<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Menteri Jonan: 10 Kontrak Jual Beli Listrik Siap Ditandatangani!</title><description>Ignasius Jonan dijadwalkan menyaksikan penandatanganan 10 kontrak jual  beli listrik antara&amp;nbsp; PLN dan pembangkit listrik swasta.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/07/320/1771161/menteri-jonan-10-kontrak-jual-beli-listrik-siap-ditandatangani</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/07/320/1771161/menteri-jonan-10-kontrak-jual-beli-listrik-siap-ditandatangani"/><item><title>Menteri Jonan: 10 Kontrak Jual Beli Listrik Siap Ditandatangani!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/07/320/1771161/menteri-jonan-10-kontrak-jual-beli-listrik-siap-ditandatangani</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/07/320/1771161/menteri-jonan-10-kontrak-jual-beli-listrik-siap-ditandatangani</guid><pubDate>Kamis 07 September 2017 14:16 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/07/320/1771161/menteri-jonan-10-kontrak-jual-beli-listrik-siap-ditandatangani-EqP97PZNGE.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/07/320/1771161/menteri-jonan-10-kontrak-jual-beli-listrik-siap-ditandatangani-EqP97PZNGE.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dijadwalkan menyaksikan penandatanganan 10 kontrak jual beli listrik antara PT PLN (Persero) dan pembangkit listrik swasta energi baru dan terbarukan pada 8 September 2017.
Jonan mengatakan, sepuluh kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dengan total kapasitas mencapai 91 megawatt (mw).
Baca juga: Catat! Dengan Cara Ini Tarif Listrik di Indonesia Bisa Lebih Murah  &amp;ldquo;Dengan tambahan 91 mw ini, di tahun 2017 total IPP renewable sekitar 700 mw termasuk panas bumi,&amp;rdquo; ujar Menteri Jonan melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (7/9/2017).  Ia menyebutkan, PPA yang akan ditandatangani besok tersebar di wilayah Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan Bengkulu.  Jonan mengungkapkan, besaran tarif pembelian tenaga listrik pembangkit EBT skala kecil ini bersaing dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Harga Listrik Indonesia Termahal di Dunia, Apa Benar?  &quot;Tarif bersaing dengan PLTU di wilayah masing-masing bahkan lebih rendah. Ini sesuai arahan Presiden untuk meningkatkan penggunaan geothermal dan air sebagai energi dasar kelistrikan dengan harga terjangkau,&quot; ungkapnya.  Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pembangkit energi terbarukan tetap kompetitif, terutama sejak diimplementasikannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
Baca juga: Hore! Pasokan Dijaga, Tarif Listrik Bakal Stabil  &quot;Jadi tidak ada lagi tuduhan Kementerian ESDM menghambat, yang ada adalah pengusaha yang kompetitif dan yang tidak kompetitif karena mereka tidak efisien,&quot; tegas Jonan.  Selain 10 PPA yang sudah siap ditandatangani, masih ada satu PPA lagi yang telah diajukan untuk dapat ditandatangani Jumat mendatang, yakni PLTA Buttu Batu dengan kapasitas 2x100 mw di Sulawesi Selatan. Jika sudah ditandatangani, total kapasitas PPA pembangkit yang ditandatangani akan menjadi 291 mw.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan dijadwalkan menyaksikan penandatanganan 10 kontrak jual beli listrik antara PT PLN (Persero) dan pembangkit listrik swasta energi baru dan terbarukan pada 8 September 2017.
Jonan mengatakan, sepuluh kontrak jual beli listrik atau power purchase agreement (PPA) tersebut menggunakan pembangkit listrik tenaga air (PLTA) dan pembangkit listrik tenaga mikrohidro (PLTMH) dengan total kapasitas mencapai 91 megawatt (mw).
Baca juga: Catat! Dengan Cara Ini Tarif Listrik di Indonesia Bisa Lebih Murah  &amp;ldquo;Dengan tambahan 91 mw ini, di tahun 2017 total IPP renewable sekitar 700 mw termasuk panas bumi,&amp;rdquo; ujar Menteri Jonan melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis (7/9/2017).  Ia menyebutkan, PPA yang akan ditandatangani besok tersebar di wilayah Jawa Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, dan Bengkulu.  Jonan mengungkapkan, besaran tarif pembelian tenaga listrik pembangkit EBT skala kecil ini bersaing dengan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) di wilayah masing-masing.
Baca Juga: Harga Listrik Indonesia Termahal di Dunia, Apa Benar?  &quot;Tarif bersaing dengan PLTU di wilayah masing-masing bahkan lebih rendah. Ini sesuai arahan Presiden untuk meningkatkan penggunaan geothermal dan air sebagai energi dasar kelistrikan dengan harga terjangkau,&quot; ungkapnya.  Menurut dia, hal itu menunjukkan bahwa pembangkit energi terbarukan tetap kompetitif, terutama sejak diimplementasikannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 50 tahun 2017 tentang Pemanfaatan Sumber Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik.
Baca juga: Hore! Pasokan Dijaga, Tarif Listrik Bakal Stabil  &quot;Jadi tidak ada lagi tuduhan Kementerian ESDM menghambat, yang ada adalah pengusaha yang kompetitif dan yang tidak kompetitif karena mereka tidak efisien,&quot; tegas Jonan.  Selain 10 PPA yang sudah siap ditandatangani, masih ada satu PPA lagi yang telah diajukan untuk dapat ditandatangani Jumat mendatang, yakni PLTA Buttu Batu dengan kapasitas 2x100 mw di Sulawesi Selatan. Jika sudah ditandatangani, total kapasitas PPA pembangkit yang ditandatangani akan menjadi 291 mw.</content:encoded></item></channel></rss>
