<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Suku Bunga Rendah Picu Maraknya Investasi Bodong, Apa Benar?</title><description>Investasi bodong menawarkan produk yang menarik masyarakat dengan iming-iming menggiurkan seperti imbal hasil 10% per bulan.
&amp;nbsp;
&amp;nbsp;</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/07/320/1790868/suku-bunga-rendah-picu-maraknya-investasi-bodong-apa-benar</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/07/320/1790868/suku-bunga-rendah-picu-maraknya-investasi-bodong-apa-benar"/><item><title>Suku Bunga Rendah Picu Maraknya Investasi Bodong, Apa Benar?</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/07/320/1790868/suku-bunga-rendah-picu-maraknya-investasi-bodong-apa-benar</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/07/320/1790868/suku-bunga-rendah-picu-maraknya-investasi-bodong-apa-benar</guid><pubDate>Sabtu 07 Oktober 2017 18:34 WIB</pubDate><dc:creator>Dani Jumadil Akhir</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/07/320/1790868/suku-bunga-rendah-picu-maraknya-investasi-bodong-apa-benar-Gv6qqwS99d.jpg" expression="full" type="image/jpeg">(Foto: Dani Jumadil/Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/07/320/1790868/suku-bunga-rendah-picu-maraknya-investasi-bodong-apa-benar-Gv6qqwS99d.jpg</image><title>(Foto: Dani Jumadil/Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Maraknya investasi bodong disebabkan banyak hal. Selain kurangnya pengawasan dari regulator, masyarakat ingin cepat kaya dengan cara instan dan ternyata faktor suku bunga bisa jadi penyebab. Kok bisa?

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, munculnya investasi bodong seperti Pandawa, First Travel hingga Antaboga karena menawarkan produk yang menarik masyarakat dengan iming-iming menggiurkan seperti imbal hasil 10% per bulan.

&quot;Itu kenapa terjadi? Pertama ini implikasi kepada kondisi ekonomi, yang kita tekan suku bunga harus turun,&quot; jelas Wimboh di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Baca juga:
Sudah Dilarang, Satgas Sebut &quot;Investasi Bodong&quot; Talk Fusion Masih Berkeliaran
Tetap Beroperasi Usai Dilarang Satgas Waspada Investasi, Apa Sih yang Ditawarkan Talk Fusion?


Penurunan suku bunga ini, kata Wimboh, adalah hal yang tidak bisa dihindari agar Indonesia menjadi negara yang kompetitif ke depannya.

&quot;Suku bunga itu harus murah, kalau engggk orang pinjam lebih banyak ke luar negeri. Dengan bunga 3%-4% paling mahal 6%. Di Indonesia di atas 13%-15% kalau bagus-bagus itu&amp;nbsp; betul 9%.Implikasinya orang punya deposito pendapatannya rendah, kalau rendah tergiur informasi investasi yang pendapatan yang tidak umum,&quot; paparnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk memahami produk investasi sebelum memutuskan menaruh dananya.

&quot;Tapi karena masyarakat ini tidak paham, risikonya apa, ini resmi atau tidak lembaga yang menawarkannya, produknya ter-registrasi atau tidak. Awalnya untung, terus pemiliknya hilang dan kabur, mereka langsung katakan bangkrut. Masyarakat tentu dirugikan,&quot; tukasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Maraknya investasi bodong disebabkan banyak hal. Selain kurangnya pengawasan dari regulator, masyarakat ingin cepat kaya dengan cara instan dan ternyata faktor suku bunga bisa jadi penyebab. Kok bisa?

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso mengatakan, munculnya investasi bodong seperti Pandawa, First Travel hingga Antaboga karena menawarkan produk yang menarik masyarakat dengan iming-iming menggiurkan seperti imbal hasil 10% per bulan.

&quot;Itu kenapa terjadi? Pertama ini implikasi kepada kondisi ekonomi, yang kita tekan suku bunga harus turun,&quot; jelas Wimboh di Jakarta, Sabtu (7/10/2017).

Baca juga:
Sudah Dilarang, Satgas Sebut &quot;Investasi Bodong&quot; Talk Fusion Masih Berkeliaran
Tetap Beroperasi Usai Dilarang Satgas Waspada Investasi, Apa Sih yang Ditawarkan Talk Fusion?


Penurunan suku bunga ini, kata Wimboh, adalah hal yang tidak bisa dihindari agar Indonesia menjadi negara yang kompetitif ke depannya.

&quot;Suku bunga itu harus murah, kalau engggk orang pinjam lebih banyak ke luar negeri. Dengan bunga 3%-4% paling mahal 6%. Di Indonesia di atas 13%-15% kalau bagus-bagus itu&amp;nbsp; betul 9%.Implikasinya orang punya deposito pendapatannya rendah, kalau rendah tergiur informasi investasi yang pendapatan yang tidak umum,&quot; paparnya.

Dia juga meminta masyarakat untuk memahami produk investasi sebelum memutuskan menaruh dananya.

&quot;Tapi karena masyarakat ini tidak paham, risikonya apa, ini resmi atau tidak lembaga yang menawarkannya, produknya ter-registrasi atau tidak. Awalnya untung, terus pemiliknya hilang dan kabur, mereka langsung katakan bangkrut. Masyarakat tentu dirugikan,&quot; tukasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
