<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>20% Produksi Mobil RI Harus Berbahan Bakar Listrik di 2025, Bagaimana Persiapannya?</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah sepakat dengan roadmap mobil listrik pada tahun 2025.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766126/20-produksi-mobil-ri-harus-berbahan-bakar-listrik-di-2025-bagaimana-persiapannya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766126/20-produksi-mobil-ri-harus-berbahan-bakar-listrik-di-2025-bagaimana-persiapannya"/><item><title>20% Produksi Mobil RI Harus Berbahan Bakar Listrik di 2025, Bagaimana Persiapannya?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766126/20-produksi-mobil-ri-harus-berbahan-bakar-listrik-di-2025-bagaimana-persiapannya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/30/320/1766126/20-produksi-mobil-ri-harus-berbahan-bakar-listrik-di-2025-bagaimana-persiapannya</guid><pubDate>Rabu 30 Agustus 2017 14:46 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/30/320/1766126/20-produksi-mobil-ri-harus-berbahan-bakar-listrik-di-2025-bagaimana-persiapannya-xS3Rll9aoj.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/30/320/1766126/20-produksi-mobil-ri-harus-berbahan-bakar-listrik-di-2025-bagaimana-persiapannya-xS3Rll9aoj.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah sepakat dengan roadmap mobil listrik pada tahun 2025. Nantinya 20% produksi mobil listrik Indonesia berbahan bakar listrik di 2025.

Lantas, bagaimana persiapan Indonesia dalam memproduksi mobil listrik?

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, nantinya akan terdapat beberapa jenis mobil di Indonesia. Persiapan produksi mobil listrik pun telah dilakukan sejak saat ini.

&quot;Ya plug-in hybrid dan electric vehicle,&quot; dan hybrid. Jadi ada 3 tipe. Berikutnya lagi ada yang namanya fuel cell, fuel cell itu berbasis H2. Tapi teknologi itu semua sedang dalam tahap pengembangan,&quot; kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
&amp;nbsp;Baca Juga: Percepat Produksi Mobil Listrik, Pemerintah Akan Turunkan Bea Masuk
Nantinya, sarana dan prasarana pendukung juga akan dipersiapkan oleh pemerintah. Diharapkan, pihak swasta dapat melakukan produksi mobil listrik di Indonesia dan tak melakukan impor dalam bentuk kendaraan utuh.

&quot;Satu yang plug-in hybrid. Jadi dia memang harus dicolokin ke listrik, ada juga yang mempunyai engine bukan hybrid, engine hanya untuk meng-charge. Jadi self charging electric vehicle. Self charging electric vehicle juga nanti ikut disiapkan di sini. Jadi ada tipe, yang satu tidak perlu di plug-in, yang satu plug-in. Dua-duanya jenisnya adalah electric vehicle,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Impian Menperin: 20% Mobil Listrik Beredar pada 2025
Menurut Airlangga, supplier dalam negeri nantinya juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan komponen yang dibutuhkan untuk mobil listrik. Supplier ini diharapkan dapat mendukung target produksi mobil listrik sebesar 20% dari total produksi mobil nasional.

&quot;Memang electric vehicle jumlah komponen yang dibikin kan jauh lebih sedikit dari pada komponen motor bensin. Sehingga tentu supplier itu harus menyesuaikan diri juga. Kita suplier komponen lokal ini kita beri kesempatan untuk juga bisa sebagai hijrah untuk memproduksi komponen electric vehicle,&quot; ujarnya.

Teknologi untuk pengembangan mobil listrik saat ini telah dimiliki oleh Indonesia. Namun, kerjasama dengan negara lainnya perlu dilakukan untuk memaksimalkan kualitas dari produksi mobil listrik.

&quot;Dua teknologi itu sudah tersedia. Tapi yang antara itu yang hybrid, di mana yang hybrid itu tidak perlu di plug-in juga. Karena hybrid itu listriknya di charge. Tapi  roadmap perindustrian yang sekarang mesti dikerjakan adalah untuk pengembangan teknologi baterainya, lithium-ion battery,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Sepakat, 20% Produksi Mobil RI Berbahan Bakar Listrik di 2025
Penelitian juga akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian. Saat ini, menurut Airlangga telah terdapat perusahaan yang berniat untuk mempersiapkan lithium-ion battery.

&quot;Lithium-ion battery, Kementerian Perindustrian melakukan research mengenai itu dan ada salah satu produsen otomotif juga mempersiapkan Lithium-ion battery. Tetapi teknologi itu bisa di kembangkan dengan dua cara, Lithium-ion, dan juga menggunakan baterei yang standar sekarang. Jadi kalau seperti teknologi motor mungkin electric vehicle tapi motornya bukan menggunakan Lithium-ion, tapi baterai biasa, tapi dua biji. Ini kan teknologi yang berkembang,&quot; ungkapnya.

Menurut Airlangga, saat ini pemerintah telah memiliki aturan terkait pengembangan mobil listrik ini. Hanya saja, aturan ini bisa saja direvisi jika dibutuhkan.

&quot;Jangka pendeknya itu hybrid. Jangka menengah electric vehicle,&quot; ujar Airlangga sembari menjelaskan rencana pengembangan mobil listrik.

Seperti diketahui, Mobil listrik juga tengah dikembangkan oleh  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, pengembangan ini merupakan hal yang positif bagi industri mobil listrik nasional.

Darmin pun berharap investor dapat melakukan invetasi pada pengembangan mobil listrik di Indonesia. Darmin pun tak ingin kasus hukum terkait pengembangan mobil listrik beberapa waktu lalu menjadi hambatan dalam pengembangan mobil listrik.

&quot;Ya kalau kasus biarin aja, kita bicara yang akan memanfaatkan kesempatan yang ada ini,&quot; kata Darmin pada kesempatan yang sama.
</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah sepakat dengan roadmap mobil listrik pada tahun 2025. Nantinya 20% produksi mobil listrik Indonesia berbahan bakar listrik di 2025.

Lantas, bagaimana persiapan Indonesia dalam memproduksi mobil listrik?

Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, nantinya akan terdapat beberapa jenis mobil di Indonesia. Persiapan produksi mobil listrik pun telah dilakukan sejak saat ini.

&quot;Ya plug-in hybrid dan electric vehicle,&quot; dan hybrid. Jadi ada 3 tipe. Berikutnya lagi ada yang namanya fuel cell, fuel cell itu berbasis H2. Tapi teknologi itu semua sedang dalam tahap pengembangan,&quot; kata Airlangga di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (30/8/2017).
&amp;nbsp;Baca Juga: Percepat Produksi Mobil Listrik, Pemerintah Akan Turunkan Bea Masuk
Nantinya, sarana dan prasarana pendukung juga akan dipersiapkan oleh pemerintah. Diharapkan, pihak swasta dapat melakukan produksi mobil listrik di Indonesia dan tak melakukan impor dalam bentuk kendaraan utuh.

&quot;Satu yang plug-in hybrid. Jadi dia memang harus dicolokin ke listrik, ada juga yang mempunyai engine bukan hybrid, engine hanya untuk meng-charge. Jadi self charging electric vehicle. Self charging electric vehicle juga nanti ikut disiapkan di sini. Jadi ada tipe, yang satu tidak perlu di plug-in, yang satu plug-in. Dua-duanya jenisnya adalah electric vehicle,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Impian Menperin: 20% Mobil Listrik Beredar pada 2025
Menurut Airlangga, supplier dalam negeri nantinya juga diharapkan dapat berkontribusi dalam mempersiapkan komponen yang dibutuhkan untuk mobil listrik. Supplier ini diharapkan dapat mendukung target produksi mobil listrik sebesar 20% dari total produksi mobil nasional.

&quot;Memang electric vehicle jumlah komponen yang dibikin kan jauh lebih sedikit dari pada komponen motor bensin. Sehingga tentu supplier itu harus menyesuaikan diri juga. Kita suplier komponen lokal ini kita beri kesempatan untuk juga bisa sebagai hijrah untuk memproduksi komponen electric vehicle,&quot; ujarnya.

Teknologi untuk pengembangan mobil listrik saat ini telah dimiliki oleh Indonesia. Namun, kerjasama dengan negara lainnya perlu dilakukan untuk memaksimalkan kualitas dari produksi mobil listrik.

&quot;Dua teknologi itu sudah tersedia. Tapi yang antara itu yang hybrid, di mana yang hybrid itu tidak perlu di plug-in juga. Karena hybrid itu listriknya di charge. Tapi  roadmap perindustrian yang sekarang mesti dikerjakan adalah untuk pengembangan teknologi baterainya, lithium-ion battery,&quot; ujarnya.
Baca Juga: Jokowi Sepakat, 20% Produksi Mobil RI Berbahan Bakar Listrik di 2025
Penelitian juga akan dilakukan oleh Kementerian Perindustrian. Saat ini, menurut Airlangga telah terdapat perusahaan yang berniat untuk mempersiapkan lithium-ion battery.

&quot;Lithium-ion battery, Kementerian Perindustrian melakukan research mengenai itu dan ada salah satu produsen otomotif juga mempersiapkan Lithium-ion battery. Tetapi teknologi itu bisa di kembangkan dengan dua cara, Lithium-ion, dan juga menggunakan baterei yang standar sekarang. Jadi kalau seperti teknologi motor mungkin electric vehicle tapi motornya bukan menggunakan Lithium-ion, tapi baterai biasa, tapi dua biji. Ini kan teknologi yang berkembang,&quot; ungkapnya.

Menurut Airlangga, saat ini pemerintah telah memiliki aturan terkait pengembangan mobil listrik ini. Hanya saja, aturan ini bisa saja direvisi jika dibutuhkan.

&quot;Jangka pendeknya itu hybrid. Jangka menengah electric vehicle,&quot; ujar Airlangga sembari menjelaskan rencana pengembangan mobil listrik.

Seperti diketahui, Mobil listrik juga tengah dikembangkan oleh  Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Menurut Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution, pengembangan ini merupakan hal yang positif bagi industri mobil listrik nasional.

Darmin pun berharap investor dapat melakukan invetasi pada pengembangan mobil listrik di Indonesia. Darmin pun tak ingin kasus hukum terkait pengembangan mobil listrik beberapa waktu lalu menjadi hambatan dalam pengembangan mobil listrik.

&quot;Ya kalau kasus biarin aja, kita bicara yang akan memanfaatkan kesempatan yang ada ini,&quot; kata Darmin pada kesempatan yang sama.
</content:encoded></item></channel></rss>
