMCG (Fast Moving Consumer Good) kan jatuh banget, tapi kalau telekomunikasi belum melihat,&quot; jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga:

Soal Daya Beli, BPS: Jangan Dijadikan Isu, Tak Ada Penurunan!


 
Menakar Penjualan Kendaraan Bermotor di Tengah Isu Daya Beli RI

Dia pun mengaitkan kondisi yang terjadi saat ini dengan beberapa tahun lalu yang mana sektor retail mengalami pukulan akibat terjadinya pelemahan daya beli yang dihadapi masyarakat. Jika hal itu terulang, imbasnya terhadap industri telekomunikasi tidaklah kecil.  &quot;Ini sepertinya kalau tidak salah sama dengan 2013. Nah (industri) telekomunikasi itu ketinggalan satu kuartal. Jadi kita lagi lihat nih bagaimana kuartal 3-kuartal 4, tapi so far ini belum terlihat. Kalau lihat yang dulu pernah kejadian juga, pada saat ritel jatuh itu kita satu sampai dua kuartal tertinggal, impact-nya,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Indonesia saat ini tengah dihadapi isu pelemahan daya beli. Sejumlah industri diperkirakan terkena dampak dari menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat. Lantas, bagaimana dengan industri telekomunikasi?
Direktur Utama dan CEO XL Axiata Dian Siswarini mengatakan bahwa adanya isu pelemahan daya beli yang santer terdengar belakangan ini, imbasnya belum dapat dirasakan oleh pelaku industri telekomunikasi.  &quot;Jadi kalau yang kita lihat ya, di kuartal I-kuartal II belum kelihatan. Jadi kalau kita lihat,&quot; katanya ketika bersambang ke Kantor Redaksi Okezone.com di Gedung MNC News Center, Jakarta, Senin (14/8/2017).
Baca Juga:

Dirut BEI: Selama Pertumbuhan Ekonomi Lebih Besar dari Inflasi, Tidak Ada Penurunan Daya Beli


 
Meski Menurun, Nominal Konsumsi Rumah Tangga Naik Jadi Rp5,07 Juta per Kapita

Namun dirinya tak menampik bahwa pelemahan daya beli sepertinya memang tengah dihadapi oleh masyarakat Indonesia. Apalagi, jika menyoroti industri retail, yang mana di sektor itu belakangan dihadapi pelemahan.  &quot;Report FMCG (Fast Moving Consumer Good) kan jatuh banget, tapi kalau telekomunikasi belum melihat,&quot; jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga:

Soal Daya Beli, BPS: Jangan Dijadikan Isu, Tak Ada Penurunan!


 
Menakar Penjualan Kendaraan Bermotor di Tengah Isu Daya Beli RI

Dia pun mengaitkan kondisi yang terjadi saat ini dengan beberapa tahun lalu yang mana sektor retail mengalami pukulan akibat terjadinya pelemahan daya beli yang dihadapi masyarakat. Jika hal itu terulang, imbasnya terhadap industri telekomunikasi tidaklah kecil.  &quot;Ini sepertinya kalau tidak salah sama dengan 2013. Nah (industri) telekomunikasi itu ketinggalan satu kuartal. Jadi kita lagi lihat nih bagaimana kuartal 3-kuartal 4, tapi so far ini belum terlihat. Kalau lihat yang dulu pernah kejadian juga, pada saat ritel jatuh itu kita satu sampai dua kuartal tertinggal, impact-nya,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
