<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Lewat Tol Udara, Harga Barang di Indonesia Timur Bisa Turun 20%</title><description>Kemenhub juga mendorong program tol  udara alias aktivitas logistik menggunakan pesawat untuk menjangkau  wilayah terpinggir.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792525/lewat-tol-udara-harga-barang-di-indonesia-timur-bisa-turun-20</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792525/lewat-tol-udara-harga-barang-di-indonesia-timur-bisa-turun-20"/><item><title>Lewat Tol Udara, Harga Barang di Indonesia Timur Bisa Turun 20%</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792525/lewat-tol-udara-harga-barang-di-indonesia-timur-bisa-turun-20</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792525/lewat-tol-udara-harga-barang-di-indonesia-timur-bisa-turun-20</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 14:03 WIB</pubDate><dc:creator>Trio Hamdani</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/320/1792525/lewat-tol-udara-harga-barang-di-indonesia-timur-bisa-turun-20-a8XNT4yCCg.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi Bandara. (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/320/1792525/lewat-tol-udara-harga-barang-di-indonesia-timur-bisa-turun-20-a8XNT4yCCg.jpg</image><title>Ilustrasi Bandara. (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah berupaya menurunkan harga barang di wilayah timur Indonesia agar tidak terjadi disparitas (perbedaan) yang terlalu mencolok dengan wilayah lainnya semisal Pulau Jawa.

Program yang sudah diimplementasikan untuk mengatasi persoalan disparitas harga adalah tol laut atau kegiatan logistik ke wilayah timur dengan mengandalkan akses laut. Kemudian pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga mendorong program tol udara alias aktivitas logistik menggunakan pesawat untuk menjangkau wilayah terpinggir.

&quot;Dalam catatan kita memang penurunan (harga) yang terjadi kira-kira 20%-40%. Tapi saya lebih seneng katakan konservatif 20% saja dan yang pasti bahwasanya kehadiran tol laut dan udara adalah memastikan dan mengendalikan harga-harga di kejauhan itu tetap stabil,&quot; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam diskusi di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Baca Juga: Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong

Menhub mengatakan, pemerintah bercita-cita untuk terus menciptakan harga barang yang kian terjangkau buat masyarakat khususnya di timur seperti Papua, walaupun tantangannya adalah biaya logistik yang masih cenderung tinggi.

&quot;Untuk kita bisa capai 20% sudah bagus dan yang penting bagi temen-temen katakanlah membangun di Saumlaki (Maluku) dan sebagainya, dia ada kepastian semen selalu ada sehingga tidak tertunda dan sebagainya. Harga dengan lebih murah 20% sudah cukup baik,&quot; lanjutnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!

Menhub menambahkan, agar program untuk mengatasi disparitas harga bisa berjalan sesuai yang diharapkan maka perlu kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda).

&quot;Kita juga tahu bahwa pembangunan-pembangunanvitu sedang bergulir di Indonesia timur dan sementara kita ada tol laut, tol udara dan sebagainya. Oleh karenanya untuk selanjutnya dibutuhkan suatu kolaborasi dengan Pemda agar ini bisa terjadi dengan baik,&quot; tandasnya.</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah berupaya menurunkan harga barang di wilayah timur Indonesia agar tidak terjadi disparitas (perbedaan) yang terlalu mencolok dengan wilayah lainnya semisal Pulau Jawa.

Program yang sudah diimplementasikan untuk mengatasi persoalan disparitas harga adalah tol laut atau kegiatan logistik ke wilayah timur dengan mengandalkan akses laut. Kemudian pemerintah melalui Kementerian Perhubungan juga mendorong program tol udara alias aktivitas logistik menggunakan pesawat untuk menjangkau wilayah terpinggir.

&quot;Dalam catatan kita memang penurunan (harga) yang terjadi kira-kira 20%-40%. Tapi saya lebih seneng katakan konservatif 20% saja dan yang pasti bahwasanya kehadiran tol laut dan udara adalah memastikan dan mengendalikan harga-harga di kejauhan itu tetap stabil,&quot; kata Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi dalam diskusi di Jakarta, Selasa (10/10/2017).

Baca Juga: Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong

Menhub mengatakan, pemerintah bercita-cita untuk terus menciptakan harga barang yang kian terjangkau buat masyarakat khususnya di timur seperti Papua, walaupun tantangannya adalah biaya logistik yang masih cenderung tinggi.

&quot;Untuk kita bisa capai 20% sudah bagus dan yang penting bagi temen-temen katakanlah membangun di Saumlaki (Maluku) dan sebagainya, dia ada kepastian semen selalu ada sehingga tidak tertunda dan sebagainya. Harga dengan lebih murah 20% sudah cukup baik,&quot; lanjutnya.

Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!

Menhub menambahkan, agar program untuk mengatasi disparitas harga bisa berjalan sesuai yang diharapkan maka perlu kerjasama yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah (Pemda).

&quot;Kita juga tahu bahwa pembangunan-pembangunanvitu sedang bergulir di Indonesia timur dan sementara kita ada tol laut, tol udara dan sebagainya. Oleh karenanya untuk selanjutnya dibutuhkan suatu kolaborasi dengan Pemda agar ini bisa terjadi dengan baik,&quot; tandasnya.</content:encoded></item></channel></rss>
