<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Anomali Cuaca, PT Garam Revisi Target Produksi Jadi 225.000 Ton</title><description>Manajemen PT Garam (Persero) merevisi target produksi garam yang semula ditetapkan sebanyak 350.000 ton menjadi 225.000 ton.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758620/anomali-cuaca-pt-garam-revisi-target-produksi-jadi-225-000-ton</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758620/anomali-cuaca-pt-garam-revisi-target-produksi-jadi-225-000-ton"/><item><title>Anomali Cuaca, PT Garam Revisi Target Produksi Jadi 225.000 Ton</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758620/anomali-cuaca-pt-garam-revisi-target-produksi-jadi-225-000-ton</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758620/anomali-cuaca-pt-garam-revisi-target-produksi-jadi-225-000-ton</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2017 20:01 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/18/320/1758620/anomali-cuaca-pt-garam-revisi-target-produksi-jadi-225-000-ton-nHGUv0jRqV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/18/320/1758620/anomali-cuaca-pt-garam-revisi-target-produksi-jadi-225-000-ton-nHGUv0jRqV.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>SUMENEP - Manajemen PT Garam (Persero) merevisi target produksi garam yang semula ditetapkan sebanyak 350.000 ton menjadi 225.000 ton akibat terjadinya anomali cuaca pada kemarau tahun ini.
&quot;Publik pun sudah paham jika kemarau tahun ini berjalan tidak normal atau masih sering terjadi hujan dan selanjutnya produksi garam mengalami kendala,&quot; kata Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko di Sumenep, Jawa Timur, Jumat (18/8/2017).  Sebelumnya, manajemen PT Garam menargetkan produksi garam pada tahun ini sebanyak 350.000 ton dari sekira 5.600 hektare lahan pegaraman yang dimilikinya.
Baca Juga:

Impor Garam, Produksi Dalam Negeri Harus Diperhatikan


 
Bisa Rusak Harga, Pemerintah Diminta Stop Impor Garam saat Puncak Panen Petani

Lahan pegaraman yang dimiliki PT Garam berada di dua provinsi, yakni 5.200 hektare di Jawa Timur (Sumenep, Pamekasan, dan Sampang) dan 400 hektare di Nusa Tenggara Timur (Kupang).  Kondisi cuaca yang tidak normal pada kemarau tahun ini membuat produksi garam oleh PT Garam maupun petani garam rakyat tidak maksimal.  &quot;Semoga saja kondisi cuaca pada saat ini hingga dasarian II atau sekitar pekan ketiga Desember 2017, normal, dan selanjutnya produksi garam bisa maksimal,&quot; ujarnya.
Baca Juga:

Wih, Sofyan Djalil Segera Layangkan Surat Peringatan soal Lahan Garam di NTT


 
Banyak Daerah di Indonesia Berpotensi Hasilkan Garam, Ini Daftarnya

Budi juga mengemukakan, target produksi garam tahun ini yang direvisi menjadi 225 ribu ton itu dengan catatan kondisi cuaca hingga dasarian II Desember 2017 berjalan normal.  &quot;Kalau anomali cuaca masih berlanjut tentunya sulit bagi kami untuk memproduksi garam secara maksimal. Saat ini saja di kawasan Sumenep dan sekitarnya mendung lagi,&quot; katanya, menerangkan.  Untuk sementara, produksi garam yang dihasilkan dari lahan pegaraman di Jawa Timur masih sekitar 13.000 dan NTT sekira 1.500 ton.</description><content:encoded>SUMENEP - Manajemen PT Garam (Persero) merevisi target produksi garam yang semula ditetapkan sebanyak 350.000 ton menjadi 225.000 ton akibat terjadinya anomali cuaca pada kemarau tahun ini.
&quot;Publik pun sudah paham jika kemarau tahun ini berjalan tidak normal atau masih sering terjadi hujan dan selanjutnya produksi garam mengalami kendala,&quot; kata Direktur Produksi PT Garam, Budi Sasongko di Sumenep, Jawa Timur, Jumat (18/8/2017).  Sebelumnya, manajemen PT Garam menargetkan produksi garam pada tahun ini sebanyak 350.000 ton dari sekira 5.600 hektare lahan pegaraman yang dimilikinya.
Baca Juga:

Impor Garam, Produksi Dalam Negeri Harus Diperhatikan


 
Bisa Rusak Harga, Pemerintah Diminta Stop Impor Garam saat Puncak Panen Petani

Lahan pegaraman yang dimiliki PT Garam berada di dua provinsi, yakni 5.200 hektare di Jawa Timur (Sumenep, Pamekasan, dan Sampang) dan 400 hektare di Nusa Tenggara Timur (Kupang).  Kondisi cuaca yang tidak normal pada kemarau tahun ini membuat produksi garam oleh PT Garam maupun petani garam rakyat tidak maksimal.  &quot;Semoga saja kondisi cuaca pada saat ini hingga dasarian II atau sekitar pekan ketiga Desember 2017, normal, dan selanjutnya produksi garam bisa maksimal,&quot; ujarnya.
Baca Juga:

Wih, Sofyan Djalil Segera Layangkan Surat Peringatan soal Lahan Garam di NTT


 
Banyak Daerah di Indonesia Berpotensi Hasilkan Garam, Ini Daftarnya

Budi juga mengemukakan, target produksi garam tahun ini yang direvisi menjadi 225 ribu ton itu dengan catatan kondisi cuaca hingga dasarian II Desember 2017 berjalan normal.  &quot;Kalau anomali cuaca masih berlanjut tentunya sulit bagi kami untuk memproduksi garam secara maksimal. Saat ini saja di kawasan Sumenep dan sekitarnya mendung lagi,&quot; katanya, menerangkan.  Untuk sementara, produksi garam yang dihasilkan dari lahan pegaraman di Jawa Timur masih sekitar 13.000 dan NTT sekira 1.500 ton.</content:encoded></item></channel></rss>
