<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Ubah Skema Penawaran Investasi, Kepala BKPM: Ini Terobosan yang Kita Butuhkan   </title><description>Untuk menarik investasi ke dalam negeri cara berpikir tidak bisa hanya linier.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/03/320/1787649/ubah-skema-penawaran-investasi-kepala-bkpm-ini-terobosan-yang-kita-butuhkan</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/03/320/1787649/ubah-skema-penawaran-investasi-kepala-bkpm-ini-terobosan-yang-kita-butuhkan"/><item><title>   Ubah Skema Penawaran Investasi, Kepala BKPM: Ini Terobosan yang Kita Butuhkan   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/03/320/1787649/ubah-skema-penawaran-investasi-kepala-bkpm-ini-terobosan-yang-kita-butuhkan</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/03/320/1787649/ubah-skema-penawaran-investasi-kepala-bkpm-ini-terobosan-yang-kita-butuhkan</guid><pubDate>Selasa 03 Oktober 2017 11:53 WIB</pubDate><dc:creator>Feby Novalius</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/03/320/1787649/ubah-skema-penawaran-investasi-kepala-bkpm-ini-terobosan-yang-kita-butuhkan-HwvzuWf6CT.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Rakornas Kadin. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/03/320/1787649/ubah-skema-penawaran-investasi-kepala-bkpm-ini-terobosan-yang-kita-butuhkan-HwvzuWf6CT.jpg</image><title>Rakornas Kadin. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah telah mengubah skema penawaran investasi kepada para investor. Saat ini, skema penawaran list proyek yang ditawarkan menjadi penawaran kawasan investasi yang cocok dengan investasinya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, untuk menarik investasi ke dalam negeri cara berpikir tidak bisa hanya linier. Untuk itu dibutuhkan terobosan super aneh dan di luar bayangan karena peluang investasi yang disiapkan negara seperti China (USD500 miliar), Filipina (USD32 miliar) dan Pakistan (USD62 miliar) begitu besar.

&quot;Ini terobosan yang kita butuhkan dan akhirnya kita putuskan mengubah tawaran investasi. Tadinya kita keliling, ini list proyek ada 30 jalan tol, 70 proyek kereta api dan sebagainya. Tidak tahu kenapa dengan cara itu tidak jalan,&quot; ujarnya dalam Rakornas Kadin 2017, di Ritz Charlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Baca Juga:&amp;nbsp;Sindir BKPM, Sri Mulyani: Minat Investasi Tinggi tapi Realisasi Sedikit

Akhirnya untuk bisa menarik besarnya dana investasi diputuskan cara baru. Pemerintah membuat kerjasama dengan full integrasi. Seperti dengan China, investasi dilakukan di Sumatera Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara. &quot;Ini mereka (investor China) punya kelebihan masing-masing,&quot; ujarnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Di Depan Para Insinyur, Sri Mulyani Ungkap Ketidakpuasan dengan Pertumbuhan Investasi

Kemudian, di Kalimantan Utara dilakukan kerjasama dengan BUMN energi Malaysia. Sama seperti China, BUMN asal Negeri Jiran ini sudah 15 tahun bergerak di sektor pembuatan pembangkit listrik tenaga hydro.

&quot;Jadi semakin jelas potensinya. BUMN Malaysia memiliki kualitas hydro, sejauh mereka bisa ikut , Kaltara bisa memiliki pembangkit terbaik di Asia. Ini potensi sinergi yang sangat banyak,&quot; ujarnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah telah mengubah skema penawaran investasi kepada para investor. Saat ini, skema penawaran list proyek yang ditawarkan menjadi penawaran kawasan investasi yang cocok dengan investasinya.

Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong mengatakan, untuk menarik investasi ke dalam negeri cara berpikir tidak bisa hanya linier. Untuk itu dibutuhkan terobosan super aneh dan di luar bayangan karena peluang investasi yang disiapkan negara seperti China (USD500 miliar), Filipina (USD32 miliar) dan Pakistan (USD62 miliar) begitu besar.

&quot;Ini terobosan yang kita butuhkan dan akhirnya kita putuskan mengubah tawaran investasi. Tadinya kita keliling, ini list proyek ada 30 jalan tol, 70 proyek kereta api dan sebagainya. Tidak tahu kenapa dengan cara itu tidak jalan,&quot; ujarnya dalam Rakornas Kadin 2017, di Ritz Charlton Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (3/10/2017).

Baca Juga:&amp;nbsp;Sindir BKPM, Sri Mulyani: Minat Investasi Tinggi tapi Realisasi Sedikit

Akhirnya untuk bisa menarik besarnya dana investasi diputuskan cara baru. Pemerintah membuat kerjasama dengan full integrasi. Seperti dengan China, investasi dilakukan di Sumatera Utara, Kalimantan Utara dan Sulawesi Utara. &quot;Ini mereka (investor China) punya kelebihan masing-masing,&quot; ujarnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Di Depan Para Insinyur, Sri Mulyani Ungkap Ketidakpuasan dengan Pertumbuhan Investasi

Kemudian, di Kalimantan Utara dilakukan kerjasama dengan BUMN energi Malaysia. Sama seperti China, BUMN asal Negeri Jiran ini sudah 15 tahun bergerak di sektor pembuatan pembangkit listrik tenaga hydro.

&quot;Jadi semakin jelas potensinya. BUMN Malaysia memiliki kualitas hydro, sejauh mereka bisa ikut , Kaltara bisa memiliki pembangkit terbaik di Asia. Ini potensi sinergi yang sangat banyak,&quot; ujarnya.</content:encoded></item></channel></rss>
