<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Jokowi: Petani Enggak Mau Modern, Maka Pertanian Tidak Berkembang!</title><description>Presiden Joko Widodo mengatakan modernisasi pertanian saat ini dibutuhkan agar kehidupan petani lebih sejahtera.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782513/jokowi-petani-enggak-mau-modern-maka-pertanian-tidak-berkembang</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782513/jokowi-petani-enggak-mau-modern-maka-pertanian-tidak-berkembang"/><item><title>Jokowi: Petani Enggak Mau Modern, Maka Pertanian Tidak Berkembang!</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782513/jokowi-petani-enggak-mau-modern-maka-pertanian-tidak-berkembang</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782513/jokowi-petani-enggak-mau-modern-maka-pertanian-tidak-berkembang</guid><pubDate>Senin 25 September 2017 14:18 WIB</pubDate><dc:creator>Antara</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/25/320/1782513/jokowi-petani-enggak-mau-modern-maka-pertanian-tidak-berkembang-4l9h7CJtVI.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Jokowi saat bertemu dengan para petani (Foto: Setkab)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/25/320/1782513/jokowi-petani-enggak-mau-modern-maka-pertanian-tidak-berkembang-4l9h7CJtVI.jpg</image><title>Jokowi saat bertemu dengan para petani (Foto: Setkab)</title></images><description>SALATIGA - Presiden Joko Widodo mengatakan modernisasi pertanian saat ini dibutuhkan agar kehidupan petani lebih sejahtera.

&quot;Modernisasi seperti itulah yang kita butuhkan. Dan sudah saya menyampaikan ke Menteri Pertanian agar selalu diikuti, step-step, proses-proses itu sehingga betul apa yang kita lakukan itu menuju pertanian yang modern,&quot; kata Presiden saat acara silaturahmi dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Senin.
Baca juga: Sudah Dilindungi Asuransi, Mentan: Petani Senang saat Banjir Datang
Jokowi mengatakan membangun waduk, embung adan irigasi menjadi tugas pemerintah, tetapi kalau pola kerja petani seperti sekarang ini maka tidak akan berkembang dan lebih sejahtera.

&quot;Tapi kalau petani sendiri tidak mau jadi petani modern, mengerjakan produksinya, mengerjakan pascapanennya, mengerjakan pemasarannya dengan baik, ya...kita akan segini-gini terus,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga: Alhamdulillah.. Upah Buruh Tani Naik Jadi Rp50.079/Hari di Agustus
Presiden mengatakan petani dalam meningkatkan kesejahteraannya tidak hanya berkutat di produksi saja.

&quot;Menanam dan memanen saja, sebab keuntungan terbesar ada pada proses agrobisnisnya. Di Qaryah Thayyibah sudah betul mengkonsolidasikan petani dalam kelompok besar, sudah besar Ada jamaah produksi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga:  Wah, Upah Buruh Tani dan Bangunan Naik saat Ramadan
Presiden berharap yang dikerjakan bukan hanya menanam atau mencari benih atau memupuk saja, tapi setelah pascapanen tersebut keuntungannya yang lebih besar.

&quot;Jadi setelah konsolidasi, bagaimana mengkorporasikan petani dalam jumlah besar,&quot; katanya.

Menurut Presiden, kelompok petani tersebut harus menjadi organisasi sebagai perusahaan pertanian.

&quot;Sehingga bisa siapkan pupuk sendiri, buat pabrik pupuk dengan sekala besar. Juga dari sisi panen harus dikerjakan bersama-sama, memiliki 'rice mill' sendiri, perontok padi juga sendiri,&quot; katanya.

Presiden berharap kelompok petani juga memiliki bagian pemasaran sendiri, sehingga bisa memanfaatkan keuntungan yang lebih besar.
</description><content:encoded>SALATIGA - Presiden Joko Widodo mengatakan modernisasi pertanian saat ini dibutuhkan agar kehidupan petani lebih sejahtera.

&quot;Modernisasi seperti itulah yang kita butuhkan. Dan sudah saya menyampaikan ke Menteri Pertanian agar selalu diikuti, step-step, proses-proses itu sehingga betul apa yang kita lakukan itu menuju pertanian yang modern,&quot; kata Presiden saat acara silaturahmi dengan Serikat Paguyuban Petani Qaryah Thayyibah (SPPQT) di Kelurahan Kalibening, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga, Provinsi Jawa Tengah, Senin.
Baca juga: Sudah Dilindungi Asuransi, Mentan: Petani Senang saat Banjir Datang
Jokowi mengatakan membangun waduk, embung adan irigasi menjadi tugas pemerintah, tetapi kalau pola kerja petani seperti sekarang ini maka tidak akan berkembang dan lebih sejahtera.

&quot;Tapi kalau petani sendiri tidak mau jadi petani modern, mengerjakan produksinya, mengerjakan pascapanennya, mengerjakan pemasarannya dengan baik, ya...kita akan segini-gini terus,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga: Alhamdulillah.. Upah Buruh Tani Naik Jadi Rp50.079/Hari di Agustus
Presiden mengatakan petani dalam meningkatkan kesejahteraannya tidak hanya berkutat di produksi saja.

&quot;Menanam dan memanen saja, sebab keuntungan terbesar ada pada proses agrobisnisnya. Di Qaryah Thayyibah sudah betul mengkonsolidasikan petani dalam kelompok besar, sudah besar Ada jamaah produksi,&quot; katanya.
&amp;nbsp;Baca juga:  Wah, Upah Buruh Tani dan Bangunan Naik saat Ramadan
Presiden berharap yang dikerjakan bukan hanya menanam atau mencari benih atau memupuk saja, tapi setelah pascapanen tersebut keuntungannya yang lebih besar.

&quot;Jadi setelah konsolidasi, bagaimana mengkorporasikan petani dalam jumlah besar,&quot; katanya.

Menurut Presiden, kelompok petani tersebut harus menjadi organisasi sebagai perusahaan pertanian.

&quot;Sehingga bisa siapkan pupuk sendiri, buat pabrik pupuk dengan sekala besar. Juga dari sisi panen harus dikerjakan bersama-sama, memiliki 'rice mill' sendiri, perontok padi juga sendiri,&quot; katanya.

Presiden berharap kelompok petani juga memiliki bagian pemasaran sendiri, sehingga bisa memanfaatkan keuntungan yang lebih besar.
</content:encoded></item></channel></rss>
