<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Terkuak! Laut di Indonesia Dipenuhi Kapal Asing Sebelum Ada Asas Cabotage</title><description>Menhub mengatakan, sebelum adanya asas cabotage ini maka sebagian besar  layanan laut Indonesia dipenuhi oleh kapal dengan bendera asing</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782408/terkuak-laut-di-indonesia-dipenuhi-kapal-asing-sebelum-ada-asas-cabotage</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782408/terkuak-laut-di-indonesia-dipenuhi-kapal-asing-sebelum-ada-asas-cabotage"/><item><title>Terkuak! Laut di Indonesia Dipenuhi Kapal Asing Sebelum Ada Asas Cabotage</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782408/terkuak-laut-di-indonesia-dipenuhi-kapal-asing-sebelum-ada-asas-cabotage</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782408/terkuak-laut-di-indonesia-dipenuhi-kapal-asing-sebelum-ada-asas-cabotage</guid><pubDate>Senin 25 September 2017 11:44 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/25/320/1782408/terkuak-laut-di-indonesia-dipenuhi-kapal-asing-sebelum-ada-asas-cabotage-352ZWMLdK5.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Menteri Perhubungan (Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/25/320/1782408/terkuak-laut-di-indonesia-dipenuhi-kapal-asing-sebelum-ada-asas-cabotage-352ZWMLdK5.jpg</image><title>Foto: Menteri Perhubungan (Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuka acara Focus Group Discussion (FDG) tentang Kemaritiman dan Kelautan. Acara ini diadakan oleh Alumni fakultas teknis UI di Hotel Borobudur, Jakarta.

Budi mengatakan, senang diadakannya acara tentang kelautan dan kemaritiman ini. Karena di sini akan dibahas beberapa topik yang memang sudah seharusnya patut dibahas seperti cabotage atau kegiatan pelayaran di RI tanpa campur tangan asing.

&quot;Dan hari ini kita akan bahas bagaimana kita membuat strategi percepatan cabotage, sukses kuantitas menuju kualitas dalam perspektif dalam peran pelayaran niaga dan pelayaran rakyat, galangan kapal, dan industri komponen lokal,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Baca Juga: Ada Tol Laut, Menhub: Harga Barang Turun Sampai 30%
Menurutnya, dalam pembahasan ini akan banyak pihak yang dilibatkan yakni badan klasifikasi nasional, teknologi maritim yang akan mengungkapkan tentang keselamatan, kemamanan, dan karakteristik lingkungan serta perairan lautan Indonesia.

&quot;Ini satu hal yang baik kita bahas dan seperti diketahui bahwa prinsip dari pelaksanaan cabotage (kegiatan pelayaran RI) adalah cara pemberdayaan angkutan laut nasional yang memberikan iklim yang kondusif guna memajukan industri angkutan yang lebih baik. Antara lain dengan adanya kemudahan dibidang perpajakan, permodalan, pengadaan, kontrak dan dengan adanya layanan azas cabotage maka ada harapan  baru untuk peningkatan industri angkutan laut nasional,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!
Lanjut Budi, sebelum adanya asas cabotage ini maka sebagian besar layanan laut Indonesia dipenuhi oleh kapal dengan bendera asing. Sehingga saat ini pembahasan mengenai cabotage penting agar pelayanan yang ada di laut domestik semua menggunakan kapal berbendera RI.

&quot;Sebagian besar layanan laut domestik dipenuhi kapal bendera asing. Hal ini menyebabkan usaha angkutan laut nasional terpuruk. Kita ingin sekali bahwasannya industri angkutan nasional ini tumbuh dan kita dengan kemampuan sendiri membangun sekira fungsi kekonomian dan manfaat ke ekonomian itu akan kita kolek langsung,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi membuka acara Focus Group Discussion (FDG) tentang Kemaritiman dan Kelautan. Acara ini diadakan oleh Alumni fakultas teknis UI di Hotel Borobudur, Jakarta.

Budi mengatakan, senang diadakannya acara tentang kelautan dan kemaritiman ini. Karena di sini akan dibahas beberapa topik yang memang sudah seharusnya patut dibahas seperti cabotage atau kegiatan pelayaran di RI tanpa campur tangan asing.

&quot;Dan hari ini kita akan bahas bagaimana kita membuat strategi percepatan cabotage, sukses kuantitas menuju kualitas dalam perspektif dalam peran pelayaran niaga dan pelayaran rakyat, galangan kapal, dan industri komponen lokal,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Baca Juga: Ada Tol Laut, Menhub: Harga Barang Turun Sampai 30%
Menurutnya, dalam pembahasan ini akan banyak pihak yang dilibatkan yakni badan klasifikasi nasional, teknologi maritim yang akan mengungkapkan tentang keselamatan, kemamanan, dan karakteristik lingkungan serta perairan lautan Indonesia.

&quot;Ini satu hal yang baik kita bahas dan seperti diketahui bahwa prinsip dari pelaksanaan cabotage (kegiatan pelayaran RI) adalah cara pemberdayaan angkutan laut nasional yang memberikan iklim yang kondusif guna memajukan industri angkutan yang lebih baik. Antara lain dengan adanya kemudahan dibidang perpajakan, permodalan, pengadaan, kontrak dan dengan adanya layanan azas cabotage maka ada harapan  baru untuk peningkatan industri angkutan laut nasional,&quot; imbuhnya.
Baca Juga: Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!
Lanjut Budi, sebelum adanya asas cabotage ini maka sebagian besar layanan laut Indonesia dipenuhi oleh kapal dengan bendera asing. Sehingga saat ini pembahasan mengenai cabotage penting agar pelayanan yang ada di laut domestik semua menggunakan kapal berbendera RI.

&quot;Sebagian besar layanan laut domestik dipenuhi kapal bendera asing. Hal ini menyebabkan usaha angkutan laut nasional terpuruk. Kita ingin sekali bahwasannya industri angkutan nasional ini tumbuh dan kita dengan kemampuan sendiri membangun sekira fungsi kekonomian dan manfaat ke ekonomian itu akan kita kolek langsung,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
