<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Soal Penurunan Daya Beli, Ketua DK OJK: Hanya Perubahan Gaya Hidup Saja</title><description>Wimboh Santoso menilai ada perubahan gaya hidup (lifestyle) di masyarakat Indonesia.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755889/soal-penurunan-daya-beli-ketua-dk-ojk-hanya-perubahan-gaya-hidup-saja</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755889/soal-penurunan-daya-beli-ketua-dk-ojk-hanya-perubahan-gaya-hidup-saja"/><item><title>Soal Penurunan Daya Beli, Ketua DK OJK: Hanya Perubahan Gaya Hidup Saja</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755889/soal-penurunan-daya-beli-ketua-dk-ojk-hanya-perubahan-gaya-hidup-saja</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/14/20/1755889/soal-penurunan-daya-beli-ketua-dk-ojk-hanya-perubahan-gaya-hidup-saja</guid><pubDate>Senin 14 Agustus 2017 19:43 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/14/20/1755889/soal-penurunan-daya-beli-ketua-dk-ojk-hanya-perubahan-gaya-hidup-saja-cjmenSLNK1.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/14/20/1755889/soal-penurunan-daya-beli-ketua-dk-ojk-hanya-perubahan-gaya-hidup-saja-cjmenSLNK1.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>BOGOR - Indonesia saat ini tengah dihadapi isu pelemahan daya beli. Sejumlah industri diperkirakan terkena dampak dari menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat.&amp;nbsp;
Merespons hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, penurunan daya beli masyarakat ternyata tidak disebabkan oleh suku bunga. Dia menilai ada perubahan gaya hidup (lifestyle) di masyarakat Indonesia.
&quot;Kalau menurut saya itu bukan karena suku bunga, penurunan ini seasonal saja, karena memang perubahan lifestyle saja,&quot; ujarnya saat ditemui di Pasir Angin, Bogor, Senin (14/8/2017).
Baca Juga:

Ekspor Juni Menyusut, Menko Darmin: Ekonomi Kian Membaik di Semester II!


 
Sri Mulyani: RI Perlu Tingkatkan Daya Saing Melalui 4 Hal, dari Kompetisi hingga Infrastruktur

Karena hanya perubahan gaya hidup, lanjut Wimboh, penurunan daya beli masyarakat hanyalah bersifat sementara. Sehingga dirinya meyakini dalam periode selanjutnya, daya beli masyarakat Indonesia akan kembali bergairah.
&quot;Daya beli itu kan bisa karena masalah sementara, akhir tahun di semester II bisa meningkat,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;
Baca Juga:

Di Tengah Pelemahan Daya Beli, Orang Pilih Pulsa atau Rokok?


 
Benarkah Tingginya Suku Bunga Jadi Penyebab Daya Beli Turun? Begini Jawaban Ketua OJK

Menurut Wimboh yang terpenting saat ini adalah lebih memerhatikan para pelaku usaha mikro dan ultramikro dengan memberikannya pendampingan. Karena dengan pendampingan, amunisi baru pun bisa diberikan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
&quot;Karena supaya ini memberikan amunisi baru untuk kita lebih kompetitif,&quot; kata Wimboh.</description><content:encoded>BOGOR - Indonesia saat ini tengah dihadapi isu pelemahan daya beli. Sejumlah industri diperkirakan terkena dampak dari menurunnya kemampuan konsumsi masyarakat.&amp;nbsp;
Merespons hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, penurunan daya beli masyarakat ternyata tidak disebabkan oleh suku bunga. Dia menilai ada perubahan gaya hidup (lifestyle) di masyarakat Indonesia.
&quot;Kalau menurut saya itu bukan karena suku bunga, penurunan ini seasonal saja, karena memang perubahan lifestyle saja,&quot; ujarnya saat ditemui di Pasir Angin, Bogor, Senin (14/8/2017).
Baca Juga:

Ekspor Juni Menyusut, Menko Darmin: Ekonomi Kian Membaik di Semester II!


 
Sri Mulyani: RI Perlu Tingkatkan Daya Saing Melalui 4 Hal, dari Kompetisi hingga Infrastruktur

Karena hanya perubahan gaya hidup, lanjut Wimboh, penurunan daya beli masyarakat hanyalah bersifat sementara. Sehingga dirinya meyakini dalam periode selanjutnya, daya beli masyarakat Indonesia akan kembali bergairah.
&quot;Daya beli itu kan bisa karena masalah sementara, akhir tahun di semester II bisa meningkat,&quot; jelasnya.&amp;nbsp;
Baca Juga:

Di Tengah Pelemahan Daya Beli, Orang Pilih Pulsa atau Rokok?


 
Benarkah Tingginya Suku Bunga Jadi Penyebab Daya Beli Turun? Begini Jawaban Ketua OJK

Menurut Wimboh yang terpenting saat ini adalah lebih memerhatikan para pelaku usaha mikro dan ultramikro dengan memberikannya pendampingan. Karena dengan pendampingan, amunisi baru pun bisa diberikan untuk meningkatkan daya beli masyarakat.
&quot;Karena supaya ini memberikan amunisi baru untuk kita lebih kompetitif,&quot; kata Wimboh.</content:encoded></item></channel></rss>
