<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Persiapan Sekuritisasi 9 Bulan, Jokowi Sentil Sri Mulyani hingga Menteri BUMN</title><description>Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegur sejumlah Menteri terkait lambannya proses perizinan. Teguran pun dilayangkan kepada Rini Soemarno. Menurutnya, waktu 9 bulan ini terlalu lama dalam proses sekuritisasi ini.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766725/persiapan-sekuritisasi-9-bulan-jokowi-sentil-sri-mulyani-hingga-menteri-bumn</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766725/persiapan-sekuritisasi-9-bulan-jokowi-sentil-sri-mulyani-hingga-menteri-bumn"/><item><title>Persiapan Sekuritisasi 9 Bulan, Jokowi Sentil Sri Mulyani hingga Menteri BUMN</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766725/persiapan-sekuritisasi-9-bulan-jokowi-sentil-sri-mulyani-hingga-menteri-bumn</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/08/31/278/1766725/persiapan-sekuritisasi-9-bulan-jokowi-sentil-sri-mulyani-hingga-menteri-bumn</guid><pubDate>Kamis 31 Agustus 2017 10:26 WIB</pubDate><dc:creator>Dedy Afrianto</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/08/31/278/1766725/persiapan-sekuritisasi-9-bulan-jokowi-sentil-sri-mulyani-hingga-menteri-bumn-CBS1h5aXar.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Ulfa Arieza/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/08/31/278/1766725/persiapan-sekuritisasi-9-bulan-jokowi-sentil-sri-mulyani-hingga-menteri-bumn-CBS1h5aXar.jpg</image><title>Foto: Ulfa Arieza/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegur sejumlah Menteri terkait lambannya proses perizinan. Kali ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri BUMN Rini Soemarno tak luput dari teguran dari Jokowi.
Akar masalahnya adalah proses pencatatan perdana dari Kontrak Investasi Kolektif &amp;ndash; Efek Beragun Aset (KIK &amp;ndash; EBA) Mandiri &amp;ndash; PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR 01). Proses Sekuritisasi ini ternyata membutuhkan waktu selama 9 bulan.
&quot;Kita sadar masih ada yang menghambat. Saya tanya berapa lama urus 9 bulan. Urus ini 9 bulan, aduh,&quot; ujar Jokowi kecewa di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Baca juga: Catatkan KIK EBA Jasa Marga, OJK: Kita Dorong Infrastuktur di Pasar Modal
Teguran pun dilayangkan kepada Rini Soemarno. Menurutnya, waktu 9 bulan ini terlalu lama dalam proses sekuritisasi ini.
&quot;Saya tanya ke Menteri BUMN ini apa masalahnya bisa sampai 9 bulan,&quot; ujar Jokowi.
Teguran juga diberikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, menurut pengakuan Dirut Jasa Marga Desi Aryani, hambatan masih terdapat pada sektor perpajakan.
Baca juga: Sebelum Umumkan Paket Kebijakan, Jokowi Hadiri Pencatatan Perdana KIK-EBA Mandiri JSMR01 di BEI
&quot;Pajak berarti masih di bawah Kemenkeu,&quot; ujar Jokowi.
Sekuritisasi aset ini merupakan produk pertama dari BUMN. Produk ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari publik. Hal ini terlihat dari tingkat permintaan mencapai Rp5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan.
Untuk diketahui, hingga Semester I Tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 km. Saat ini tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019.
Sebanyak 5 jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jalan tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi. Di tengah keagresifan Perseroan yang menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 km jalan tol baru pada tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total Laba Bersih sebesar Rp 1,016 Triliun pada Semester 1 tahun 2017.
Baca juga: Bangun Infrastruktur, Darmin: Jangan Dikekepin Terus Itu Proyek, tapi Disekuritisasi
Di sisi pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru, pada tanggal 3 Agustus 2017 Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Gempol-Bangin (Gempol Junction-Bangil (6,80 km) yang melengkapi Segmen Bangil-Rembang (7,10 km) yang telah beroperasi sejak April 2017. Artinya, saat ini Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh.
Selain itu pada Triwulan III-2017, Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan Jalan Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) di mana saat ini progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 100%.
Berikut adalah perkembangan konstruksi jalan tol Jasa Marga hingga 30 Juni 2017 yang direncanakan akan beroperasi di akhir tahun 2017 :
1. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian (15,50 km), progres pekerjaan konstruksi 90,54%
2. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 km), progres pekerjaan konstruksi 81,51%
3. Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 km), progres pekerjaan konstruksi 66,85%
4. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (25 km), progres pekerjaan konstruksi 73,97%
5. Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Rembang-Pasuruan (6,60 km), progres pekerjaan konstruksi 20,85%.</description><content:encoded>JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) kembali menegur sejumlah Menteri terkait lambannya proses perizinan. Kali ini, Menteri Keuangan Sri Mulyani hingga Menteri BUMN Rini Soemarno tak luput dari teguran dari Jokowi.
Akar masalahnya adalah proses pencatatan perdana dari Kontrak Investasi Kolektif &amp;ndash; Efek Beragun Aset (KIK &amp;ndash; EBA) Mandiri &amp;ndash; PT Jasa Marga (Persero) Tbk (JSMR 01). Proses Sekuritisasi ini ternyata membutuhkan waktu selama 9 bulan.
&quot;Kita sadar masih ada yang menghambat. Saya tanya berapa lama urus 9 bulan. Urus ini 9 bulan, aduh,&quot; ujar Jokowi kecewa di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (31/8/2017).
Baca juga: Catatkan KIK EBA Jasa Marga, OJK: Kita Dorong Infrastuktur di Pasar Modal
Teguran pun dilayangkan kepada Rini Soemarno. Menurutnya, waktu 9 bulan ini terlalu lama dalam proses sekuritisasi ini.
&quot;Saya tanya ke Menteri BUMN ini apa masalahnya bisa sampai 9 bulan,&quot; ujar Jokowi.
Teguran juga diberikan kepada Menteri Keuangan Sri Mulyani. Sebab, menurut pengakuan Dirut Jasa Marga Desi Aryani, hambatan masih terdapat pada sektor perpajakan.
Baca juga: Sebelum Umumkan Paket Kebijakan, Jokowi Hadiri Pencatatan Perdana KIK-EBA Mandiri JSMR01 di BEI
&quot;Pajak berarti masih di bawah Kemenkeu,&quot; ujar Jokowi.
Sekuritisasi aset ini merupakan produk pertama dari BUMN. Produk ini mendapatkan apresiasi yang sangat positif dari publik. Hal ini terlihat dari tingkat permintaan mencapai Rp5,1 triliun atau setara dengan 2,7 kali dari total nilai penerbitan.
Untuk diketahui, hingga Semester I Tahun 2017, PT Jasa Marga (Persero) Tbk telah mengoperasikan 15 jalan tol dengan total 600 km. Saat ini tengah melakukan pembangunan 16 jalan tol baru hingga tahun 2019.
Sebanyak 5 jalan tol telah beroperasi sebagian dan 11 jalan tol masih dalam tahap pembebasan lahan dan konstruksi. Di tengah keagresifan Perseroan yang menargetkan untuk dapat mengoperasikan 210 km jalan tol baru pada tahun 2017, Jasa Marga berhasil membukukan total Laba Bersih sebesar Rp 1,016 Triliun pada Semester 1 tahun 2017.
Baca juga: Bangun Infrastruktur, Darmin: Jangan Dikekepin Terus Itu Proyek, tapi Disekuritisasi
Di sisi pengembangan dan pembangunan proyek jalan tol baru, pada tanggal 3 Agustus 2017 Jasa Marga telah mengoperasikan Jalan Tol Gempol-Pasuruan Segmen Gempol-Bangin (Gempol Junction-Bangil (6,80 km) yang melengkapi Segmen Bangil-Rembang (7,10 km) yang telah beroperasi sejak April 2017. Artinya, saat ini Jalan Tol Gempol-Pasuruan Seksi Gempol-Rembang telah beroperasi penuh.
Selain itu pada Triwulan III-2017, Jasa Marga juga merencanakan akan mengoperasikan Jalan Tol Semarang-Solo seksi Bawen-Salatiga (17,50 km) di mana saat ini progres konstruksi jalan tol tersebut telah mencapai 100%.
Berikut adalah perkembangan konstruksi jalan tol Jasa Marga hingga 30 Juni 2017 yang direncanakan akan beroperasi di akhir tahun 2017 :
1. Jalan Tol Surabaya-Mojokerto seksi Sepanjang-Krian (15,50 km), progres pekerjaan konstruksi 90,54%
2. Jalan Tol Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi (41,69 km), progres pekerjaan konstruksi 81,51%
3. Jalan Tol Solo-Ngawi (90,25 km), progres pekerjaan konstruksi 66,85%
4. Jalan Tol Ngawi-Kertosono (25 km), progres pekerjaan konstruksi 73,97%
5. Jalan Tol Gempol-Pasuruan seksi Rembang-Pasuruan (6,60 km), progres pekerjaan konstruksi 20,85%.</content:encoded></item></channel></rss>
