<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Catat, Menteri Bambang Usul Pengenaan Tarif EBT Harus Berjenjang</title><description>Menurut dia,untuk memperkecil realisasi target EBT dibutuhkan suatu  percepatan. Misalnya dengan membuat tarif berjenjang supaya peminat  investor</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/13/320/1775100/catat-menteri-bambang-usul-pengenaan-tarif-ebt-harus-berjenjang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/13/320/1775100/catat-menteri-bambang-usul-pengenaan-tarif-ebt-harus-berjenjang"/><item><title>Catat, Menteri Bambang Usul Pengenaan Tarif EBT Harus Berjenjang</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/13/320/1775100/catat-menteri-bambang-usul-pengenaan-tarif-ebt-harus-berjenjang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/13/320/1775100/catat-menteri-bambang-usul-pengenaan-tarif-ebt-harus-berjenjang</guid><pubDate>Rabu 13 September 2017 15:57 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/13/320/1775100/catat-menteri-bambang-usul-pengenaan-tarif-ebt-harus-berjenjang-q3Z7cfW417.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/13/320/1775100/catat-menteri-bambang-usul-pengenaan-tarif-ebt-harus-berjenjang-q3Z7cfW417.jpg</image><title>Foto: Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menilai realisasi pembangunan pembangkit bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) terbilang rendah. Bahkan untuk mencapai target EBT di dalam RPJMN 2015-2019, pemerintah hanya bisa memperkecil capaian dari target 16%.

&quot;Terlalu jauh dari posisi 2019, tapi RPJMN 2019 tidak bisa direvisi, paling bisa ya memperkecil kalau sudah merah susah,&quot; ujarnya di dalam acara Indo EBTKE ConEx 2017, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9/2017).
Baca juga: Menteri Jonan Siap Mati-matian Capai Target Energi Baru Terbarukan 23% di 2025
Menurut dia,untuk memperkecil realisasi target EBT dibutuhkan suatu percepatan. Misalnya dengan membuat tarif berjenjang supaya peminat investor membangun pembangkit bersumber EBT semaki banyak.

&quot;Tarif berjenjang karena yang mahal itu initial investment nya susah bagi mereka harga murah di awal, bisa nanti di ujung saat cost of fundnya mereka sudah mulai selesaikan,&quot;ujar Bambang.
Baca Juga: Janji Menteri Jonan Jika Menjabat hingga 2019: Listrik dari Energi Terbarukan 3.000 Mw Bisa Jalan!
Mantan Menteri Keuangan juga menyarankan supaya menggunakan diesel dengan solar cell di pulau-pulau terluar Indonesia. Dengan demikian realisasi target EBT bisa diperkecil.
Baca Juga: Beli Listrik Energi Terbarukan 291 Mw, Menteri Jonan: Pendahulu Saya Enggak Ada yang Bisa
&quot;Powerplant untuk seluruh remote island diganti dari diesel ke solar cell atau tambah alternatif jenis. Seperti di NTT dan Muluk itu bagus, ya memang untuk pulau-pulau di sana dikembangkan pembangkit  arus laut,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bambang Brodjonegoro menilai realisasi pembangunan pembangkit bersumber dari Energi Baru Terbarukan (EBT) terbilang rendah. Bahkan untuk mencapai target EBT di dalam RPJMN 2015-2019, pemerintah hanya bisa memperkecil capaian dari target 16%.

&quot;Terlalu jauh dari posisi 2019, tapi RPJMN 2019 tidak bisa direvisi, paling bisa ya memperkecil kalau sudah merah susah,&quot; ujarnya di dalam acara Indo EBTKE ConEx 2017, di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9/2017).
Baca juga: Menteri Jonan Siap Mati-matian Capai Target Energi Baru Terbarukan 23% di 2025
Menurut dia,untuk memperkecil realisasi target EBT dibutuhkan suatu percepatan. Misalnya dengan membuat tarif berjenjang supaya peminat investor membangun pembangkit bersumber EBT semaki banyak.

&quot;Tarif berjenjang karena yang mahal itu initial investment nya susah bagi mereka harga murah di awal, bisa nanti di ujung saat cost of fundnya mereka sudah mulai selesaikan,&quot;ujar Bambang.
Baca Juga: Janji Menteri Jonan Jika Menjabat hingga 2019: Listrik dari Energi Terbarukan 3.000 Mw Bisa Jalan!
Mantan Menteri Keuangan juga menyarankan supaya menggunakan diesel dengan solar cell di pulau-pulau terluar Indonesia. Dengan demikian realisasi target EBT bisa diperkecil.
Baca Juga: Beli Listrik Energi Terbarukan 291 Mw, Menteri Jonan: Pendahulu Saya Enggak Ada yang Bisa
&quot;Powerplant untuk seluruh remote island diganti dari diesel ke solar cell atau tambah alternatif jenis. Seperti di NTT dan Muluk itu bagus, ya memang untuk pulau-pulau di sana dikembangkan pembangkit  arus laut,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
