<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indef: RAPBN 2018 Lebih Hati-Hati dan Kredibel</title><description>Pemerintah telah menyerahkan daftar asumsi makro RAPBN tahun 2018 kepada Dewan Perwakilan  Rakyat (DPR) RI.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/20/1758282/indef-rapbn-2018-lebih-hati-hati-dan-kredibel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/20/1758282/indef-rapbn-2018-lebih-hati-hati-dan-kredibel"/><item><title>Indef: RAPBN 2018 Lebih Hati-Hati dan Kredibel</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/20/1758282/indef-rapbn-2018-lebih-hati-hati-dan-kredibel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/20/1758282/indef-rapbn-2018-lebih-hati-hati-dan-kredibel</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2017 13:41 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/18/20/1758282/indef-rapbn-2018-lebih-hati-hati-dan-kredibel-gq7b3t8Kpj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/18/20/1758282/indef-rapbn-2018-lebih-hati-hati-dan-kredibel-gq7b3t8Kpj.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description> 
JAKARTA - Pemerintah telah menyerahkan daftar asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Adapun pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,4%, inflasi diperkirakan tetap dapat terjaga di tingkat 3,5%, dan nilai tukar Rupiah diperkirakan berkisar Rp13.500 per USD. Sedangkan rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan pada 2018 diperkirakan sekira 5,3% serta asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar USD48 per barel.

Ekonom Indef Berly Martawardaya mengatakan, asumsi yang dipatok oleh pemerintah ini lebih berhati-hati karena menjelang Pemilihan Umum 2019.
Baca Juga: 
Fokus Pemerataan Ekonomi, Jokowi: Ini Janji Kemerdekaan yang Harus Diwujudkan
Jokowi Anggarkan Rp440 Triliun untuk Dana Pendidikan, Apa Saja Sasarannya?
&quot;RAPBN 2018 lebih berhati-hati dan kredibel karena ini RAPBN terakhir sebelum pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019,&quot; ungkapnya di Kantor Indef, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, pertumbuhan alokasi belanja di RAPBN 2018 lebih kecil dibandingkan outlook 2017. Selain itu, defisit di outlook 2017 sebesar 2,67% pada 2018 dipatok sebesar 2,19% serta utang alokasi pembayaran utang juga lebih kecil dari 2017 sebesar Rp362,9 triliun menjadi Rp325,9 triliun di RAPBN 2018.

&quot;Kami lihat ada upaya beres-beres sehingga di RAPBN 2018, utang besar akan coba ditekan sehingga neracanya bersih menuju Pileg 2019,&quot; jelasnya.
Baca Juga:
Belanja Pemerintah Pusat Rp1.443 Triliun pada 2018, Terbesar untuk Kementerian dan Lembaga Rp814,1 Triliun
PIDATO PRESIDEN: Kita Harus Ingat! Bangun Indonesia Adalah Membangun Manusia
Berly menjelaskan 3 tahun terakhir ini, kritik ekonomi selalu muncul dengan mengatakan ekonomi terlalu ambisius, sehingga dalam 3 tahun terakhir target pajak tidak tercapai. Sehingga sekarang dibuat lebih hati-hati agar bisa dicapai dan tidak mengganggu pemilihan umum.

&quot;Tiga tahun terakhir target pajak tidak tercapai, tahun lalu target pajak malah dipotong oleh Bu Menkeu, ini mengganggu perjalanan kepala daerah yang sudah dipilih secara sah,&quot; tukasnya.
Baca Juga: PIDATO PRESIDEN: Terungkap, Ini Alasan Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur di Perbatasan
</description><content:encoded> 
JAKARTA - Pemerintah telah menyerahkan daftar asumsi makro Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2018 kepada Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.

Adapun pertumbuhan ekonomi ditargetkan sebesar 5,4%, inflasi diperkirakan tetap dapat terjaga di tingkat 3,5%, dan nilai tukar Rupiah diperkirakan berkisar Rp13.500 per USD. Sedangkan rata-rata suku bunga Surat Perbendaharaan Negara (SPN) 3 bulan pada 2018 diperkirakan sekira 5,3% serta asumsi rata-rata harga minyak mentah Indonesia diperkirakan sebesar USD48 per barel.

Ekonom Indef Berly Martawardaya mengatakan, asumsi yang dipatok oleh pemerintah ini lebih berhati-hati karena menjelang Pemilihan Umum 2019.
Baca Juga: 
Fokus Pemerataan Ekonomi, Jokowi: Ini Janji Kemerdekaan yang Harus Diwujudkan
Jokowi Anggarkan Rp440 Triliun untuk Dana Pendidikan, Apa Saja Sasarannya?
&quot;RAPBN 2018 lebih berhati-hati dan kredibel karena ini RAPBN terakhir sebelum pemilihan legislatif dan pemilihan presiden 2019,&quot; ungkapnya di Kantor Indef, Jakarta, Jumat (18/8/2017).

Menurutnya, pertumbuhan alokasi belanja di RAPBN 2018 lebih kecil dibandingkan outlook 2017. Selain itu, defisit di outlook 2017 sebesar 2,67% pada 2018 dipatok sebesar 2,19% serta utang alokasi pembayaran utang juga lebih kecil dari 2017 sebesar Rp362,9 triliun menjadi Rp325,9 triliun di RAPBN 2018.

&quot;Kami lihat ada upaya beres-beres sehingga di RAPBN 2018, utang besar akan coba ditekan sehingga neracanya bersih menuju Pileg 2019,&quot; jelasnya.
Baca Juga:
Belanja Pemerintah Pusat Rp1.443 Triliun pada 2018, Terbesar untuk Kementerian dan Lembaga Rp814,1 Triliun
PIDATO PRESIDEN: Kita Harus Ingat! Bangun Indonesia Adalah Membangun Manusia
Berly menjelaskan 3 tahun terakhir ini, kritik ekonomi selalu muncul dengan mengatakan ekonomi terlalu ambisius, sehingga dalam 3 tahun terakhir target pajak tidak tercapai. Sehingga sekarang dibuat lebih hati-hati agar bisa dicapai dan tidak mengganggu pemilihan umum.

&quot;Tiga tahun terakhir target pajak tidak tercapai, tahun lalu target pajak malah dipotong oleh Bu Menkeu, ini mengganggu perjalanan kepala daerah yang sudah dipilih secara sah,&quot; tukasnya.
Baca Juga: PIDATO PRESIDEN: Terungkap, Ini Alasan Jokowi Gencar Bangun Infrastruktur di Perbatasan
</content:encoded></item></channel></rss>
