<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Satelit Telkom Ngaco, Gubernur BI Berharap Bank BUMN Bebaskan Biaya Tarik Tunai Antar-Bank</title><description>Pembahasan juga telah dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/28/320/1764821/satelit-telkom-ngaco-gubernur-bi-berharap-bank-bumn-bebaskan-biaya-tarik-tunai-antar-bank</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/28/320/1764821/satelit-telkom-ngaco-gubernur-bi-berharap-bank-bumn-bebaskan-biaya-tarik-tunai-antar-bank"/><item><title>Satelit Telkom Ngaco, Gubernur BI Berharap Bank BUMN Bebaskan Biaya Tarik Tunai Antar-Bank</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/28/320/1764821/satelit-telkom-ngaco-gubernur-bi-berharap-bank-bumn-bebaskan-biaya-tarik-tunai-antar-bank</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/28/320/1764821/satelit-telkom-ngaco-gubernur-bi-berharap-bank-bumn-bebaskan-biaya-tarik-tunai-antar-bank</guid><pubDate>Senin 28 Agustus 2017 19:23 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/28/320/1764821/satelit-telkom-ngaco-gubernur-bi-berharap-bank-bumn-bebaskan-biaya-tarik-tunai-antar-bank-c4mMnh0Fe9.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Gubernur BI Agus DW Martowardojo. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/28/320/1764821/satelit-telkom-ngaco-gubernur-bi-berharap-bank-bumn-bebaskan-biaya-tarik-tunai-antar-bank-c4mMnh0Fe9.jpg</image><title>Gubernur BI Agus DW Martowardojo. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Gangguan pada satelit Telkom-1 telah berdampak pada terganggunya sejumlah jaringan ATM hingga kantor kas dari perbankan. Gangguan satelit ini turut menjadi perhatian dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Otoritas Jasa Keuangan.

&quot;Jadi waktu hari Jumat itu kan ada suatu gangguan anomali bahwa perbankan yang menggunakan jasa pelayanan ATM-nya atau kantor kasnya menggunakan satelit Telkom-1 ada gangguan,&quot; kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8/2017).

&quot;Gangguannya sendiri masih akan dijelaskan karena Telkom sedang bicara dengan vendor yang internasionalnya. Tetapi kita sejak hari Jumat itu terjadi sudah melakukan pembahasan dengan perbankan,&quot; tambah dia.

Baca Juga:&amp;nbsp;Satelit Telkom Gangguan, Perdagangan Pasar Saham Terganggu?

Pembahasan juga telah dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika. Gangguan memang masih dialami, karena satelit ini menjadi salah satu dari andalan perbankan di samping fiber optik.

&quot;Jadi memamg sebetulnya untuk satelit Telkom-1 itu sebetulnya sudah ada alternatif satelit yang lain,yaitu untuk satelit Telkom-2 dan satelit Telkom-3S. Nah beberapa bank itu masih menggunakan Telkom-1 sebagai penyedia jasa jaringan,&quot; ujarnya.

Satelit lainnya pun menjadi opsi dari perbaikan jaringan ATM dan kantor kas. Saat ini, sejumlah perbankan masih melakukan proses pemulihan.

&quot;Hari Jumat itu ada gangguan yang sifatnya anomali, tentu perbankan itu khususnya memperhatikan di kantor kasnya dan di ATMnya, dan langkah pertama adalah mereka mengalihkan agar posisinya tidak menggunakan satelit Telkom-1. Dialihkan ke Telkom-3S atau ada dua satelit yang lain yang juga menyediakan jaringan komunikasi untuk solusi,&quot; ujarnya.

Menurutnya, BI juga terus melakukan peninjauan terkait persoalan ini. Diharapkan, alternatif satelit bisa dimanfaatkan dalam melakukan proses pemulihan.

&quot;Kita sudah minta follow up report pada tadi pagi jam 8 sampai jam 9 untuk membahas dengan Telkom dan ada 5 provider jaringan menggunaan Telkom-1 itu semua sudah bicara dengan Bank Indonesia dan OJK dan juga kita sudah mengundang perbankannya,&quot; ujarnya.

Dia melanjutkan, BI juga mempersiapkan jajaran untuk menghadapi gangguan satelit ini. Layanan kliring dan Real-Time Gross Settlement (RTGS) menjadi perhatian BI agar tak terkena dampak dari gangguan satelit ini.

&quot;Kami dari BI menegaskan bahwa kami mempersiapkan jajaran satuan kerja BI untuk mendukung sistem pembayaran baik itu sistem kliring, sistem RTGS, ataupun pengelolaan uang untuk meyakinkan tidak ada hambatan dari kondisi yang dialami satelit Telkom-1,&quot; ujarnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;30 Agustus, Proses Migrasi Layanan Satelit Telkom 1 yang Bermasalah Selesai

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, terdapat beberapa alternatif satelit bagi perbankan. OJK pujian memberikan apresiasi kepada Bank BCA karena telah berikan pembebasan biaya bagi penarikan tunai antar-bank.

&quot;Sudah kita mitigasi alternatif kontinasi plannya ada, kan telkom bukan satu-satunya, kan bisa BCA kita apresiasi bank-bank yang tidak mengenakan cash kalau menggunakan ATM bank lain,&quot; ujarnya.

Diharapkan, perbankan lain dapat mengikuti langkah dari Bank BCA. Proses pemulihan juga diharapkan dapat terus dilakukan. &quot;Otomatis, bank-bank BUMN juga melakukan,&quot; ungkapnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Gangguan pada satelit Telkom-1 telah berdampak pada terganggunya sejumlah jaringan ATM hingga kantor kas dari perbankan. Gangguan satelit ini turut menjadi perhatian dari Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo dan Otoritas Jasa Keuangan.

&quot;Jadi waktu hari Jumat itu kan ada suatu gangguan anomali bahwa perbankan yang menggunakan jasa pelayanan ATM-nya atau kantor kasnya menggunakan satelit Telkom-1 ada gangguan,&quot; kata Agus di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (28/8/2017).

&quot;Gangguannya sendiri masih akan dijelaskan karena Telkom sedang bicara dengan vendor yang internasionalnya. Tetapi kita sejak hari Jumat itu terjadi sudah melakukan pembahasan dengan perbankan,&quot; tambah dia.

Baca Juga:&amp;nbsp;Satelit Telkom Gangguan, Perdagangan Pasar Saham Terganggu?

Pembahasan juga telah dilakukan bersama Kementerian Komunikasi dan Informatika. Gangguan memang masih dialami, karena satelit ini menjadi salah satu dari andalan perbankan di samping fiber optik.

&quot;Jadi memamg sebetulnya untuk satelit Telkom-1 itu sebetulnya sudah ada alternatif satelit yang lain,yaitu untuk satelit Telkom-2 dan satelit Telkom-3S. Nah beberapa bank itu masih menggunakan Telkom-1 sebagai penyedia jasa jaringan,&quot; ujarnya.

Satelit lainnya pun menjadi opsi dari perbaikan jaringan ATM dan kantor kas. Saat ini, sejumlah perbankan masih melakukan proses pemulihan.

&quot;Hari Jumat itu ada gangguan yang sifatnya anomali, tentu perbankan itu khususnya memperhatikan di kantor kasnya dan di ATMnya, dan langkah pertama adalah mereka mengalihkan agar posisinya tidak menggunakan satelit Telkom-1. Dialihkan ke Telkom-3S atau ada dua satelit yang lain yang juga menyediakan jaringan komunikasi untuk solusi,&quot; ujarnya.

Menurutnya, BI juga terus melakukan peninjauan terkait persoalan ini. Diharapkan, alternatif satelit bisa dimanfaatkan dalam melakukan proses pemulihan.

&quot;Kita sudah minta follow up report pada tadi pagi jam 8 sampai jam 9 untuk membahas dengan Telkom dan ada 5 provider jaringan menggunaan Telkom-1 itu semua sudah bicara dengan Bank Indonesia dan OJK dan juga kita sudah mengundang perbankannya,&quot; ujarnya.

Dia melanjutkan, BI juga mempersiapkan jajaran untuk menghadapi gangguan satelit ini. Layanan kliring dan Real-Time Gross Settlement (RTGS) menjadi perhatian BI agar tak terkena dampak dari gangguan satelit ini.

&quot;Kami dari BI menegaskan bahwa kami mempersiapkan jajaran satuan kerja BI untuk mendukung sistem pembayaran baik itu sistem kliring, sistem RTGS, ataupun pengelolaan uang untuk meyakinkan tidak ada hambatan dari kondisi yang dialami satelit Telkom-1,&quot; ujarnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;30 Agustus, Proses Migrasi Layanan Satelit Telkom 1 yang Bermasalah Selesai

Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso mengatakan, terdapat beberapa alternatif satelit bagi perbankan. OJK pujian memberikan apresiasi kepada Bank BCA karena telah berikan pembebasan biaya bagi penarikan tunai antar-bank.

&quot;Sudah kita mitigasi alternatif kontinasi plannya ada, kan telkom bukan satu-satunya, kan bisa BCA kita apresiasi bank-bank yang tidak mengenakan cash kalau menggunakan ATM bank lain,&quot; ujarnya.

Diharapkan, perbankan lain dapat mengikuti langkah dari Bank BCA. Proses pemulihan juga diharapkan dapat terus dilakukan. &quot;Otomatis, bank-bank BUMN juga melakukan,&quot; ungkapnya.</content:encoded></item></channel></rss>
