<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>BJ Habibie: Ilmu Pengetahuan Jadi Modal Penting untuk Negara Maju!</title><description>Habibie menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penentu kemajuan suatu negara.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/15/320/1756609/bj-habibie-ilmu-pengetahuan-jadi-modal-penting-untuk-negara-maju</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/15/320/1756609/bj-habibie-ilmu-pengetahuan-jadi-modal-penting-untuk-negara-maju"/><item><title>BJ Habibie: Ilmu Pengetahuan Jadi Modal Penting untuk Negara Maju!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/15/320/1756609/bj-habibie-ilmu-pengetahuan-jadi-modal-penting-untuk-negara-maju</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/15/320/1756609/bj-habibie-ilmu-pengetahuan-jadi-modal-penting-untuk-negara-maju</guid><pubDate>Selasa 15 Agustus 2017 19:52 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/15/320/1756609/bj-habibie-ilmu-pengetahuan-jadi-modal-penting-untuk-negara-maju-Q48R0At3dd.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/15/320/1756609/bj-habibie-ilmu-pengetahuan-jadi-modal-penting-untuk-negara-maju-Q48R0At3dd.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penentu kemajuan suatu negara.
&quot;Ilmu pengetahuan menjadi modal penting untuk membuat suatu bangsa dan negara maju. Dengan ilmu, kualitas sumber daya manusia jadi terbarukan, lebih inovatif, dan produktif,&quot; ujar dia saat memberikan pidato kebangsaan di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, Selasa (15/8/2017).  Menurut dia, manfaat lain yang dapat dirasakan dari penguatan SDM ini adalah adanya kemampuan bangsa untuk bersaing di ranah internasional.  &quot;Tapi perlu juga didukung dengan kreativitas,&quot; tambah dia kemudian.
Baca Juga:

Soal Penurunan Daya Beli, Ketua DK OJK: Hanya Perubahan Gaya Hidup Saja


 
Benarkah Tingginya Suku Bunga Jadi Penyebab Daya Beli Turun? Begini Jawaban Ketua OJK

Pada kesempatan itu, Habibie sempat pula mengungkit soal Indonesia yang akan mendapatkan bonus demografi pada 2020, yang mana jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) akan mencapai sekira 70%.  Jauh lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun), yang hanya mencapai 30% pada tahun tersebut.  Pria yang juga dikenal sebagai ahli di bidang penerbangan ini beranggapan bahwa kelak bonus demografi akan memberikan keuntungan bagi Tanah Air.  &quot;Jika kita bandingkan, di Eropa, China, dan Jepang itu kan lebih banyak orang tuanya, sedangkan di masa depan, Indonesia dijalankan oleh para pemuda. Ini saya optimistis masa depan Indonesia akan lebih baik,&quot; tutur dia.
Baca Juga:

Ekspor Juni Menyusut, Menko Darmin: Ekonomi Kian Membaik di Semester II!


 
Soal Daya Beli Turun, Kadin: Perlu Stimulus Pajak!

Sementara itu, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga hadir dalam dialog bertema &amp;lsquo;Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan&amp;rsquo; di LIPI itu, turut berpesan kepada Bangsa Indonesia untuk mengedepankan kerja keras.  Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan masyarakat agar mulai saat ini dapat meninggalkan sikap-sikap pesimis, yang dinilai sebagai faktor penghambat kemajuan Indonesia.  &quot;Menjadi negara maju dan sukses itu tidak datang dari langit, harus diperjuangkan bersama,&quot; ucap SBY.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden ketiga RI Bacharuddin Jusuf Habibie menekankan bahwa kualitas sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu penentu kemajuan suatu negara.
&quot;Ilmu pengetahuan menjadi modal penting untuk membuat suatu bangsa dan negara maju. Dengan ilmu, kualitas sumber daya manusia jadi terbarukan, lebih inovatif, dan produktif,&quot; ujar dia saat memberikan pidato kebangsaan di Kantor Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Jakarta, Selasa (15/8/2017).  Menurut dia, manfaat lain yang dapat dirasakan dari penguatan SDM ini adalah adanya kemampuan bangsa untuk bersaing di ranah internasional.  &quot;Tapi perlu juga didukung dengan kreativitas,&quot; tambah dia kemudian.
Baca Juga:

Soal Penurunan Daya Beli, Ketua DK OJK: Hanya Perubahan Gaya Hidup Saja


 
Benarkah Tingginya Suku Bunga Jadi Penyebab Daya Beli Turun? Begini Jawaban Ketua OJK

Pada kesempatan itu, Habibie sempat pula mengungkit soal Indonesia yang akan mendapatkan bonus demografi pada 2020, yang mana jumlah usia angkatan kerja (15-64 tahun) akan mencapai sekira 70%.  Jauh lebih banyak dibandingkan dengan penduduk yang tidak produktif (usia 14 tahun ke bawah dan usia di atas 65 tahun), yang hanya mencapai 30% pada tahun tersebut.  Pria yang juga dikenal sebagai ahli di bidang penerbangan ini beranggapan bahwa kelak bonus demografi akan memberikan keuntungan bagi Tanah Air.  &quot;Jika kita bandingkan, di Eropa, China, dan Jepang itu kan lebih banyak orang tuanya, sedangkan di masa depan, Indonesia dijalankan oleh para pemuda. Ini saya optimistis masa depan Indonesia akan lebih baik,&quot; tutur dia.
Baca Juga:

Ekspor Juni Menyusut, Menko Darmin: Ekonomi Kian Membaik di Semester II!


 
Soal Daya Beli Turun, Kadin: Perlu Stimulus Pajak!

Sementara itu, Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono, yang juga hadir dalam dialog bertema &amp;lsquo;Mengelola Keberagaman Meneguhkan Keindonesiaan&amp;rsquo; di LIPI itu, turut berpesan kepada Bangsa Indonesia untuk mengedepankan kerja keras.  Ketua Umum Partai Demokrat tersebut juga mengingatkan masyarakat agar mulai saat ini dapat meninggalkan sikap-sikap pesimis, yang dinilai sebagai faktor penghambat kemajuan Indonesia.  &quot;Menjadi negara maju dan sukses itu tidak datang dari langit, harus diperjuangkan bersama,&quot; ucap SBY.</content:encoded></item></channel></rss>
