<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>   Gawat! Ikan Dori Beracun dari Luar Negeri Beredar di Ritel   </title><description>Terbukti ikan Dori baik lokal maupun impor yang ditemukan tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/09/320/1791718/gawat-ikan-dori-beracun-dari-luar-negeri-beredar-di-ritel</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/09/320/1791718/gawat-ikan-dori-beracun-dari-luar-negeri-beredar-di-ritel"/><item><title>   Gawat! Ikan Dori Beracun dari Luar Negeri Beredar di Ritel   </title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/09/320/1791718/gawat-ikan-dori-beracun-dari-luar-negeri-beredar-di-ritel</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/09/320/1791718/gawat-ikan-dori-beracun-dari-luar-negeri-beredar-di-ritel</guid><pubDate>Senin 09 Oktober 2017 14:09 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/09/320/1791718/gawat-ikan-dori-beracun-dari-luar-negeri-beredar-di-ritel-FItpEy5lvD.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Ikan Dori. (Foto: Shutterstock)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/09/320/1791718/gawat-ikan-dori-beracun-dari-luar-negeri-beredar-di-ritel-FItpEy5lvD.jpg</image><title>Ilustrasi Ikan Dori. (Foto: Shutterstock)</title></images><description>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, serta Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menggagalkan penyelundupan ikan dan bahan destructive fishing (bom ikan).
Mereka memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada peredaran ikan Dori yang diduga berasal dari luar negeri. Ketika menindaklanjuti informasi tersebut dengan menggelar operasi, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan BARESKRIM Polri pada tanggal 26-28 April 2017, menemukan fillet Dori yang diduga berasal dari luar negeri yang tersebar di beberapa ritel di Jakarta.
&quot;Fillet ikan dori tersebut mengandung tripolyphosphate yang melebihi ambang batas dan dapat membahayakan kesehatan konsumen,&quot; kata Wakil Ketua Satgas 115, Yunus Husein di Kantor KKP Jakarta, Senin (9/10/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mantap! Menteri Susi, Bareskrim dan Kemenkeu Gagalkan Penyeludupan Bahan Bom Ikan
Setelah diuji pada laboratorium terhadap 3 sampel Dori yang dilakukan bersama Laboratorium BUSKIPM bulan September 2017, data yang diperoleh menunjukkan kemiripan DNA dengan yang dimiliki Laboratorium BUSKIPM. &quot;Diperoleh data bahwa terdapat kemiripan DNA 98-100% dibandingkan dengan sequensing (urutan DNA) ikan dori impor yang dimiliki Laboratorium BUSKIPM,&quot; jelasnya.
Berdasarkan Laporan Hasil Uji (LHU) laboratorium sebagaimana dugaan sebelumnya, memang terbukti ikan Dori baik lokal maupun impor yang ditemukan tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia lantaran kandungan di dalamnya ada zat-zat yang tidak ramah bagi manusia jika dikonsumsi berlebihan.
&quot;Hasil operasi bersama yang diterbitkan Oleh Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech parameter tripolyphosphate menunjukan nilai 7.423.18 ppm dan 8.251.26 ppm, sedangkan batas maksimum pada ikan dan produk perikanan adalah 2.000 mg per kg,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Terkuak! Laut di Indonesia Dipenuhi Kapal Asing Sebelum Ada Asas Cabotage
Belakangan ini pula, lanjut dia, Amerika dan jaringan supermarket di Eropa mulai memperketat masuknya ikan patin dari Vietnam karena faktor terkait di atas. Menurut dia hal itu bisa pula dimanfaatkan oleh Indonesia.
&quot;Sehingga memberikan peluang bagi patin Indonesia untuk berjaya di negerinya sendiri dan membuka ekspor untuk mengisi kekosongan pasar di USA dan Uni Eropa tersebut. Pengembangan kasus dalam tahap penyidikan,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Kepolisian, Kementerian Keuangan, Kementerian Perhubungan, serta Angkasa Pura I dan Angkasa Pura II menggagalkan penyelundupan ikan dan bahan destructive fishing (bom ikan).
Mereka memperoleh informasi dari masyarakat bahwa ada peredaran ikan Dori yang diduga berasal dari luar negeri. Ketika menindaklanjuti informasi tersebut dengan menggelar operasi, KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) dan BARESKRIM Polri pada tanggal 26-28 April 2017, menemukan fillet Dori yang diduga berasal dari luar negeri yang tersebar di beberapa ritel di Jakarta.
&quot;Fillet ikan dori tersebut mengandung tripolyphosphate yang melebihi ambang batas dan dapat membahayakan kesehatan konsumen,&quot; kata Wakil Ketua Satgas 115, Yunus Husein di Kantor KKP Jakarta, Senin (9/10/2017).
Baca Juga:&amp;nbsp;Mantap! Menteri Susi, Bareskrim dan Kemenkeu Gagalkan Penyeludupan Bahan Bom Ikan
Setelah diuji pada laboratorium terhadap 3 sampel Dori yang dilakukan bersama Laboratorium BUSKIPM bulan September 2017, data yang diperoleh menunjukkan kemiripan DNA dengan yang dimiliki Laboratorium BUSKIPM. &quot;Diperoleh data bahwa terdapat kemiripan DNA 98-100% dibandingkan dengan sequensing (urutan DNA) ikan dori impor yang dimiliki Laboratorium BUSKIPM,&quot; jelasnya.
Berdasarkan Laporan Hasil Uji (LHU) laboratorium sebagaimana dugaan sebelumnya, memang terbukti ikan Dori baik lokal maupun impor yang ditemukan tidak aman untuk dikonsumsi oleh manusia lantaran kandungan di dalamnya ada zat-zat yang tidak ramah bagi manusia jika dikonsumsi berlebihan.
&quot;Hasil operasi bersama yang diterbitkan Oleh Laboratorium PT Saraswanti Indo Genetech parameter tripolyphosphate menunjukan nilai 7.423.18 ppm dan 8.251.26 ppm, sedangkan batas maksimum pada ikan dan produk perikanan adalah 2.000 mg per kg,&quot; ujarnya.
Baca Juga:&amp;nbsp;Terkuak! Laut di Indonesia Dipenuhi Kapal Asing Sebelum Ada Asas Cabotage
Belakangan ini pula, lanjut dia, Amerika dan jaringan supermarket di Eropa mulai memperketat masuknya ikan patin dari Vietnam karena faktor terkait di atas. Menurut dia hal itu bisa pula dimanfaatkan oleh Indonesia.
&quot;Sehingga memberikan peluang bagi patin Indonesia untuk berjaya di negerinya sendiri dan membuka ekspor untuk mengisi kekosongan pasar di USA dan Uni Eropa tersebut. Pengembangan kasus dalam tahap penyidikan,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
