<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Simak! Mendag Minta Pengusaha Ritel Sediakan Grosir untuk Pedagang Kecil</title><description>Mendag Enggartiasto Lukita meminta agar pengusaha besar di bidang ritel  bersedia menjual barang secara grosir untuk pedagang kecil.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/04/320/1788522/simak-mendag-minta-pengusaha-ritel-sediakan-grosir-untuk-pedagang-kecil</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/04/320/1788522/simak-mendag-minta-pengusaha-ritel-sediakan-grosir-untuk-pedagang-kecil"/><item><title>Simak! Mendag Minta Pengusaha Ritel Sediakan Grosir untuk Pedagang Kecil</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/04/320/1788522/simak-mendag-minta-pengusaha-ritel-sediakan-grosir-untuk-pedagang-kecil</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/04/320/1788522/simak-mendag-minta-pengusaha-ritel-sediakan-grosir-untuk-pedagang-kecil</guid><pubDate>Rabu 04 Oktober 2017 14:12 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/04/320/1788522/simak-mendag-minta-pengusaha-ritel-sediakan-grosir-untuk-pedagang-kecil-QNttNlVIfx.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Foto: Trio/Okezone</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/04/320/1788522/simak-mendag-minta-pengusaha-ritel-sediakan-grosir-untuk-pedagang-kecil-QNttNlVIfx.jpg</image><title>Foto: Trio/Okezone</title></images><description>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta agar pengusaha besar di bidang ritel bersedia menjual barang secara grosir untuk pedagang kecil. Dengan begitu, para pedagang kecil bisa membeli barang yang harganya terjangkau.
&quot;Saya kumpulkan teman-teman pengusaha ritel yang besar, setelah kami kunjungi ke beberapa tempat, seperti yang disampaikan Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) adalah ada grosiran,&quot; kata Mendag di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Baca juga: Hanya 1% Masyarakat Belanja Online Shop, Kenapa Sektor Ritel Bisa Lesu?
Namun dalam hal ini, ada yang wajib menyediakan grosir dan tidak. Sebab, menurut penjelasan Enggar, ada dua model ritel modern. Ada peritel modern yang memiliki gerai-gerai kecil semisal Alfamart dan Indomaret. Ada pula Hypermart dan Carrefour, yang tidak memiliki gerai.
&quot;Jadi supaya memberikan solusi masalah yang pertama, akses kepada sumber barang dengan harga yang sama maka pengusaha ritel modern wajib menyediakan grosir yang dijual ke pasar tradisional berdasarkan membership dengan harga yang tidak boleh berbeda dengan harga yang diambil tokonya,&quot; jelasnya.
Baca juga: Retail Modern dan Tradisional Indonesia Tak Bersinergi, Menko Darmin Iri dengan India
Namun, dalam hal ini, Mendag menjelaskan kalau pedagang kecil tidak dipaksa untuk memasok barang dari grosir yang disediakan oleh pengusaha ritel. Mereka boleh mengambil dari tempat lain.
&quot;Memang terkesan ini memaksakan kepada yang besar-besar ini. Tadi Pak Menko sudah katakan tidak rugi. Cuma tidak untung juga. Tetapi dengan meningkatnya volume ini, maka bargaining position (tawar menawar) kepada konsumen semakin meningkat,&quot; tandasnya.
Baca juga: Tepis Dugaan Daya Beli Turun, Jokowi: Jasa Kurir Barang Naik 130%
Sekali lagi, Enggar memastikan bahwa hal tersebut bukan untuk memberikan pengusaha ritel pasar yang lebih besar lantaran pemerintah mengimbau mereka menjual barangnya ke pedagang kecil dan pedagang kecil membeli barang dari mereka untuk kemudian dijual ke masyarakat.
&quot;Tidak ada soal. Karena ini pilihan bagi warung, pilihan bagi pasar tradisional atas sumber barangnya. Bukan terkesan menuduh pemerintah berikan pasar ke yang besar. Justru ini membuka alternatif ke pasar yang kecil. Pada posisi ini yang agak &quot;dipaksa&quot; supaya masuk ke surga yang besar-besar ini. Inilah yang coba kami lakukan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita meminta agar pengusaha besar di bidang ritel bersedia menjual barang secara grosir untuk pedagang kecil. Dengan begitu, para pedagang kecil bisa membeli barang yang harganya terjangkau.
&quot;Saya kumpulkan teman-teman pengusaha ritel yang besar, setelah kami kunjungi ke beberapa tempat, seperti yang disampaikan Menko (Menteri Koordinator Bidang Perekonomian) adalah ada grosiran,&quot; kata Mendag di Jakarta, Rabu (4/10/2017).
Baca juga: Hanya 1% Masyarakat Belanja Online Shop, Kenapa Sektor Ritel Bisa Lesu?
Namun dalam hal ini, ada yang wajib menyediakan grosir dan tidak. Sebab, menurut penjelasan Enggar, ada dua model ritel modern. Ada peritel modern yang memiliki gerai-gerai kecil semisal Alfamart dan Indomaret. Ada pula Hypermart dan Carrefour, yang tidak memiliki gerai.
&quot;Jadi supaya memberikan solusi masalah yang pertama, akses kepada sumber barang dengan harga yang sama maka pengusaha ritel modern wajib menyediakan grosir yang dijual ke pasar tradisional berdasarkan membership dengan harga yang tidak boleh berbeda dengan harga yang diambil tokonya,&quot; jelasnya.
Baca juga: Retail Modern dan Tradisional Indonesia Tak Bersinergi, Menko Darmin Iri dengan India
Namun, dalam hal ini, Mendag menjelaskan kalau pedagang kecil tidak dipaksa untuk memasok barang dari grosir yang disediakan oleh pengusaha ritel. Mereka boleh mengambil dari tempat lain.
&quot;Memang terkesan ini memaksakan kepada yang besar-besar ini. Tadi Pak Menko sudah katakan tidak rugi. Cuma tidak untung juga. Tetapi dengan meningkatnya volume ini, maka bargaining position (tawar menawar) kepada konsumen semakin meningkat,&quot; tandasnya.
Baca juga: Tepis Dugaan Daya Beli Turun, Jokowi: Jasa Kurir Barang Naik 130%
Sekali lagi, Enggar memastikan bahwa hal tersebut bukan untuk memberikan pengusaha ritel pasar yang lebih besar lantaran pemerintah mengimbau mereka menjual barangnya ke pedagang kecil dan pedagang kecil membeli barang dari mereka untuk kemudian dijual ke masyarakat.
&quot;Tidak ada soal. Karena ini pilihan bagi warung, pilihan bagi pasar tradisional atas sumber barangnya. Bukan terkesan menuduh pemerintah berikan pasar ke yang besar. Justru ini membuka alternatif ke pasar yang kecil. Pada posisi ini yang agak &quot;dipaksa&quot; supaya masuk ke surga yang besar-besar ini. Inilah yang coba kami lakukan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
