<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Waspada! Saham-Saham E-Commerce China Sudah Mulai Bubble, Mulai Alibaba hingga JD   </title><description>Booming start up dan teknologi baru membuat saham-saham e-commerce mengalami kenaikan tinggi.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/06/278/1790249/waspada-saham-saham-e-commerce-china-sudah-mulai-bubble-mulai-alibaba-hingga-jd</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/06/278/1790249/waspada-saham-saham-e-commerce-china-sudah-mulai-bubble-mulai-alibaba-hingga-jd"/><item><title>Waspada! Saham-Saham E-Commerce China Sudah Mulai Bubble, Mulai Alibaba hingga JD   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/06/278/1790249/waspada-saham-saham-e-commerce-china-sudah-mulai-bubble-mulai-alibaba-hingga-jd</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/06/278/1790249/waspada-saham-saham-e-commerce-china-sudah-mulai-bubble-mulai-alibaba-hingga-jd</guid><pubDate>Jum'at 06 Oktober 2017 17:18 WIB</pubDate><dc:creator>Martin Bagya Kertiyasa</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/06/278/1790249/waspada-saham-saham-e-commerce-china-sudah-mulai-bubble-mulai-alibaba-hingga-jd-6kwh3axWUK.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Pendiri Alibaba Jack Ma. (Foto: Reuters)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/06/278/1790249/waspada-saham-saham-e-commerce-china-sudah-mulai-bubble-mulai-alibaba-hingga-jd-6kwh3axWUK.jpg</image><title>Pendiri Alibaba Jack Ma. (Foto: Reuters)</title></images><description>JAKARTA - Booming start up dan teknologi baru membuat saham-saham e-commerce mengalami kenaikan tinggi. Namun, beberapa investor memperkirakan kenaikan yang terjadi sudah terlalu tinggi terutama yang bermarkas di China.

Saham raksasa E-commerce Alibaba (BABA) kini memiliki lebih dari dua kali lipat, dan perusahaan internet Tencent (TCEHY) telah naik lebih dari 80%. Nama besar lainnya seperti Baidu (BIDU) dan JD.com (JD) telah melonjak sekira 50%.

Sementara saham teknologi papan atas di Silicon Valley, kalah dengan rekan mereka di China. Saham Facebook (FB, Tech30) naik hanya 46% tahun ini, dan Amazon (AMZN) hanya sekira 30%.

&quot;Saham teknologi China sudah pasti memasuki wilayah gelembung,&quot; kata pendiri hedge fund Hong Kong Valkyria Kapital Niklas Hageback, seperti dilansir dari CNN, Jumat (6/10/2017).

&quot;Sebagian besar sektor teknologi tampaknya terlalu dihargai,&quot; tambah dia.

Beberapa IPO teknologi China baru-baru ini bahkan telah membuat bubble dotcom seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada periode 1999 dan 2000.

Investor umumnya mengetahui seberapa besar harga saham, dengan membandingkan harga saham dengan perkiraan keuntungan masa depan. Oleh karena itu, saham perusahaan internet di China termasuk yang paling mahal.

Hageback berpikir bahwa mereka dapat segera turun, jika pendapatan kuartalan perusahaan-perusahaan besar tersebut mengecewakan. Diperkirakan potensi penurunan saham tersebut mencapai 20% atau lebih. Saham di Tencent dan Alibaba pun sudah mulai tergelincir kembali dari rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.</description><content:encoded>JAKARTA - Booming start up dan teknologi baru membuat saham-saham e-commerce mengalami kenaikan tinggi. Namun, beberapa investor memperkirakan kenaikan yang terjadi sudah terlalu tinggi terutama yang bermarkas di China.

Saham raksasa E-commerce Alibaba (BABA) kini memiliki lebih dari dua kali lipat, dan perusahaan internet Tencent (TCEHY) telah naik lebih dari 80%. Nama besar lainnya seperti Baidu (BIDU) dan JD.com (JD) telah melonjak sekira 50%.

Sementara saham teknologi papan atas di Silicon Valley, kalah dengan rekan mereka di China. Saham Facebook (FB, Tech30) naik hanya 46% tahun ini, dan Amazon (AMZN) hanya sekira 30%.

&quot;Saham teknologi China sudah pasti memasuki wilayah gelembung,&quot; kata pendiri hedge fund Hong Kong Valkyria Kapital Niklas Hageback, seperti dilansir dari CNN, Jumat (6/10/2017).

&quot;Sebagian besar sektor teknologi tampaknya terlalu dihargai,&quot; tambah dia.

Beberapa IPO teknologi China baru-baru ini bahkan telah membuat bubble dotcom seperti yang terjadi di Amerika Serikat pada periode 1999 dan 2000.

Investor umumnya mengetahui seberapa besar harga saham, dengan membandingkan harga saham dengan perkiraan keuntungan masa depan. Oleh karena itu, saham perusahaan internet di China termasuk yang paling mahal.

Hageback berpikir bahwa mereka dapat segera turun, jika pendapatan kuartalan perusahaan-perusahaan besar tersebut mengecewakan. Diperkirakan potensi penurunan saham tersebut mencapai 20% atau lebih. Saham di Tencent dan Alibaba pun sudah mulai tergelincir kembali dari rekor tertinggi dalam beberapa minggu terakhir.</content:encoded></item></channel></rss>
