<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Dihadiri Wapres JK, Diaspora Indonesia Bahas Isu Hemat Energi hingga Perekonomian Papua</title><description>Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membuka &amp;lsquo;Indonesian Diaspora  Global Summit&amp;rsquo; atau Pertemuan Diaspora Indonesia Global di Jakarta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/21/320/1759689/dihadiri-wapres-jk-diaspora-indonesia-bahas-isu-hemat-energi-hingga-perekonomian-papua</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/21/320/1759689/dihadiri-wapres-jk-diaspora-indonesia-bahas-isu-hemat-energi-hingga-perekonomian-papua"/><item><title>Dihadiri Wapres JK, Diaspora Indonesia Bahas Isu Hemat Energi hingga Perekonomian Papua</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/21/320/1759689/dihadiri-wapres-jk-diaspora-indonesia-bahas-isu-hemat-energi-hingga-perekonomian-papua</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/21/320/1759689/dihadiri-wapres-jk-diaspora-indonesia-bahas-isu-hemat-energi-hingga-perekonomian-papua</guid><pubDate>Senin 21 Agustus 2017 11:04 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/21/320/1759689/dihadiri-wapres-jk-diaspora-indonesia-bahas-isu-hemat-energi-hingga-perekonomian-papua-ToGpdzzbXo.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Antara)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/21/320/1759689/dihadiri-wapres-jk-diaspora-indonesia-bahas-isu-hemat-energi-hingga-perekonomian-papua-ToGpdzzbXo.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Antara)</title></images><description>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membuka &amp;lsquo;Indonesian Diaspora Global Summit&amp;rsquo; atau Pertemuan Diaspora Indonesia Global di Jakarta.

Wapres RI hadir di Aula Hotel JS Luwansa, Jakarta didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Pertemuan Diaspora Indonesia Global diselenggarakan Indonesian Diaspora Network (IDN) dan Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) untuk pertama kalinya pada 2017 setelah tiga kali mengadakan Kongres IDN.

Menurut penanggung jawab pertemuan IDN Global Edward Wanandi, acara tersebut diselenggarakan sebagai ajang tukar pikiran antardiaspora dan pemangku kepentingan nasional untuk pembangunan Indonesia.

&quot;Kami juga ingin mendengar dari pemerintah apa yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia sehingga kami bisa lebih berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia karena kadang apa yang kami anggap penting tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat kita,&quot; kata dia.

Indonesian Diaspora Global Summit mengangkat tiga topik utama, yakni pendidikan dan kesehatan untuk Papua dan Papua Barat, kontribusi dari diaspora untuk penghematan energi dengan teknologi mutakhir, dan perlindungan diaspora Indonesia global.</description><content:encoded>JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) membuka &amp;lsquo;Indonesian Diaspora Global Summit&amp;rsquo; atau Pertemuan Diaspora Indonesia Global di Jakarta.

Wapres RI hadir di Aula Hotel JS Luwansa, Jakarta didampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Panjaitan, Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, Menteri/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bambang Brodjonegoro, dan Menteri Tenaga Kerja Hanif Dhakiri.

Pertemuan Diaspora Indonesia Global diselenggarakan Indonesian Diaspora Network (IDN) dan Indonesian Diaspora Business Council (IDBC) untuk pertama kalinya pada 2017 setelah tiga kali mengadakan Kongres IDN.

Menurut penanggung jawab pertemuan IDN Global Edward Wanandi, acara tersebut diselenggarakan sebagai ajang tukar pikiran antardiaspora dan pemangku kepentingan nasional untuk pembangunan Indonesia.

&quot;Kami juga ingin mendengar dari pemerintah apa yang diperlukan oleh masyarakat Indonesia sehingga kami bisa lebih berpartisipasi dalam pembangunan Indonesia karena kadang apa yang kami anggap penting tidak terlalu dibutuhkan oleh masyarakat kita,&quot; kata dia.

Indonesian Diaspora Global Summit mengangkat tiga topik utama, yakni pendidikan dan kesehatan untuk Papua dan Papua Barat, kontribusi dari diaspora untuk penghematan energi dengan teknologi mutakhir, dan perlindungan diaspora Indonesia global.</content:encoded></item></channel></rss>
