<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Indonesia Impor Barang Konsumsi: Dari Tank, Parfum hingga Pistol</title><description>Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan impor barang konsumsi memang sedikit melambat di beberapa bulan terakhir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/15/320/1776558/indonesia-impor-barang-konsumsi-dari-tank-parfum-hingga-pistol</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/15/320/1776558/indonesia-impor-barang-konsumsi-dari-tank-parfum-hingga-pistol"/><item><title>Indonesia Impor Barang Konsumsi: Dari Tank, Parfum hingga Pistol</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/15/320/1776558/indonesia-impor-barang-konsumsi-dari-tank-parfum-hingga-pistol</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/15/320/1776558/indonesia-impor-barang-konsumsi-dari-tank-parfum-hingga-pistol</guid><pubDate>Jum'at 15 September 2017 13:46 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/15/320/1776558/indonesia-impor-barang-konsumsi-dari-tank-parfum-hingga-pistol-HNFtumvBga.JPG" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/15/320/1776558/indonesia-impor-barang-konsumsi-dari-tank-parfum-hingga-pistol-HNFtumvBga.JPG</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan impor barang konsumsi memang sedikit melambat di beberapa bulan terakhir. Pelemahan impor konsumsi ini disebabkan telah berlalunya bulan Ramadan dan Lebaran di mana konsumsi impor biasanya tinggi.

BPS mencatat total impor barang konsumsi sepanjang Agustus 2017 sebesar USD1,19 miliar atau naik 9,39% dibandingkan bulan lalu (mtm). Sedangkan selama Januari-Agustus 2017 tercatat sebesar USD9,07 miliar atau naik 11,76% dibandingkan Januari-Agustus 2016.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp; 

 
Impor Konsumsi Turun, BI: Tidak Cerminkan Penurunan Daya Beli


Adapun untuk impor konsumsi tertinggi dari golongan buah-buahan yang naik 277,73% menjadi USD63,6 juta. Buah terbanyak yang di impor yakni Longan dari Thailand.

&quot;Buah sudah dilacak, yang di impor memang buah yang enggak ada di sini. Buah longan, kayak kelengkeng. Dari Thailand ajah, kita kan enggak produksi di sini. Itu yang paling besar yang kita catat,&quot; ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/9/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp;

 
Catat! Pengaruhi Daya Saing, Skema Tarif Dinilai Lebih Baik Dibanding Kuota Impor

Berdasarkan data BPS ada 10 daftar impor barang konsumsi terbesar sepanjang Agustus 2017.

1. Tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya USD46,2 juta
2. Bawang putih USD39,8 juta
3. Buah Longan, mata kucing dan sejenisnya USD31,2 juta
4. Buah Apel USD16,9 juta
5. Buah Anggur USD12,2 juta
6. Pistol USD8,2 juta
7. Obat-obatan USD12 juta
8. Mentega USD9 juta
9. Susu USD13 juta
10. Parfum USD19,9 juta.
</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan impor barang konsumsi memang sedikit melambat di beberapa bulan terakhir. Pelemahan impor konsumsi ini disebabkan telah berlalunya bulan Ramadan dan Lebaran di mana konsumsi impor biasanya tinggi.

BPS mencatat total impor barang konsumsi sepanjang Agustus 2017 sebesar USD1,19 miliar atau naik 9,39% dibandingkan bulan lalu (mtm). Sedangkan selama Januari-Agustus 2017 tercatat sebesar USD9,07 miliar atau naik 11,76% dibandingkan Januari-Agustus 2016.
&amp;nbsp;Baca Juga:&amp;nbsp; 

 
Impor Konsumsi Turun, BI: Tidak Cerminkan Penurunan Daya Beli


Adapun untuk impor konsumsi tertinggi dari golongan buah-buahan yang naik 277,73% menjadi USD63,6 juta. Buah terbanyak yang di impor yakni Longan dari Thailand.

&quot;Buah sudah dilacak, yang di impor memang buah yang enggak ada di sini. Buah longan, kayak kelengkeng. Dari Thailand ajah, kita kan enggak produksi di sini. Itu yang paling besar yang kita catat,&quot; ungkapnya di Gedung BPS, Jakarta, Jumat (15/9/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp;

 
Catat! Pengaruhi Daya Saing, Skema Tarif Dinilai Lebih Baik Dibanding Kuota Impor

Berdasarkan data BPS ada 10 daftar impor barang konsumsi terbesar sepanjang Agustus 2017.

1. Tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya USD46,2 juta
2. Bawang putih USD39,8 juta
3. Buah Longan, mata kucing dan sejenisnya USD31,2 juta
4. Buah Apel USD16,9 juta
5. Buah Anggur USD12,2 juta
6. Pistol USD8,2 juta
7. Obat-obatan USD12 juta
8. Mentega USD9 juta
9. Susu USD13 juta
10. Parfum USD19,9 juta.
</content:encoded></item></channel></rss>
