<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Bangun Infrastruktur, Darmin: Jangan Dikekepin Terus Itu Proyek, tapi Disekuritisasi</title><description>Pemerintah saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur. Untuk itu dibutuhkan dana yang cukup besar.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766714/bangun-infrastruktur-darmin-jangan-dikekepin-terus-itu-proyek-tapi-disekuritisasi</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766714/bangun-infrastruktur-darmin-jangan-dikekepin-terus-itu-proyek-tapi-disekuritisasi"/><item><title>Bangun Infrastruktur, Darmin: Jangan Dikekepin Terus Itu Proyek, tapi Disekuritisasi</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766714/bangun-infrastruktur-darmin-jangan-dikekepin-terus-itu-proyek-tapi-disekuritisasi</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766714/bangun-infrastruktur-darmin-jangan-dikekepin-terus-itu-proyek-tapi-disekuritisasi</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 10:11 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/278/1766714/bangun-infrastruktur-darmin-jangan-dikekepin-terus-itu-proyek-tapi-disekuritisasi-YBSRNnN0Hi.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio Hamdani/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/278/1766714/bangun-infrastruktur-darmin-jangan-dikekepin-terus-itu-proyek-tapi-disekuritisasi-YBSRNnN0Hi.jpg</image><title>Foto: Trio Hamdani/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menilai positif atas pencatatan produk sekuritisasi KIK-EBA Mandiri &amp;ndash; Jasa Marga (JSMR 01) yang berlangsung hari ini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pemerintah saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur. Untuk itu dibutuhkan dana yang cukup besar. Diharapkan, dana yang terhimpun melalui penerbitan KIK EBA ini dapat dioptimalkan untuk mendanai pembangunan infrastruktur yang mana telah menjadi program prioritas pemerintah.
Baca juga: &quot;Pecah Telor&quot;, Swasta Juga Diharap Ikut Terbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
&quot;Baru satu tahun presiden mengatakan yang membangun infrastruktur jangan dikekepin terus itu proyek, tapi di sekuritisasi,&quot; kata Darmin di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Dengan adanya sekuritisasi, sebagaimana yang saat ini telah dilakukan oleh Jasa Marga, kata Darmin maka nantinya akan ada dana yang masuk. Sehingga pemerintah bisa terus melakukan pembangunan infrastruktur. Namun tak hanya sebatas melalui instrumen KIK EBA.
Baca juga: Hadiri Pencatatan Perdana KIK-EBA Mandiri JSMR01, Jokowi Ingin Sekuritisasi Diikuti Pihak Swasta
&quot;Apapun produksnya. Ada dana masuk, supaya bisa membangun lagi, setelah dua tahun, hari ini pecah telornya. Ini rasa syukur yang patut kita sampaikan,&quot; lanjut Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.
Baca juga: Catatkan KIK EBA Jasa Marga, OJK: Kita Dorong Infrastruktur di Pasar Modal
Menurut Darmin, apa yang dilaksanakan hari ini pun merupakan suatu capaian penting. &quot;ini adalah peristiwa penting setelah penantian lama, saya kita semua tahu presiden pemerintahan ini menempatkan pembangunan infrastruktur pada prioritas yang tinggi,&quot; lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri pencatatan perdana Kontrak Investasi Kolektif &amp;ndash; Efek Beragun Aset (KIK &amp;ndash; EBA) Mandiri &amp;ndash; PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR 01) Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Tol Jagorawi (EBA Kelas A). Pencatatan perdana KIK EBA ini dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution menilai positif atas pencatatan produk sekuritisasi KIK-EBA Mandiri &amp;ndash; Jasa Marga (JSMR 01) yang berlangsung hari ini di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta.
Pemerintah saat ini tengah menggenjot pembangunan infrastruktur. Untuk itu dibutuhkan dana yang cukup besar. Diharapkan, dana yang terhimpun melalui penerbitan KIK EBA ini dapat dioptimalkan untuk mendanai pembangunan infrastruktur yang mana telah menjadi program prioritas pemerintah.
Baca juga: &quot;Pecah Telor&quot;, Swasta Juga Diharap Ikut Terbitkan Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset
&quot;Baru satu tahun presiden mengatakan yang membangun infrastruktur jangan dikekepin terus itu proyek, tapi di sekuritisasi,&quot; kata Darmin di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Dengan adanya sekuritisasi, sebagaimana yang saat ini telah dilakukan oleh Jasa Marga, kata Darmin maka nantinya akan ada dana yang masuk. Sehingga pemerintah bisa terus melakukan pembangunan infrastruktur. Namun tak hanya sebatas melalui instrumen KIK EBA.
Baca juga: Hadiri Pencatatan Perdana KIK-EBA Mandiri JSMR01, Jokowi Ingin Sekuritisasi Diikuti Pihak Swasta
&quot;Apapun produksnya. Ada dana masuk, supaya bisa membangun lagi, setelah dua tahun, hari ini pecah telornya. Ini rasa syukur yang patut kita sampaikan,&quot; lanjut Mantan Gubernur Bank Indonesia itu.
Baca juga: Catatkan KIK EBA Jasa Marga, OJK: Kita Dorong Infrastruktur di Pasar Modal
Menurut Darmin, apa yang dilaksanakan hari ini pun merupakan suatu capaian penting. &quot;ini adalah peristiwa penting setelah penantian lama, saya kita semua tahu presiden pemerintahan ini menempatkan pembangunan infrastruktur pada prioritas yang tinggi,&quot; lanjutnya.
Sebagaimana diketahui, Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini menghadiri pencatatan perdana Kontrak Investasi Kolektif &amp;ndash; Efek Beragun Aset (KIK &amp;ndash; EBA) Mandiri &amp;ndash; PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR 01) Surat Berharga Hak Atas Pendapatan Tol Jagorawi (EBA Kelas A). Pencatatan perdana KIK EBA ini dilakukan di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta.</content:encoded></item></channel></rss>
