<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Waduh! 60,39% Tenaga Kerja Indonesia Cuma Lulusan SD-SMP</title><description>Angkatan kerja Indonesia berjumlah sekira 125 juta orang. Sementara angka pengangguran berada di 5,33%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765587/waduh-60-39-tenaga-kerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-smp</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765587/waduh-60-39-tenaga-kerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-smp"/><item><title>   Waduh! 60,39% Tenaga Kerja Indonesia Cuma Lulusan SD-SMP</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765587/waduh-60-39-tenaga-kerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-smp</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/29/320/1765587/waduh-60-39-tenaga-kerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-smp</guid><pubDate>Selasa 29 Agustus 2017 18:39 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/29/320/1765587/waduh-60-39-tenaga-kerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-smp-DdcGEmHmMx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/29/320/1765587/waduh-60-39-tenaga-kerja-indonesia-cuma-lulusan-sd-smp-DdcGEmHmMx.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Angkatan kerja Indonesia berjumlah sekira 125 juta orang. Sementara angka pengangguran berada di 5,33%,  yang merupakan level terendah sejak era reformasi.

&quot;Namun angkatan kerja kita masih menghadapi permasalahan, dari jumlah angkatan kerja sebanyak 60,39% didominasi lulusan SMP ke bawah,&quot; kata  enteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, dilansir dari akun twitter Kementerian Naker @KemnakerRI, Selasa (29/8/2017).
Baca Juga: Menaker: Angka Pengangguran Berada di Level 5,33%
Dia menjelaskan, Indonesia selalu beorientasi pada pendidikan formal jangka panjang. Dia mengatakan, selalu membedakan antara pendidikan vokasi dengan pelatihan vokasi.

&quot;Ada 60% angkatan kerja lulusan SD-SMP yang tidak bisa akses pendidikan formal. SMA terlalu tua, masuk diploma tidak bisa karena tidak punya ijasah SMA,&quot; ungkap dia.

Pelatihan vokasi, kata dia, menjadi jembatan bagi masyarakat yang less-educated agar bisa masuki pasar kerja dan menjadi kompeten.

&quot;Membangun Indonesia dari pinggiran itu saya tafsirkan membangun Indonesia dari bawah, dari the less-educated,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Menteri Bambang: Asuransi untuk Pengangguran Harus Dikaji Secara Benar!
Untuk itu, Hanif memiliki beberapa jurus untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

&quot;Bagaimana membuat pasar kerja kita menjadi aktif? Negara harus memimpin untuk melakukan investasi SDM. Dengan skema yang lebih fokus dan masif,&quot; kata dia.

Caranya, kata dia, bisa dengan perkuat akses dan mutu. Baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan kerja.

&quot;Industri juga perlu melakukan rekrutmen berbasis kompetensi bukan lagi berdasar pendidikan. Misal lulusan S1 atau bersertifikat kompetensi,&quot; kata dia.

Dia menegaskan, penting untuk perkuat akses dan mutu yang lebih baik dari pendidikan formal dan pelatihan kerja sehingga hasilkan SDM berkualitas.

&quot;Investasi SDM ini tidak bisa jalan kalau hanya pemerintah saja, dunia usaha juga harus aware, mari kita bersama-sama membangun negeri ini,&quot; kata dia.
</description><content:encoded>JAKARTA - Angkatan kerja Indonesia berjumlah sekira 125 juta orang. Sementara angka pengangguran berada di 5,33%,  yang merupakan level terendah sejak era reformasi.

&quot;Namun angkatan kerja kita masih menghadapi permasalahan, dari jumlah angkatan kerja sebanyak 60,39% didominasi lulusan SMP ke bawah,&quot; kata  enteri Tenaga Kerja (Menaker) Hanif Dhakiri, dilansir dari akun twitter Kementerian Naker @KemnakerRI, Selasa (29/8/2017).
Baca Juga: Menaker: Angka Pengangguran Berada di Level 5,33%
Dia menjelaskan, Indonesia selalu beorientasi pada pendidikan formal jangka panjang. Dia mengatakan, selalu membedakan antara pendidikan vokasi dengan pelatihan vokasi.

&quot;Ada 60% angkatan kerja lulusan SD-SMP yang tidak bisa akses pendidikan formal. SMA terlalu tua, masuk diploma tidak bisa karena tidak punya ijasah SMA,&quot; ungkap dia.

Pelatihan vokasi, kata dia, menjadi jembatan bagi masyarakat yang less-educated agar bisa masuki pasar kerja dan menjadi kompeten.

&quot;Membangun Indonesia dari pinggiran itu saya tafsirkan membangun Indonesia dari bawah, dari the less-educated,&quot; ungkap dia.
Baca Juga: Menteri Bambang: Asuransi untuk Pengangguran Harus Dikaji Secara Benar!
Untuk itu, Hanif memiliki beberapa jurus untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia.

&quot;Bagaimana membuat pasar kerja kita menjadi aktif? Negara harus memimpin untuk melakukan investasi SDM. Dengan skema yang lebih fokus dan masif,&quot; kata dia.

Caranya, kata dia, bisa dengan perkuat akses dan mutu. Baik melalui pendidikan formal maupun pelatihan kerja.

&quot;Industri juga perlu melakukan rekrutmen berbasis kompetensi bukan lagi berdasar pendidikan. Misal lulusan S1 atau bersertifikat kompetensi,&quot; kata dia.

Dia menegaskan, penting untuk perkuat akses dan mutu yang lebih baik dari pendidikan formal dan pelatihan kerja sehingga hasilkan SDM berkualitas.

&quot;Investasi SDM ini tidak bisa jalan kalau hanya pemerintah saja, dunia usaha juga harus aware, mari kita bersama-sama membangun negeri ini,&quot; kata dia.
</content:encoded></item></channel></rss>
