<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kredit Tumbuh 7,6%, Gubernur BI Akui Masih Rendah</title><description>Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit perbankan masih rendah.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/19/320/1778761/kredit-tumbuh-7-6-gubernur-bi-akui-masih-rendah</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/19/320/1778761/kredit-tumbuh-7-6-gubernur-bi-akui-masih-rendah"/><item><title>Kredit Tumbuh 7,6%, Gubernur BI Akui Masih Rendah</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/19/320/1778761/kredit-tumbuh-7-6-gubernur-bi-akui-masih-rendah</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/19/320/1778761/kredit-tumbuh-7-6-gubernur-bi-akui-masih-rendah</guid><pubDate>Selasa 19 September 2017 12:44 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/19/320/1778761/kredit-tumbuh-7-6-gubernur-bi-akui-masih-rendah-q6yvshSrCX.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/19/320/1778761/kredit-tumbuh-7-6-gubernur-bi-akui-masih-rendah-q6yvshSrCX.jpg</image><title>Foto: Trio/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit perbankan masih rendah. Hal itu belum sejalan dengan stabilnya kondisi makro ekonomi Indonesia dibandingkan periode sebelumnya.
&quot;Tantangan di luar makro ekonomi baik dan keuangan stabil sekarang adalah pertumbuhan kredit perbankan relatif rendah,&quot; kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam IBEX 2017 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Baca Juga: Kredit Macet Tak Sampai 3%, LPS Prediksi Pertumbuhan Kredit Capai 9%
Sebagaimana diketahui, menurut data BI bahwa pertumbuhan penyaluran kredit perbankan&amp;nbsp;pada Juni 2017 sebesar Rp4.518 triliun atau bertumbuh tahunan 7,6% (year on year/yoy), namun angka tersebut lebih lambat dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 8,6% (yoy).
Pertumbuhan kredit lantaran masih terjadinya konsolidasi di tubuh perbankan. Konsolidasi juga terjadi pada korporasi serta rumah tangga yang masih butuh menyesuaikan kondisi keuangan.
&quot;Masih ada konsolidasi perbankan, korporasi, dan rumah tangga di Indonesia butuh cepat berbenah,&quot; jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga: BI Revisi Target Kredit, OJK Optimistis Tumbuh 11%
Kredit Modal Kerja (KMK) dari perbankan tumbuh 6,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 8,5% Pertumbuhan Kredit Investasi (KI) juga melorot menjadi 6,1% pada Juni 2017 menjadi 7,9% (yoy).
Sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam menyerap Kredit Investasi juga melambat dengan mencatatkan pertumbuhan6,7% di Juni 2017 dari 8,2% pada Mei 2017. KI untuk industri pengolahan turut melambat pada Juni 2017 menjadi 3,5% (yoy) dari 4,7% (yoy).</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) mengungkapkan bahwa pertumbuhan kredit perbankan masih rendah. Hal itu belum sejalan dengan stabilnya kondisi makro ekonomi Indonesia dibandingkan periode sebelumnya.
&quot;Tantangan di luar makro ekonomi baik dan keuangan stabil sekarang adalah pertumbuhan kredit perbankan relatif rendah,&quot; kata Gubernur BI Agus Martowardojo dalam IBEX 2017 di JCC Senayan, Jakarta, Selasa (19/9/2017).
Baca Juga: Kredit Macet Tak Sampai 3%, LPS Prediksi Pertumbuhan Kredit Capai 9%
Sebagaimana diketahui, menurut data BI bahwa pertumbuhan penyaluran kredit perbankan&amp;nbsp;pada Juni 2017 sebesar Rp4.518 triliun atau bertumbuh tahunan 7,6% (year on year/yoy), namun angka tersebut lebih lambat dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 8,6% (yoy).
Pertumbuhan kredit lantaran masih terjadinya konsolidasi di tubuh perbankan. Konsolidasi juga terjadi pada korporasi serta rumah tangga yang masih butuh menyesuaikan kondisi keuangan.
&quot;Masih ada konsolidasi perbankan, korporasi, dan rumah tangga di Indonesia butuh cepat berbenah,&quot; jelasnya lebih lanjut.
Baca Juga: BI Revisi Target Kredit, OJK Optimistis Tumbuh 11%
Kredit Modal Kerja (KMK) dari perbankan tumbuh 6,9% (yoy), lebih rendah dibandingkan Mei 2017 yang sebesar 8,5% Pertumbuhan Kredit Investasi (KI) juga melorot menjadi 6,1% pada Juni 2017 menjadi 7,9% (yoy).
Sektor perdagangan, hotel dan restoran dalam menyerap Kredit Investasi juga melambat dengan mencatatkan pertumbuhan6,7% di Juni 2017 dari 8,2% pada Mei 2017. KI untuk industri pengolahan turut melambat pada Juni 2017 menjadi 3,5% (yoy) dari 4,7% (yoy).</content:encoded></item></channel></rss>
