<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Go International, Bandara Blimbingsari Serap Investasi Rp300 Miliar untuk Tahap I</title><description>Terkait investasi untuk pengembangan sisi udara tersebut, untuk tahap pertama, yaitu Rp300 miliar termasuk pengembangan apron.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758642/go-international-bandara-blimbingsari-serap-investasi-rp300-miliar-untuk-tahap-i</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758642/go-international-bandara-blimbingsari-serap-investasi-rp300-miliar-untuk-tahap-i"/><item><title>Go International, Bandara Blimbingsari Serap Investasi Rp300 Miliar untuk Tahap I</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758642/go-international-bandara-blimbingsari-serap-investasi-rp300-miliar-untuk-tahap-i</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758642/go-international-bandara-blimbingsari-serap-investasi-rp300-miliar-untuk-tahap-i</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2017 20:20 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/18/320/1758642/go-international-bandara-blimbingsari-serap-investasi-rp300-miliar-untuk-tahap-i-pY3aPDNGKV.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/18/320/1758642/go-international-bandara-blimbingsari-serap-investasi-rp300-miliar-untuk-tahap-i-pY3aPDNGKV.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perhubungan melakukan penandatanganan kesepakatan dengan pemerintah daerah Banyuwangi. Tujuannya, untuk membuat Bandara Blimbingsari naik kelas ke level internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan tahap pertama akan dibangun landasan pacu (runway) yang saat ini masih berukuran 2.250 x 30 meter menjadi 2.500 x 45 meter dan akan dikembangkan lagi menjadi 3.000 x 45 meter.  Sementara itu, lanjut dia, untuk ketebalan landasan pacu (PCN) juga ditambah dari 39 sentimeter menjadi 54 sentimeter. Hal itu dilakukan untuk mendukung infrastruktur bandara internasional yang bisa didarati pesawat berbadan lebar.  Terkait investasi untuk pengembangan sisi udara tersebut, untuk tahap pertama, yaitu Rp300 miliar termasuk pengembangan apron. Agus mengatakan nantinya Bandara Blimbingsari akan dioperasikan oleh PT Angkasa Pura II.
Baca Juga:

Jokowi ke Menhub: Kapan Bangun Bandara di Purbalingga?


 
Temui Jokowi, Ulama Usulkan Pergantian Nama Bandara Silangit

&quot;Dulu dibatasi antara Barat dan Tmur, sekarang BUMN punya perencanaan dan kemampuan masing-masing, kebetulan yang punya antisipasi tajam terhadap ini adalah AP II, AP II juga telah melakukan peninjauan lapangan,&quot; ujarnya, Jumat (18/8/2017).  Dia menambahkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menugaskan AP II untuk mengoperasikan Bandara Blimbingsari.  Dalam kesempatan sama, Bupati Blimbingsari Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya selambat-lambatnya Desember sudah mulai pembangunan bandara tersebut menjadi bandara intrasional. &quot;Target kami itu 2018, Oktober atau November selesai,&quot; katanya.
Baca Juga:

Dimulai Tahun Depan,&amp;nbsp;Upgrade&amp;nbsp;Bandara Jember Tuntas 2019


 
Keren! Bandara Blimbingsari Banyuwangi Bakal&amp;nbsp;Go International

Dengan dikembangkannya Bandara Blimbingsari, Azwar berharap sektor pariwisata semakin berkembang, yaitu sebelum adanya bandara, wisatawan hanya 500.000 orang per tahun, kini 4,3 juta orang per tahun.  &quot;Bulan ini ada tambahan dua maskapai, yaitu Nam Air dan Garuda Indonesia. Banyuwangi juga telah dipilih oleh Bekraf sebagai lima dari daerah untuk syuting film internasional,&quot; imbuhnya.  Dengan demikian, penumpang pesawat pun akan bertambah dari yang saat ini 278.000 per tahun.</description><content:encoded>JAKARTA &amp;ndash; Kementerian Perhubungan melakukan penandatanganan kesepakatan dengan pemerintah daerah Banyuwangi. Tujuannya, untuk membuat Bandara Blimbingsari naik kelas ke level internasional.
Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan Agus Santoso mengatakan tahap pertama akan dibangun landasan pacu (runway) yang saat ini masih berukuran 2.250 x 30 meter menjadi 2.500 x 45 meter dan akan dikembangkan lagi menjadi 3.000 x 45 meter.  Sementara itu, lanjut dia, untuk ketebalan landasan pacu (PCN) juga ditambah dari 39 sentimeter menjadi 54 sentimeter. Hal itu dilakukan untuk mendukung infrastruktur bandara internasional yang bisa didarati pesawat berbadan lebar.  Terkait investasi untuk pengembangan sisi udara tersebut, untuk tahap pertama, yaitu Rp300 miliar termasuk pengembangan apron. Agus mengatakan nantinya Bandara Blimbingsari akan dioperasikan oleh PT Angkasa Pura II.
Baca Juga:

Jokowi ke Menhub: Kapan Bangun Bandara di Purbalingga?


 
Temui Jokowi, Ulama Usulkan Pergantian Nama Bandara Silangit

&quot;Dulu dibatasi antara Barat dan Tmur, sekarang BUMN punya perencanaan dan kemampuan masing-masing, kebetulan yang punya antisipasi tajam terhadap ini adalah AP II, AP II juga telah melakukan peninjauan lapangan,&quot; ujarnya, Jumat (18/8/2017).  Dia menambahkan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah menugaskan AP II untuk mengoperasikan Bandara Blimbingsari.  Dalam kesempatan sama, Bupati Blimbingsari Abdullah Azwar Anas mengatakan pihaknya selambat-lambatnya Desember sudah mulai pembangunan bandara tersebut menjadi bandara intrasional. &quot;Target kami itu 2018, Oktober atau November selesai,&quot; katanya.
Baca Juga:

Dimulai Tahun Depan,&amp;nbsp;Upgrade&amp;nbsp;Bandara Jember Tuntas 2019


 
Keren! Bandara Blimbingsari Banyuwangi Bakal&amp;nbsp;Go International

Dengan dikembangkannya Bandara Blimbingsari, Azwar berharap sektor pariwisata semakin berkembang, yaitu sebelum adanya bandara, wisatawan hanya 500.000 orang per tahun, kini 4,3 juta orang per tahun.  &quot;Bulan ini ada tambahan dua maskapai, yaitu Nam Air dan Garuda Indonesia. Banyuwangi juga telah dipilih oleh Bekraf sebagai lima dari daerah untuk syuting film internasional,&quot; imbuhnya.  Dengan demikian, penumpang pesawat pun akan bertambah dari yang saat ini 278.000 per tahun.</content:encoded></item></channel></rss>
