<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Curhatan Dirut Bulog Kejar Pasokan Beras 1 Juta Ton di Akhir Tahun</title><description>Presiden Jokowi telah melakukan pertemuan dengan Direktur  Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760517/curhatan-dirut-bulog-kejar-pasokan-beras-1-juta-ton-di-akhir-tahun</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760517/curhatan-dirut-bulog-kejar-pasokan-beras-1-juta-ton-di-akhir-tahun"/><item><title>Curhatan Dirut Bulog Kejar Pasokan Beras 1 Juta Ton di Akhir Tahun</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760517/curhatan-dirut-bulog-kejar-pasokan-beras-1-juta-ton-di-akhir-tahun</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760517/curhatan-dirut-bulog-kejar-pasokan-beras-1-juta-ton-di-akhir-tahun</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2017 12:09 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/22/320/1760517/curhatan-dirut-bulog-kejar-pasokan-beras-1-juta-ton-di-akhir-tahun-tLugGHXtan.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Dirut Bulog Djarot Kusumayakti (Foto: Dedy Afrianto/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/22/320/1760517/curhatan-dirut-bulog-kejar-pasokan-beras-1-juta-ton-di-akhir-tahun-tLugGHXtan.jpg</image><title>Dirut Bulog Djarot Kusumayakti (Foto: Dedy Afrianto/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti. Pertemuan ini turut membahas tentang stok beras.

&quot;Ya secara umum bahas beras,&quot; kata Djarot di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Harga Eceran Tertinggi Beras, Mendag: Tidak Alot tapi Masih Berbeda
Menurut Djarot, saat ini stok beras secara nasional masih berada pada level aman. Untuk itu, diharapkan tak lagi ada spekulasi terkait stok beras di Indonesia.

&quot;Kalau keberadaannya ini pasti aman, yang menurut saya sih aman dari keberadaan, yang sering menjadi tidak aman adalah ada ketidakyakinan bahwa cukup atau tidak, kondisi ini sering menyebabkan spekulasi. Nah kita jaga, kita yakinkan ini, kita siapkan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Kajian HET Beras, Pemerintah Harus Tampung Aspirasi Petani dan Pedagang
Menurut catatan Bulog, saat ini stok beras di Indonesia mencapai 1, 7 juta ton. Namun, stok beras ini akan digunakan untuk keperluan lainnya seperti program beras sejahtera, hingga cadangan untuk bencana.

Bulog pun menargetkan stok beras dapat mencapai lebih dari 1 juta ton hingga akhir tahun. Untuk itu, penyerapan gabah akan terus dilakukan oleh pemerintah.

&quot;Hasil akhirnya ini kepinginnya kembalikan di atas 1 juta (ton),&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Wah! Ada 2 Varietas Padi Baru dengan Teknologi Canggih
Menurut Djarot, Bulog akan terus melakukan penyerapan gabah pada berbagai daerah. Penyerapan gabah ini akan terus dilakukan sekalipun nantinya harga gabah mengalami kenaikan.

&quot;Ya serap terus. Harga enggak tinggi juga, kita kan dikasih fleksibilitas harga, kita sudah lakukan. Kita coba terus serap dalam kondisi menjelang akhir tahun ini untuk menggantikan beras yang keluar sehingga di akhir tahun (stok) kita masih terjaga,&quot; ungkapnya.

Djarot memastikan Bulog memiliki anggaran yang cukup untuk menyerap gabah. Anggaran dari internal Bulog juga akan digunakan untuk melakukan penyerapan gabah pada berbagai daerah di Indonesia.

&quot;Kita serap pakai anggaran dari internal itu memang ada. Kita cari ke bank-bank, banyak, ada anggaran, intinya ada. Nanti di-back up oleh sistem,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melakukan pertemuan dengan Direktur Utama Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Bulog) Djarot Kusumayakti. Pertemuan ini turut membahas tentang stok beras.

&quot;Ya secara umum bahas beras,&quot; kata Djarot di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (22/8/2017).
&amp;nbsp;Baca juga: Soal Harga Eceran Tertinggi Beras, Mendag: Tidak Alot tapi Masih Berbeda
Menurut Djarot, saat ini stok beras secara nasional masih berada pada level aman. Untuk itu, diharapkan tak lagi ada spekulasi terkait stok beras di Indonesia.

&quot;Kalau keberadaannya ini pasti aman, yang menurut saya sih aman dari keberadaan, yang sering menjadi tidak aman adalah ada ketidakyakinan bahwa cukup atau tidak, kondisi ini sering menyebabkan spekulasi. Nah kita jaga, kita yakinkan ini, kita siapkan,&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Kajian HET Beras, Pemerintah Harus Tampung Aspirasi Petani dan Pedagang
Menurut catatan Bulog, saat ini stok beras di Indonesia mencapai 1, 7 juta ton. Namun, stok beras ini akan digunakan untuk keperluan lainnya seperti program beras sejahtera, hingga cadangan untuk bencana.

Bulog pun menargetkan stok beras dapat mencapai lebih dari 1 juta ton hingga akhir tahun. Untuk itu, penyerapan gabah akan terus dilakukan oleh pemerintah.

&quot;Hasil akhirnya ini kepinginnya kembalikan di atas 1 juta (ton),&quot; ujarnya.
&amp;nbsp;Baca juga: Wah! Ada 2 Varietas Padi Baru dengan Teknologi Canggih
Menurut Djarot, Bulog akan terus melakukan penyerapan gabah pada berbagai daerah. Penyerapan gabah ini akan terus dilakukan sekalipun nantinya harga gabah mengalami kenaikan.

&quot;Ya serap terus. Harga enggak tinggi juga, kita kan dikasih fleksibilitas harga, kita sudah lakukan. Kita coba terus serap dalam kondisi menjelang akhir tahun ini untuk menggantikan beras yang keluar sehingga di akhir tahun (stok) kita masih terjaga,&quot; ungkapnya.

Djarot memastikan Bulog memiliki anggaran yang cukup untuk menyerap gabah. Anggaran dari internal Bulog juga akan digunakan untuk melakukan penyerapan gabah pada berbagai daerah di Indonesia.

&quot;Kita serap pakai anggaran dari internal itu memang ada. Kita cari ke bank-bank, banyak, ada anggaran, intinya ada. Nanti di-back up oleh sistem,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
