<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Ngaspal Pakai Sampah Plastik, Kementerian Perindustrian Diminta Cari Alat Pencacah</title><description>Pemerintah berencana untuk kembali menerapkan penggunaan sampah plastik untuk bahan aspal jalan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/16/320/1777294/ngaspal-pakai-sampah-plastik-kementerian-perindustrian-diminta-cari-alat-pencacah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/16/320/1777294/ngaspal-pakai-sampah-plastik-kementerian-perindustrian-diminta-cari-alat-pencacah"/><item><title>Ngaspal Pakai Sampah Plastik, Kementerian Perindustrian Diminta Cari Alat Pencacah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/16/320/1777294/ngaspal-pakai-sampah-plastik-kementerian-perindustrian-diminta-cari-alat-pencacah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/16/320/1777294/ngaspal-pakai-sampah-plastik-kementerian-perindustrian-diminta-cari-alat-pencacah</guid><pubDate>Sabtu 16 September 2017 16:08 WIB</pubDate><dc:creator>Giri Hartomo</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/16/320/1777294/ngaspal-pakai-sampah-plastik-kementerian-perindustrian-diminta-cari-alat-pencacah-0Oe6YQzuS5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Giri Hartomo/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/16/320/1777294/ngaspal-pakai-sampah-plastik-kementerian-perindustrian-diminta-cari-alat-pencacah-0Oe6YQzuS5.jpg</image><title>Foto: Giri Hartomo/Okezone</title></images><description>BEKASI - Pemerintah berencana untuk kembali menerapkan penggunaan sampah plastik untuk bahan aspal jalan. Bahkan rencananya penggunaan sampah plastik untuk bahan aspal jalan ini akan diterapkan di seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, untuk menjangkau daerah dalam penggunaan sampah plastik sebagai bahan aspal jalan pihaknya akan menggandeng Menteri Perindustrian. Digandengnya Menteri Perindustrian bertujuan untuk mencari alat pencacah sampah plastik dengan kapasitas yang memadai.
Baca juga: Setelah Bekasi, Jalan Tol Tangerang-Merak Bakal Gunakan Aspal dari Limbah Plastik
&quot;Kita akan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian,&quot; ujarnya saat ditemui di Bekasi, Sabtu (16/9/2017).

Dengan kerjasama tersebut lanjut Basuki, dirinya akan mendorong kepada SMK untuk memproduksi alat pencacah sampah plastik. Skema tersebut utama hampir sama dengan apa yang telah di lakukan terhadap PT Pindad ketika memproduksi ekskavator.
Baca juga: Soal Limbah Plastik Jadi Aspal, Menko Luhut Minta Libatkan Pemulung
&quot;Makanya saya mau beli alat pencacah dari SMK untuk mencacah sampah plastik itu, karena kebutuhan kita kan besar. Berapa SMK nya, di mana skemanya sama ketika kita suruh PT Pindad membuat ekskavator, kali ini kita suruh SMK,&quot; jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Deded P. Syamsudin mengatakan, pihaknya akan menggerakkan industri dan bersedia membantu pemerintah mengumpulkan sampah plastik dari masyarakat. Nantinya, industri juga akan  diajak untuk mampu menciptakan alat pencacah sampah plastik.
Baca juga: Ngaspal Jalan Bekasi, Menko Luhut: Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Bahan Berguna
&quot;Makanya ini mau kita gerakkan, industrinya harus dibangun. Karena stoknya ada, sampahnya sampai 5,2 juta ton per tahun. Nanti ini akan dikumpulkan. Terutama alat mencacahnya, itu yang akan kita gerakkan,&quot; katanya.

Deded menambahkan, kualitas jalan campuran aspal dan sampah plastik milik Kementerian PUPR, memiliki kualitas sama dengan jalan dengan komponen yang sama di negara lain. &quot;Miriplah. Pokoknya intinya, plastik itu sifatnya modifier. Modifikasi meningkatkan kinerja aspal,&quot; pungkasnya.</description><content:encoded>BEKASI - Pemerintah berencana untuk kembali menerapkan penggunaan sampah plastik untuk bahan aspal jalan. Bahkan rencananya penggunaan sampah plastik untuk bahan aspal jalan ini akan diterapkan di seluruh daerah yang ada di Indonesia.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuldjono mengatakan, untuk menjangkau daerah dalam penggunaan sampah plastik sebagai bahan aspal jalan pihaknya akan menggandeng Menteri Perindustrian. Digandengnya Menteri Perindustrian bertujuan untuk mencari alat pencacah sampah plastik dengan kapasitas yang memadai.
Baca juga: Setelah Bekasi, Jalan Tol Tangerang-Merak Bakal Gunakan Aspal dari Limbah Plastik
&quot;Kita akan kerja sama dengan Kementerian Perindustrian,&quot; ujarnya saat ditemui di Bekasi, Sabtu (16/9/2017).

Dengan kerjasama tersebut lanjut Basuki, dirinya akan mendorong kepada SMK untuk memproduksi alat pencacah sampah plastik. Skema tersebut utama hampir sama dengan apa yang telah di lakukan terhadap PT Pindad ketika memproduksi ekskavator.
Baca juga: Soal Limbah Plastik Jadi Aspal, Menko Luhut Minta Libatkan Pemulung
&quot;Makanya saya mau beli alat pencacah dari SMK untuk mencacah sampah plastik itu, karena kebutuhan kita kan besar. Berapa SMK nya, di mana skemanya sama ketika kita suruh PT Pindad membuat ekskavator, kali ini kita suruh SMK,&quot; jelasnya.

Sementara itu, Kepala Pusat Litbang Jalan dan Jembatan Deded P. Syamsudin mengatakan, pihaknya akan menggerakkan industri dan bersedia membantu pemerintah mengumpulkan sampah plastik dari masyarakat. Nantinya, industri juga akan  diajak untuk mampu menciptakan alat pencacah sampah plastik.
Baca juga: Ngaspal Jalan Bekasi, Menko Luhut: Manfaatkan Limbah Plastik Jadi Bahan Berguna
&quot;Makanya ini mau kita gerakkan, industrinya harus dibangun. Karena stoknya ada, sampahnya sampai 5,2 juta ton per tahun. Nanti ini akan dikumpulkan. Terutama alat mencacahnya, itu yang akan kita gerakkan,&quot; katanya.

Deded menambahkan, kualitas jalan campuran aspal dan sampah plastik milik Kementerian PUPR, memiliki kualitas sama dengan jalan dengan komponen yang sama di negara lain. &quot;Miriplah. Pokoknya intinya, plastik itu sifatnya modifier. Modifikasi meningkatkan kinerja aspal,&quot; pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
