<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Industri E-Commerce Semakin Berkembang, Indonesia Paling Pesat!</title><description>Meskipun saat ini kondisi ekonomi dunia masih dalam keadaan lesu, namun industri e-commerce justru semakin menunjukkan kemampuannya.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766098/industri-e-commerce-semakin-berkembang-indonesia-paling-pesat</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766098/industri-e-commerce-semakin-berkembang-indonesia-paling-pesat"/><item><title>Industri E-Commerce Semakin Berkembang, Indonesia Paling Pesat!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766098/industri-e-commerce-semakin-berkembang-indonesia-paling-pesat</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766098/industri-e-commerce-semakin-berkembang-indonesia-paling-pesat</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2017 14:06 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/30/320/1766098/industri-e-commerce-semakin-berkembang-indonesia-paling-pesat-5HjymsEnfk.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: shutterstock</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/30/320/1766098/industri-e-commerce-semakin-berkembang-indonesia-paling-pesat-5HjymsEnfk.jpg</image><title>Ilustrasi: shutterstock</title></images><description>JAKARTA - Meskipun saat ini kondisi ekonomi dunia masih dalam keadaan lesu, namun industri e-commerce justru semakin menunjukkan kemampuannya. Salah satunya negara yang menunjukkan perkembangan e-commerce yang sangat pesat adalah Indonesia.
Director of Research and Consultans Savill Indonesia Anton Sitorus mengatakan berkembangnya e-commerce di Indonesia tidak terlepas dari pergerakan para perusahaan-perusahaan tersebut. Seperti mulai banyaknya perusahaan asing yang melakukan akuisisi dan bekerja sama dengan perusahaan e-commerce Indonesia.
Baca juga: Ke Singapura, Jokowi Bakal Bahas Kerjasama Ekonomi Digital
&quot;Misalnya Grab akuisisi kudo, Tokopedia dapat USD  1,1 Miliar dari Alibaba atau lebih besar dari Lazada yang di Singapura yang hanya USD 1 Miliar,&quot; ujarnya dalam acara diskusi di Kantor Savills Indonesia, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Menurut Anton, potensi e-commerce di Indonesia masih akan terus berkembang ke depannya. Apalagi dengan dipilihnya Jack Ma sebagai penasihat e-commerce di Indonesia oleh Pemerintah.
&quot;Bulan Agustus Jack Ma resmi jadi penasehat e-commerce Indonesia, kenapa dia mau ? Artinya dia menyadari kalau potensi disini sangat bagus. Kalau di China itu sangat masif sekali,&quot; kata Anton.
Baca Juga: Berkembang Terlalu Pesat, Kemenkeu Sulit Pajaki E-Commerce
Selain faktor Jack Ma, banyak hal yang mendorong e-commerce bisa tumbuh pesat di Indonesia.  Dari mulai penggunaan e-payment yang makin tumbuh hingga penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin tinggi.
&quot;Banyak yang mendorong banyak, hal, misalnya dengan e-commerce saya enggak bisa beli di toko tapi bisa beli di e-commerce. Lalu untuk e-payment makin lama makin secure. Lalu kan sekarang gampang pesan apa-apa, kalau dulu mau nyusahin barang misalnya kita cari dulu charter,&quot; jelas Anton.
Baca Juga: Ingat! Pajak E-Commerce Jangan Bikin Gaduh, Bisa Mendistorsi Pasar
&quot;Kemudian perkembangan pengguna Internet sangat tinggi dan berkembang terus. Memang saat ini di Indonesia penetrasi internet masih 52% tapi ini masih bisa untuk tumbuh,&quot; imbuhnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Meskipun saat ini kondisi ekonomi dunia masih dalam keadaan lesu, namun industri e-commerce justru semakin menunjukkan kemampuannya. Salah satunya negara yang menunjukkan perkembangan e-commerce yang sangat pesat adalah Indonesia.
Director of Research and Consultans Savill Indonesia Anton Sitorus mengatakan berkembangnya e-commerce di Indonesia tidak terlepas dari pergerakan para perusahaan-perusahaan tersebut. Seperti mulai banyaknya perusahaan asing yang melakukan akuisisi dan bekerja sama dengan perusahaan e-commerce Indonesia.
Baca juga: Ke Singapura, Jokowi Bakal Bahas Kerjasama Ekonomi Digital
&quot;Misalnya Grab akuisisi kudo, Tokopedia dapat USD  1,1 Miliar dari Alibaba atau lebih besar dari Lazada yang di Singapura yang hanya USD 1 Miliar,&quot; ujarnya dalam acara diskusi di Kantor Savills Indonesia, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
Menurut Anton, potensi e-commerce di Indonesia masih akan terus berkembang ke depannya. Apalagi dengan dipilihnya Jack Ma sebagai penasihat e-commerce di Indonesia oleh Pemerintah.
&quot;Bulan Agustus Jack Ma resmi jadi penasehat e-commerce Indonesia, kenapa dia mau ? Artinya dia menyadari kalau potensi disini sangat bagus. Kalau di China itu sangat masif sekali,&quot; kata Anton.
Baca Juga: Berkembang Terlalu Pesat, Kemenkeu Sulit Pajaki E-Commerce
Selain faktor Jack Ma, banyak hal yang mendorong e-commerce bisa tumbuh pesat di Indonesia.  Dari mulai penggunaan e-payment yang makin tumbuh hingga penetrasi pengguna internet di Indonesia yang semakin tinggi.
&quot;Banyak yang mendorong banyak, hal, misalnya dengan e-commerce saya enggak bisa beli di toko tapi bisa beli di e-commerce. Lalu untuk e-payment makin lama makin secure. Lalu kan sekarang gampang pesan apa-apa, kalau dulu mau nyusahin barang misalnya kita cari dulu charter,&quot; jelas Anton.
Baca Juga: Ingat! Pajak E-Commerce Jangan Bikin Gaduh, Bisa Mendistorsi Pasar
&quot;Kemudian perkembangan pengguna Internet sangat tinggi dan berkembang terus. Memang saat ini di Indonesia penetrasi internet masih 52% tapi ini masih bisa untuk tumbuh,&quot; imbuhnya.</content:encoded></item></channel></rss>
