<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Kepala BPS: Big Data Bukan Ancaman   </title><description>Oleh karena itu, BPS mulai memanfaatkan big data untuk berbagai keperluan statistik.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/26/320/1783461/kepala-bps-big-data-bukan-ancaman</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/26/320/1783461/kepala-bps-big-data-bukan-ancaman"/><item><title>Kepala BPS: Big Data Bukan Ancaman   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/26/320/1783461/kepala-bps-big-data-bukan-ancaman</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/26/320/1783461/kepala-bps-big-data-bukan-ancaman</guid><pubDate>Selasa 26 September 2017 18:49 WIB</pubDate><dc:creator>Ulfa Arieza</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/26/320/1783461/kepala-bps-big-data-bukan-ancaman-BaujRXbFqb.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/26/320/1783461/kepala-bps-big-data-bukan-ancaman-BaujRXbFqb.jpg</image><title>Ilustrasi BPS (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) masih memerlukan big data untuk memperluas basis data BPS guna mendukung berbagai kebijakan berbasis data. Oleh karena itu, BPS mulai memanfaatkan big data untuk berbagai keperluan statistik.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, BPS akan mengkolaborasikan data BPS dan big data secara bertahap. Dalam tahap awal, BPS telah menggunakan big data pada sektor pariwisata.

&quot;Kantor statistik di mana saja diperlukan dan harus memanfaatkan big data, jangan dianggap ancaman karena itu kemajuan yang tidak dapat dihindari,&quot; ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Kecuk mengatakan, saat ini big data masih memiliki kekurangan yaitu hanya dapat menggambarkan data makro. Pasalnya, untuk melahirkan kebijakan atau menganalisa masalah kadangkala diperlukan rincian data.

&quot;Ke depan kita akan menggunakan big data, dikombinasikan dengan data BPS, jadi harus kombinasi dua-duanya,&quot; kata dia.

Menurut dia, pembangunan big data bukan hal yang baru. Dia menjelaskan, BPS telah merencanakan pembangunan sistem big data sejak empat tahun lalu, saat melakukan pertemuan dengan negara-negara di Perserikatan Bangsa Bangsa.

Menurut Kecuk, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari, sehingga sistem data pun harus mengarah kepada sistem digital. &quot;BPS harus berubah, banyak hal yang kita kerjakan melakukan transfomrasi, integrasi, dan menggunakan teknologi baru supaya data lebih cepat dan mudah diakses,&quot; tukas dia.</description><content:encoded>JAKARTA - Badan Pusat Statistik (BPS) masih memerlukan big data untuk memperluas basis data BPS guna mendukung berbagai kebijakan berbasis data. Oleh karena itu, BPS mulai memanfaatkan big data untuk berbagai keperluan statistik.

Kepala BPS Kecuk Suhariyanto mengatakan, BPS akan mengkolaborasikan data BPS dan big data secara bertahap. Dalam tahap awal, BPS telah menggunakan big data pada sektor pariwisata.

&quot;Kantor statistik di mana saja diperlukan dan harus memanfaatkan big data, jangan dianggap ancaman karena itu kemajuan yang tidak dapat dihindari,&quot; ujarnya di Kantor Pusat BPS, Jakarta, Selasa (26/9/2017).

Kecuk mengatakan, saat ini big data masih memiliki kekurangan yaitu hanya dapat menggambarkan data makro. Pasalnya, untuk melahirkan kebijakan atau menganalisa masalah kadangkala diperlukan rincian data.

&quot;Ke depan kita akan menggunakan big data, dikombinasikan dengan data BPS, jadi harus kombinasi dua-duanya,&quot; kata dia.

Menurut dia, pembangunan big data bukan hal yang baru. Dia menjelaskan, BPS telah merencanakan pembangunan sistem big data sejak empat tahun lalu, saat melakukan pertemuan dengan negara-negara di Perserikatan Bangsa Bangsa.

Menurut Kecuk, perkembangan teknologi digital tidak bisa dihindari, sehingga sistem data pun harus mengarah kepada sistem digital. &quot;BPS harus berubah, banyak hal yang kita kerjakan melakukan transfomrasi, integrasi, dan menggunakan teknologi baru supaya data lebih cepat dan mudah diakses,&quot; tukas dia.</content:encoded></item></channel></rss>
