<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi Sepakat, 20% Produksi Mobil RI Berbahan Bakar Listrik di 2025</title><description>Menurut Airlangga, Jokowi sepakat untuk melakukan pembatasan terkait  produksi mobil hybrid. Nantinya, mobil listrik harus diproduksi sebesar  20%</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766032/jokowi-sepakat-20-produksi-mobil-ri-berbahan-bakar-listrik-di-2025</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766032/jokowi-sepakat-20-produksi-mobil-ri-berbahan-bakar-listrik-di-2025"/><item><title>Jokowi Sepakat, 20% Produksi Mobil RI Berbahan Bakar Listrik di 2025</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766032/jokowi-sepakat-20-produksi-mobil-ri-berbahan-bakar-listrik-di-2025</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766032/jokowi-sepakat-20-produksi-mobil-ri-berbahan-bakar-listrik-di-2025</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2017 12:48 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/30/320/1766032/jokowi-sepakat-20-produksi-mobil-ri-berbahan-bakar-listrik-di-2025-XkOi7pVUGi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Dedy Afrianto/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/30/320/1766032/jokowi-sepakat-20-produksi-mobil-ri-berbahan-bakar-listrik-di-2025-XkOi7pVUGi.jpg</image><title>Foto: Dedy Afrianto/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini kembali memanggil sejumlah menteri ekonomi ke Istana Kepresidenan. Turut hadir dalam pertemuan ini Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong. Tak hanya itu, turut pula hadir Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Menurut Airlangga, pertemuan ini turut membahas tentang sektor industri. Salah satunya adalah industri mobil listrik.
&quot;Saya juga melaporkan peta jalan mobil listrik. Pada prinsipnya beliau menanyakan mengenai waktu-waktunya, time frame dari mobil listrik,&quot; kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Baca juga: Menperin: 20% Mobil yang Beredar di 2025 Berbahan Bakar Listrik!
Menurut Airlangga, Jokowi sepakat untuk melakukan pembatasan terkait produksi mobil hybrid. Nantinya, mobil listrik harus diproduksi sebesar 20% dari mobil nasional. Artinya, jika produksi mobil nasional mencapai 2 juta unit, maka mobil listrik harus diproduksi sebesar 400.000 unit.
&quot;Salah satu yang kita setujui adalah, beliau menyetujui tahun 2025 itu 20% itu sudah diproduksi dari mobil berbasis electric vehicles,&quot; ujarnya.
Saat ini, proses produksi mobil listrik telah dimulai. Diharapkan nantinya terdapat pabrik spare part mobil listrik di Indonesia.
Baca Juga: Kementerian ESDM Proses Perpres Mobil Listrik, Sampai di Mana Perkembangannya?
&quot;Mulai dari sekarang sampai 2025, kemarin kita sebagian dari pada pabrikan yang ada di Indonesia sudah memamerkan prototypenya. Nah prototype itu kan dia harus melakukan uji coba, uji coba akan dilakukan juga segara di Indonesia dan nanti dari pabrikan akan ada beberapa kendaraan untuk dilakukan pengujian di Indonesia,&quot; ujarnya.
Kerjasama dengan negara lain nantinya akan dilakukan. Saat ini, telah terdapat beberapa negara yang tertarik seperti China hingga Jepang.
Baca Juga: Pasokan Listrik Terbatas, Wapres JK: Bayangkan Bila 2 Juta Mobil Listrik Di-Charge Tiap Malam?
&quot;Ini open untuk berbagai negara. Tapi China sudah menyatakan minat, Jepang minat, Taiwan minat,  nanti kita lihat, kita fasilitasi,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini kembali memanggil sejumlah menteri ekonomi ke Istana Kepresidenan. Turut hadir dalam pertemuan ini Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Thomas Lembong. Tak hanya itu, turut pula hadir Menteri Luar Negeri Retno Marsudi.
Menurut Airlangga, pertemuan ini turut membahas tentang sektor industri. Salah satunya adalah industri mobil listrik.
&quot;Saya juga melaporkan peta jalan mobil listrik. Pada prinsipnya beliau menanyakan mengenai waktu-waktunya, time frame dari mobil listrik,&quot; kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Baca juga: Menperin: 20% Mobil yang Beredar di 2025 Berbahan Bakar Listrik!
Menurut Airlangga, Jokowi sepakat untuk melakukan pembatasan terkait produksi mobil hybrid. Nantinya, mobil listrik harus diproduksi sebesar 20% dari mobil nasional. Artinya, jika produksi mobil nasional mencapai 2 juta unit, maka mobil listrik harus diproduksi sebesar 400.000 unit.
&quot;Salah satu yang kita setujui adalah, beliau menyetujui tahun 2025 itu 20% itu sudah diproduksi dari mobil berbasis electric vehicles,&quot; ujarnya.
Saat ini, proses produksi mobil listrik telah dimulai. Diharapkan nantinya terdapat pabrik spare part mobil listrik di Indonesia.
Baca Juga: Kementerian ESDM Proses Perpres Mobil Listrik, Sampai di Mana Perkembangannya?
&quot;Mulai dari sekarang sampai 2025, kemarin kita sebagian dari pada pabrikan yang ada di Indonesia sudah memamerkan prototypenya. Nah prototype itu kan dia harus melakukan uji coba, uji coba akan dilakukan juga segara di Indonesia dan nanti dari pabrikan akan ada beberapa kendaraan untuk dilakukan pengujian di Indonesia,&quot; ujarnya.
Kerjasama dengan negara lain nantinya akan dilakukan. Saat ini, telah terdapat beberapa negara yang tertarik seperti China hingga Jepang.
Baca Juga: Pasokan Listrik Terbatas, Wapres JK: Bayangkan Bila 2 Juta Mobil Listrik Di-Charge Tiap Malam?
&quot;Ini open untuk berbagai negara. Tapi China sudah menyatakan minat, Jepang minat, Taiwan minat,  nanti kita lihat, kita fasilitasi,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
