<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Sindiran Menhub: Jangan Jalan Sendiri-Sendiri Topang Industri Galangan Kapal</title><description>Untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam pengembangan sektor  kemaritiman maka pertumbuhan industri perkapalan.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782541/sindiran-menhub-jangan-jalan-sendiri-sendiri-topang-industri-galangan-kapal</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782541/sindiran-menhub-jangan-jalan-sendiri-sendiri-topang-industri-galangan-kapal"/><item><title>Sindiran Menhub: Jangan Jalan Sendiri-Sendiri Topang Industri Galangan Kapal</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782541/sindiran-menhub-jangan-jalan-sendiri-sendiri-topang-industri-galangan-kapal</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/25/320/1782541/sindiran-menhub-jangan-jalan-sendiri-sendiri-topang-industri-galangan-kapal</guid><pubDate>Senin 25 September 2017 14:39 WIB</pubDate><dc:creator>Lidya Julita Sembiring</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/25/320/1782541/sindiran-menhub-jangan-jalan-sendiri-sendiri-topang-industri-galangan-kapal-nf5XsoLt1R.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Lidya/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/25/320/1782541/sindiran-menhub-jangan-jalan-sendiri-sendiri-topang-industri-galangan-kapal-nf5XsoLt1R.jpg</image><title>(Foto: Lidya/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam pengembangan sektor kemaritiman maka pertumbuhan industri perkapalan menjadi hal yang penting untuk dicapai. Pembangunan industri perkapalan turut menjadi pondasi penting dalam menunjang progres Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Menurutnya, untuk hal itu maka galangan kapal di Indonesia seharusnya bersinergi. Industri galangan kapal nasional ini diyakini mampu membangun kapal untuk memperkuat maritim nasional.
Baca Juga: Tak Hanya di RI, Amerika hingga China Terapkan Asas Cabotage
Menhub Budi mengatakan, berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terdapat 69 Terminal Khusus (Tersus) dan 29 dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) yang difungsikan sebagai galangan kapal. Namun saat dirinya melakukan pengecekan, maka jumlah Tersus dan DUKS tersebut justru ada beberapa yang belum mendapatkan izin.

&quot;Kemarin saya ke Batam untuk mengamati jumlah Tersus dan DUKS tersebut dan beberapa belum mendapatkan izin. Oleh karena itu, saya minta untuk bersinergi. Pada dasarnya kalau kita makin banyak menggunakan pelabuhan, bukannya kita tambah kuat tapi skala ekonomi industri itu tidak tercapai,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Baca Juga: Simak! Pelayaran Niaga Pegang Peranan Penting dalam Industri Angkutan Laut
Selain itu, Menhub Budi juga mengimbau agar masyarakat bisa memberikan dorongan kepada industriawan agar bersatu dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena dengan sendiri-sendiri, dia menilai tidak hanya perekonomian yang tidak tercapai tapi juga kemungkinan pelabuhan-pelabuhan yang tidak difungsikan dengan baik.

&quot;Dengan terpisah kan selain ekonomi tidak tercapai bisa terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Di Batam ada 100 pelabuhan. Dari segi kapal nasional mampu memproduksi 1,2 DWT yang baru  dan mereparasi 12 juta jadi cukup banyak. Ini saya pikir kita bisa berdayakan kalau mau baru merger, kalau nanti kebanyakan enggak dapat kerjaan, nanti tutup,&quot; paparnya.

Sehingga, dengan sinergi ini, maka indutri galangan kapal dapat membangun dan memproduksi tipe kapal sampai berukuran 5.000 DWT atau sebesar 50% dari jumlah  galangan kapal.

&quot;Ruang industri kapal sangat terbuka dengan asas cabotage dapat meningkatkan jumlah kapal nasional dari 6.000 unit di 2004 menjadi 56.000 yang kita harapkan terjadi pada tahun ini,&quot; tukasnya.
</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan, untuk mewujudkan kemandirian bangsa dalam pengembangan sektor kemaritiman maka pertumbuhan industri perkapalan menjadi hal yang penting untuk dicapai. Pembangunan industri perkapalan turut menjadi pondasi penting dalam menunjang progres Indonesia menjadi poros maritim dunia.

Menurutnya, untuk hal itu maka galangan kapal di Indonesia seharusnya bersinergi. Industri galangan kapal nasional ini diyakini mampu membangun kapal untuk memperkuat maritim nasional.
Baca Juga: Tak Hanya di RI, Amerika hingga China Terapkan Asas Cabotage
Menhub Budi mengatakan, berdasarkan data Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terdapat 69 Terminal Khusus (Tersus) dan 29 dermaga untuk kepentingan sendiri (DUKS) yang difungsikan sebagai galangan kapal. Namun saat dirinya melakukan pengecekan, maka jumlah Tersus dan DUKS tersebut justru ada beberapa yang belum mendapatkan izin.

&quot;Kemarin saya ke Batam untuk mengamati jumlah Tersus dan DUKS tersebut dan beberapa belum mendapatkan izin. Oleh karena itu, saya minta untuk bersinergi. Pada dasarnya kalau kita makin banyak menggunakan pelabuhan, bukannya kita tambah kuat tapi skala ekonomi industri itu tidak tercapai,&quot; ungkapnya di Hotel Borobudur, Jakarta, Senin (25/9/2017).
Baca Juga: Simak! Pelayaran Niaga Pegang Peranan Penting dalam Industri Angkutan Laut
Selain itu, Menhub Budi juga mengimbau agar masyarakat bisa memberikan dorongan kepada industriawan agar bersatu dan tidak berjalan sendiri-sendiri. Karena dengan sendiri-sendiri, dia menilai tidak hanya perekonomian yang tidak tercapai tapi juga kemungkinan pelabuhan-pelabuhan yang tidak difungsikan dengan baik.

&quot;Dengan terpisah kan selain ekonomi tidak tercapai bisa terjadi kemungkinan yang tidak diinginkan. Di Batam ada 100 pelabuhan. Dari segi kapal nasional mampu memproduksi 1,2 DWT yang baru  dan mereparasi 12 juta jadi cukup banyak. Ini saya pikir kita bisa berdayakan kalau mau baru merger, kalau nanti kebanyakan enggak dapat kerjaan, nanti tutup,&quot; paparnya.

Sehingga, dengan sinergi ini, maka indutri galangan kapal dapat membangun dan memproduksi tipe kapal sampai berukuran 5.000 DWT atau sebesar 50% dari jumlah  galangan kapal.

&quot;Ruang industri kapal sangat terbuka dengan asas cabotage dapat meningkatkan jumlah kapal nasional dari 6.000 unit di 2004 menjadi 56.000 yang kita harapkan terjadi pada tahun ini,&quot; tukasnya.
</content:encoded></item></channel></rss>
