<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>LPG 3 Kg Langka di Sumut, Pertamina: Karena Dibatasi Kuota Subsidinya</title><description>Warga di empat wilayah di Sumatera Utara, mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kg.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/29/320/1785542/lpg-3-kg-langka-di-sumut-pertamina-karena-dibatasi-kuota-subsidinya</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/09/29/320/1785542/lpg-3-kg-langka-di-sumut-pertamina-karena-dibatasi-kuota-subsidinya"/><item><title>LPG 3 Kg Langka di Sumut, Pertamina: Karena Dibatasi Kuota Subsidinya</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/09/29/320/1785542/lpg-3-kg-langka-di-sumut-pertamina-karena-dibatasi-kuota-subsidinya</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/09/29/320/1785542/lpg-3-kg-langka-di-sumut-pertamina-karena-dibatasi-kuota-subsidinya</guid><pubDate>Jum'at 29 September 2017 14:59 WIB</pubDate><dc:creator>Wahyudi Aulia Siregar</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/09/29/320/1785542/lpg-3-kg-langka-di-sumut-pertamina-karena-dibatasi-kuota-subsidinya-kdpr67ZwGB.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/09/29/320/1785542/lpg-3-kg-langka-di-sumut-pertamina-karena-dibatasi-kuota-subsidinya-kdpr67ZwGB.jpg</image><title>Ilustrasi (Foto: Okezone)</title></images><description>MEDAN &amp;ndash; Warga di empat wilayah di Sumatera Utara, mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kg. Yakni di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deliserdang.

Ebina (56), warga Medan Perjuangan, Kota Medan mengaku, sudah sejak sepekan terakhir kesulitan mendapatkan LPG ukuran 3 kg. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengaku, sudah mendatangi tiga pengecer LPG yang ada di sekitar rumahnya. Namun ketiga pengecer itu sama sekali tak memiliki stok.
&amp;nbsp;Baca juga: Subsidi Tertutup Elpiji 3 Kg Belum Siap Diterapkan, Kenapa Ya?
&amp;ldquo;Udah seminggu ini enggak ada. Yang ada yang ukuran 12 kg. Musti keliling-keliling agak jauh lah baru dapat. Capek kita untuk mau nyari LPG aja. Dulu di suruh pindah ke gas, sekarang malah susah dapatnya,&amp;rdquo; keluh Ebina kepada Okezone, Jumat (29/9/2017).

Elpheria (48), warga Sunggal, Deliserdang, juga mengakui hal yang sama. Selain sulit didapatkan, harga jual LPG ukuran 3 kg pun dinaikkan secara semena-mena oleh para pengecer.
&amp;nbsp;Baca juga: Langka, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg
&amp;ldquo;Udah langka, mahal lagi. Biasanya paling mahal 21 ribu pertabung. Sekarang paling murah 25 ribu,&amp;rdquo;tukasnya.

Demikian juga dengan Ismail (51), warga Kebun Lada, Kota Binjai. Pria yang sehari-hari berjualan pisang goring itu mengaku sudah hampir dua pekan tak mendapatkan LPG 3 kg. Ia pun terpaksa membeli LPG ukuran 5 kg yang notabene tak disubsidi pemerintah.
Baca juga: Harga Elpiji Melon Melambung, Pertamina Tak Bisa Tindak Pengecer Nakal
&amp;ldquo;Didorong-dorong lah kita sama pengecernya untuk beli yang 5 kg. Padahal kami pedagang kecil ini kan harusnya disubsidi pemerintah,&amp;rdquo;pungkasnya.

Sementara itu, Unggun (42), warga Namo Ukur, Langkat, meminta pemerintah segera mendistibusikan LPG 3 kg di daerah mereka. Karena pria yang memiliki pangkalan LPG 3 kg itu mengaku sudah sepekan terakhir tak mendapatkan pasokan dari distributor.

&amp;ldquo;Memang enggak ada pasokan. Kita tanya ke distributor kata mereka untuk wilayah kita udah enggak ada stok. Kalau sudah kosong begini kan semua repot. Harusnya ini bisa diantisipasi Pertamina, dengan melarang warga yang mampu, menggunakan LPG 3 kg,&amp;rdquo;tukasnya.

Officer Communication &amp;amp; Relations PT Pertamina Marketing Operation Region I-Sumbagut, Arya Yusa Dwicandra, membantah adanya kekosongan pasokan LPG 3 kg. Bahkan stok LPG mereka di dua depot LPG yang ada, yakni depot pangkalan susu dan tandem cukup untuk 13 hari dan seterusnya.

&amp;ldquo;Tapi karena LPG 3 kg ini disubsidi dan dibatasi. Kuota tahunannya disepakati pemerintah pusat. Maka Pertamina hanya bisa menyalurkan sesuai kuota tersebut. Seperti di Medan kuotanya di tahun 2017 ditetapkan 24 juta tabung. Kalau (kuota) sudah habis ya kita tidak bisa salurkan lagi. Kalau yang non-subsidi memang banyak stoknya karena memang tidak dibatasi kuotamya seperti LPG 3kg,&amp;rdquo;sebut Arya.

Arya mengaku, pihaknya baru akan dapat menyalurkan kuota tambahan, jika pemerintah daerah mengusulkan kuota tambahan kepada pemerintah pusat.

&amp;ldquo;Sejauh ini kita belum tahu apakah Pemda setempat sudah mengajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM atau belum. Nanti kita cek lagi. Tapi selagi tidak ada pengajuan, tidak akan ada penambahan,&amp;rdquo;tegasnya.

Saat ini kata Arya, Pertamina hanya bisa menghimbau kepada warga yang tergolong mampu, untuk berhenti menggunakan LPG ukuran 3 kg. Karena sejatinya, LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu.

&amp;ldquo;LPG 3 kg disubsidi yang diperuntukkan bagi warga miskin dengan pendapatan kurang dari Rp1,5 juta per bulan dan UKM. Maka untuk warga mampu diharapkan tidak mengambil hak warga miskin tersebut. Untuk warga yang mampu Pertamina menyediakan LPG non-subsidi seperti bright gas atau tabung biru 12 dan 50 kg. Itu yang harus dimanfaatkan,&amp;rdquo;pungkasnya.</description><content:encoded>MEDAN &amp;ndash; Warga di empat wilayah di Sumatera Utara, mengaku kesulitan mendapatkan gas LPG bersubsidi ukuran 3 kg. Yakni di Kota Medan, Kota Binjai, Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deliserdang.

Ebina (56), warga Medan Perjuangan, Kota Medan mengaku, sudah sejak sepekan terakhir kesulitan mendapatkan LPG ukuran 3 kg. Perempuan yang sehari-hari berprofesi sebagai ibu rumah tangga itu mengaku, sudah mendatangi tiga pengecer LPG yang ada di sekitar rumahnya. Namun ketiga pengecer itu sama sekali tak memiliki stok.
&amp;nbsp;Baca juga: Subsidi Tertutup Elpiji 3 Kg Belum Siap Diterapkan, Kenapa Ya?
&amp;ldquo;Udah seminggu ini enggak ada. Yang ada yang ukuran 12 kg. Musti keliling-keliling agak jauh lah baru dapat. Capek kita untuk mau nyari LPG aja. Dulu di suruh pindah ke gas, sekarang malah susah dapatnya,&amp;rdquo; keluh Ebina kepada Okezone, Jumat (29/9/2017).

Elpheria (48), warga Sunggal, Deliserdang, juga mengakui hal yang sama. Selain sulit didapatkan, harga jual LPG ukuran 3 kg pun dinaikkan secara semena-mena oleh para pengecer.
&amp;nbsp;Baca juga: Langka, Pertamina Tambah Pasokan Elpiji 3 Kg
&amp;ldquo;Udah langka, mahal lagi. Biasanya paling mahal 21 ribu pertabung. Sekarang paling murah 25 ribu,&amp;rdquo;tukasnya.

Demikian juga dengan Ismail (51), warga Kebun Lada, Kota Binjai. Pria yang sehari-hari berjualan pisang goring itu mengaku sudah hampir dua pekan tak mendapatkan LPG 3 kg. Ia pun terpaksa membeli LPG ukuran 5 kg yang notabene tak disubsidi pemerintah.
Baca juga: Harga Elpiji Melon Melambung, Pertamina Tak Bisa Tindak Pengecer Nakal
&amp;ldquo;Didorong-dorong lah kita sama pengecernya untuk beli yang 5 kg. Padahal kami pedagang kecil ini kan harusnya disubsidi pemerintah,&amp;rdquo;pungkasnya.

Sementara itu, Unggun (42), warga Namo Ukur, Langkat, meminta pemerintah segera mendistibusikan LPG 3 kg di daerah mereka. Karena pria yang memiliki pangkalan LPG 3 kg itu mengaku sudah sepekan terakhir tak mendapatkan pasokan dari distributor.

&amp;ldquo;Memang enggak ada pasokan. Kita tanya ke distributor kata mereka untuk wilayah kita udah enggak ada stok. Kalau sudah kosong begini kan semua repot. Harusnya ini bisa diantisipasi Pertamina, dengan melarang warga yang mampu, menggunakan LPG 3 kg,&amp;rdquo;tukasnya.

Officer Communication &amp;amp; Relations PT Pertamina Marketing Operation Region I-Sumbagut, Arya Yusa Dwicandra, membantah adanya kekosongan pasokan LPG 3 kg. Bahkan stok LPG mereka di dua depot LPG yang ada, yakni depot pangkalan susu dan tandem cukup untuk 13 hari dan seterusnya.

&amp;ldquo;Tapi karena LPG 3 kg ini disubsidi dan dibatasi. Kuota tahunannya disepakati pemerintah pusat. Maka Pertamina hanya bisa menyalurkan sesuai kuota tersebut. Seperti di Medan kuotanya di tahun 2017 ditetapkan 24 juta tabung. Kalau (kuota) sudah habis ya kita tidak bisa salurkan lagi. Kalau yang non-subsidi memang banyak stoknya karena memang tidak dibatasi kuotamya seperti LPG 3kg,&amp;rdquo;sebut Arya.

Arya mengaku, pihaknya baru akan dapat menyalurkan kuota tambahan, jika pemerintah daerah mengusulkan kuota tambahan kepada pemerintah pusat.

&amp;ldquo;Sejauh ini kita belum tahu apakah Pemda setempat sudah mengajukan ke pemerintah pusat melalui Kementerian ESDM atau belum. Nanti kita cek lagi. Tapi selagi tidak ada pengajuan, tidak akan ada penambahan,&amp;rdquo;tegasnya.

Saat ini kata Arya, Pertamina hanya bisa menghimbau kepada warga yang tergolong mampu, untuk berhenti menggunakan LPG ukuran 3 kg. Karena sejatinya, LPG 3 kg hanya diperuntukkan bagi warga tidak mampu.

&amp;ldquo;LPG 3 kg disubsidi yang diperuntukkan bagi warga miskin dengan pendapatan kurang dari Rp1,5 juta per bulan dan UKM. Maka untuk warga mampu diharapkan tidak mengambil hak warga miskin tersebut. Untuk warga yang mampu Pertamina menyediakan LPG non-subsidi seperti bright gas atau tabung biru 12 dan 50 kg. Itu yang harus dimanfaatkan,&amp;rdquo;pungkasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
