<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 8-10%, BI Sudah Pantau Business Plan Bank</title><description>Pertumbuhan kredit sebelumnya ditetapkan sebesar 10-12% direvisi menjadi  8-10%. Untuk di 2018, BI menetapkan pertumbuhan kredit perbankan  10-12%.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760923/revisi-pertumbuhan-kredit-jadi-8-10-bi-sudah-pantau-business-plan-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760923/revisi-pertumbuhan-kredit-jadi-8-10-bi-sudah-pantau-business-plan-bank"/><item><title>Revisi Pertumbuhan Kredit Jadi 8-10%, BI Sudah Pantau Business Plan Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760923/revisi-pertumbuhan-kredit-jadi-8-10-bi-sudah-pantau-business-plan-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/22/320/1760923/revisi-pertumbuhan-kredit-jadi-8-10-bi-sudah-pantau-business-plan-bank</guid><pubDate>Selasa 22 Agustus 2017 19:29 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/22/320/1760923/revisi-pertumbuhan-kredit-jadi-8-10-bi-sudah-pantau-business-plan-bank-zMlANpMRws.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Feby Novalius/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/22/320/1760923/revisi-pertumbuhan-kredit-jadi-8-10-bi-sudah-pantau-business-plan-bank-zMlANpMRws.jpg</image><title>Foto: Feby Novalius/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Agustus 2017. Selain mengumumkan penurunan suku bunga 7 Day Repo Rate menjadi 4,5%, RDG juga memutuskan untuk merevisi pertumbuhan kredit perbankan.
Pertumbuhan kredit sebelumnya ditetapkan sebesar 10-12% direvisi menjadi 8-10%. Untuk di 2018, BI menetapkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12%.
Baca juga: Ketua OJK: Saya Yakin Suku Bunga Kredit Bisa Single Digit
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, alasan utama menurunkan pertumbuhan kredit di sisa tahun ini karena perkembangan sampai Juni, pertumbuhan kredit secara year to date berada di bawah 3%.
BI juga telah melihat business plan perbankan dan dengan analisa pertumbuhan ekonomi Indonesia, kondisi perbankan dalam kondisi konsolidasi karena ada peningkatan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL).
Baca juga: Sulit Tumbuh Tahun Ini, Gubernur BI Yakin Pertumbuhan Kredit Double Digit di 2018
&quot;Selain itu, perbankan juga masih melihat kondisi harga komoditas dunia yang terkoreksi di kuartal II. Jadi ekspansi akan terbatas sehingga kita proyeksi pertumbuhan kredit itu 8-10%,&quot;ujarnya, di Kompleks BI, Jakarta, Selasa (22/8/2017).
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, bahwa pertumbuhan kredit untuk tahun ini memang pertumbuhannya tidak besar. Namun diharapkan dengan diturunkannya suku 7 Day Reverse menjadi 4,5% diharapkan pertumbuhan kredit bisa lebih meningkat.
Baca juga: OJK: Keputusan Restrukturisasi Kredit Perbankan Sebelum 24 Agustus!
&quot;Diharapkan tahun depan kredit tinggi.  Penurunan suku bunga kebijakan bisa dorong suku bunga perbankan,&quot;ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) telah melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 21-22 Agustus 2017. Selain mengumumkan penurunan suku bunga 7 Day Repo Rate menjadi 4,5%, RDG juga memutuskan untuk merevisi pertumbuhan kredit perbankan.
Pertumbuhan kredit sebelumnya ditetapkan sebesar 10-12% direvisi menjadi 8-10%. Untuk di 2018, BI menetapkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12%.
Baca juga: Ketua OJK: Saya Yakin Suku Bunga Kredit Bisa Single Digit
Gubernur BI Agus Martowardojo mengatakan, alasan utama menurunkan pertumbuhan kredit di sisa tahun ini karena perkembangan sampai Juni, pertumbuhan kredit secara year to date berada di bawah 3%.
BI juga telah melihat business plan perbankan dan dengan analisa pertumbuhan ekonomi Indonesia, kondisi perbankan dalam kondisi konsolidasi karena ada peningkatan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL).
Baca juga: Sulit Tumbuh Tahun Ini, Gubernur BI Yakin Pertumbuhan Kredit Double Digit di 2018
&quot;Selain itu, perbankan juga masih melihat kondisi harga komoditas dunia yang terkoreksi di kuartal II. Jadi ekspansi akan terbatas sehingga kita proyeksi pertumbuhan kredit itu 8-10%,&quot;ujarnya, di Kompleks BI, Jakarta, Selasa (22/8/2017).
Sementara itu, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo menambahkan, bahwa pertumbuhan kredit untuk tahun ini memang pertumbuhannya tidak besar. Namun diharapkan dengan diturunkannya suku 7 Day Reverse menjadi 4,5% diharapkan pertumbuhan kredit bisa lebih meningkat.
Baca juga: OJK: Keputusan Restrukturisasi Kredit Perbankan Sebelum 24 Agustus!
&quot;Diharapkan tahun depan kredit tinggi.  Penurunan suku bunga kebijakan bisa dorong suku bunga perbankan,&quot;ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
