<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak! Ini Alasan BI Pangkas Suku Bunga Jadi 4,25%</title><description>Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya, BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/22/20/1781260/simak-ini-alasan-bi-pangkas-suku-bunga-jadi-4-25</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/22/20/1781260/simak-ini-alasan-bi-pangkas-suku-bunga-jadi-4-25"/><item><title>Simak! Ini Alasan BI Pangkas Suku Bunga Jadi 4,25%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/22/20/1781260/simak-ini-alasan-bi-pangkas-suku-bunga-jadi-4-25</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/22/20/1781260/simak-ini-alasan-bi-pangkas-suku-bunga-jadi-4-25</guid><pubDate>Jum'at 22 September 2017 21:08 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/22/20/1781260/simak-ini-alasan-bi-pangkas-suku-bunga-jadi-4-25-g7xfNKDyVC.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio Hamdani (Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/22/20/1781260/simak-ini-alasan-bi-pangkas-suku-bunga-jadi-4-25-g7xfNKDyVC.jpg</image><title>Foto: Trio Hamdani (Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya, BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,50% menjadi 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 3,50% dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,00%, berlaku efektif sejak 25 September 2017.

Keputusan tersebut diambil usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-22 September 2017. RDG yang dilakukan BI membahas sejumlah hal termasuk suku bungan acuan atau 7 Day Reverse Repo Rate.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Suku Bunga Acuan BI Turun Lagi Jadi 4,25%
Sejumlah hal mendasari BI dalam memutuskan penurunan suku bunga acuan atau 7 Day Reverse Repo Rate. Antaranya, BI mengacu kondisi perekonomian global yang terjadi belakangan.

&quot;Prospek ekonomi global diperkirakan membaik. Amerika Serikat pertumbuhan ekonominya diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan permintaan domestik. Eropa juga membaik seiring aktivitas konsumsi dan penurunan ketidakpastian sektor keuangan,&quot; kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, Jumat (22/9/2017).
Baca Juga:Siap-Siap, Era Bunga Murah Bakal Bergulir Mulai Tahun Depan
Kemudian, ekonomi China juga diperkirakan membaik ditopang oleh sektor konsumsi. Pertumbuhan yang terjadi di China dianggap dapat mengompensasi pertumbuhan di India. &quot;Harga komodita ekpsor Indonesia tetap tinggi terutama batu bara,&quot; lanjutnya.

Tingginya harga komdoitas dunia berdampak positif terhadap ekonomi dunia. Keputusan FOMC terkait Fed Rate dan normalisasi neraca keuangan The Fed sesuai perkiraan pasar. &quot;Keputusan FOMC itu juga sejalan perkiraan BI,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuannya, BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps dari 4,50% menjadi 4,25%, dengan suku bunga Deposit Facility turun 25 bps menjadi 3,50% dan Lending Facility turun 25 bps menjadi 5,00%, berlaku efektif sejak 25 September 2017.

Keputusan tersebut diambil usai Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 20-22 September 2017. RDG yang dilakukan BI membahas sejumlah hal termasuk suku bungan acuan atau 7 Day Reverse Repo Rate.
Baca Juga: BREAKING NEWS: Suku Bunga Acuan BI Turun Lagi Jadi 4,25%
Sejumlah hal mendasari BI dalam memutuskan penurunan suku bunga acuan atau 7 Day Reverse Repo Rate. Antaranya, BI mengacu kondisi perekonomian global yang terjadi belakangan.

&quot;Prospek ekonomi global diperkirakan membaik. Amerika Serikat pertumbuhan ekonominya diperkirakan lebih tinggi sejalan dengan permintaan domestik. Eropa juga membaik seiring aktivitas konsumsi dan penurunan ketidakpastian sektor keuangan,&quot; kata Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo, Jumat (22/9/2017).
Baca Juga:Siap-Siap, Era Bunga Murah Bakal Bergulir Mulai Tahun Depan
Kemudian, ekonomi China juga diperkirakan membaik ditopang oleh sektor konsumsi. Pertumbuhan yang terjadi di China dianggap dapat mengompensasi pertumbuhan di India. &quot;Harga komodita ekpsor Indonesia tetap tinggi terutama batu bara,&quot; lanjutnya.

Tingginya harga komdoitas dunia berdampak positif terhadap ekonomi dunia. Keputusan FOMC terkait Fed Rate dan normalisasi neraca keuangan The Fed sesuai perkiraan pasar. &quot;Keputusan FOMC itu juga sejalan perkiraan BI,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
