<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Tokopedia Dapat Suntikan Rp14,6 Triliun, Mendag: Dapat Meningkatkan Perdagangan</title><description>Adapun jumlah dana yang diterima Tokopedia sebesar 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp14,6 triliun.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758722/tokopedia-dapat-suntikan-rp14-6-triliun-mendag-dapat-meningkatkan-perdagangan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758722/tokopedia-dapat-suntikan-rp14-6-triliun-mendag-dapat-meningkatkan-perdagangan"/><item><title>Tokopedia Dapat Suntikan Rp14,6 Triliun, Mendag: Dapat Meningkatkan Perdagangan</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758722/tokopedia-dapat-suntikan-rp14-6-triliun-mendag-dapat-meningkatkan-perdagangan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/18/320/1758722/tokopedia-dapat-suntikan-rp14-6-triliun-mendag-dapat-meningkatkan-perdagangan</guid><pubDate>Jum'at 18 Agustus 2017 22:11 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/18/320/1758722/tokopedia-dapat-suntikan-rp14-6-triliun-mendag-dapat-meningkatkan-perdagangan-2I4jEr7uMI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/18/320/1758722/tokopedia-dapat-suntikan-rp14-6-triliun-mendag-dapat-meningkatkan-perdagangan-2I4jEr7uMI.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia, mendapatkan suntikan dana segar dari perusahaan e-commerce asal China yaitu Alibaba. Adapun jumlah dana yang diterima Tokopedia sebesar 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp14,6 triliun.   Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dihindari dalam dunia perdagangan ke depannya. Sebagai komando sektor perdagangan Indonesia, Enggar sangat mengapresiasi langkah tersebut.   Secara tidak langsung aksi korporasi ini berpotensi meningkatkan perdagangan e-commerce yang ada Indonesia.   &quot;Bagus saja karena itu sesuatu keniscayaan yang enggak bisa dihindari. Itu meningkatkan perdagangan pada akhirnya,&quot; ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Baca Juga:

Perpres&amp;nbsp;Roadmap E-commerce&amp;nbsp;Disahkan Jokowi, Menkominfo: Alhamdulillah, Waktunya Merealisasikan!


 
Simak! Cerita Kepala Bappenas soal Pengusaha Retail yang Remehkan Bisnis&amp;nbsp;Online&amp;nbsp;di RI

Menurut Enggar kehadiran Alibaba ke beberapa e-commerce di Indonesia tidak akan menjadi ancaman bagi bisnis ritel. Jauh sebelum kehadiran Alibaba, Enggar mengatakan bahwa persaingan industri ritel Indonesia memang cukup ketat serta cenderung meningkat.   &quot;Buktinya persaingan yang di dalam begitu ketat adalah Matahari Departement Store dan Matahari Mall.com. Store-nya meningkat, Mataharimall.com meningkat, barang yang sama yang di ambil. Itu enggak bisa dihindari enggak bisa kita abaikan itu kenyataan yang harus kita hadapi,&quot; kata dia.
Baca Juga:

Rapat soal&amp;nbsp;E-Commerce, Menkominfo: Bagaimana Caranya UKM Jual Barang ke China


 
Potensi&amp;nbsp;E-Commerce&amp;nbsp;USD130 Miliar, tapi Mengubah Pola Berdagang Jadi Digital Tak Mudah

Sekadar informasi, dana yang dikucurkan oleh Alibaba Group, akan digunakan untuk meningkatkan skala dan kualitas pelayanan Tokopedia kepada pengguna. Investasi tersebut sekaligus menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.</description><content:encoded>JAKARTA - Perusahaan e-commerce terbesar di Indonesia, Tokopedia, mendapatkan suntikan dana segar dari perusahaan e-commerce asal China yaitu Alibaba. Adapun jumlah dana yang diterima Tokopedia sebesar 1,1 miliar dolar AS atau setara Rp14,6 triliun.   Menanggapi hal tersebut, Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan bahwa kondisi tersebut tidak dapat dihindari dalam dunia perdagangan ke depannya. Sebagai komando sektor perdagangan Indonesia, Enggar sangat mengapresiasi langkah tersebut.   Secara tidak langsung aksi korporasi ini berpotensi meningkatkan perdagangan e-commerce yang ada Indonesia.   &quot;Bagus saja karena itu sesuatu keniscayaan yang enggak bisa dihindari. Itu meningkatkan perdagangan pada akhirnya,&quot; ujarnya di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (18/8/2017).
Baca Juga:

Perpres&amp;nbsp;Roadmap E-commerce&amp;nbsp;Disahkan Jokowi, Menkominfo: Alhamdulillah, Waktunya Merealisasikan!


 
Simak! Cerita Kepala Bappenas soal Pengusaha Retail yang Remehkan Bisnis&amp;nbsp;Online&amp;nbsp;di RI

Menurut Enggar kehadiran Alibaba ke beberapa e-commerce di Indonesia tidak akan menjadi ancaman bagi bisnis ritel. Jauh sebelum kehadiran Alibaba, Enggar mengatakan bahwa persaingan industri ritel Indonesia memang cukup ketat serta cenderung meningkat.   &quot;Buktinya persaingan yang di dalam begitu ketat adalah Matahari Departement Store dan Matahari Mall.com. Store-nya meningkat, Mataharimall.com meningkat, barang yang sama yang di ambil. Itu enggak bisa dihindari enggak bisa kita abaikan itu kenyataan yang harus kita hadapi,&quot; kata dia.
Baca Juga:

Rapat soal&amp;nbsp;E-Commerce, Menkominfo: Bagaimana Caranya UKM Jual Barang ke China


 
Potensi&amp;nbsp;E-Commerce&amp;nbsp;USD130 Miliar, tapi Mengubah Pola Berdagang Jadi Digital Tak Mudah

Sekadar informasi, dana yang dikucurkan oleh Alibaba Group, akan digunakan untuk meningkatkan skala dan kualitas pelayanan Tokopedia kepada pengguna. Investasi tersebut sekaligus menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia.</content:encoded></item></channel></rss>
