<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0"><channel><title>Setelah Tol Laut, 12 Kota di Papua Jadi Pilot Project Jembatan Udara</title><description>Pemerintah mulai melaksanakan program jembatan udara. Sementara, saat ini fokus pemerintah di 12 kota di Provinsi Papua.</description><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792685/setelah-tol-laut-12-kota-di-papua-jadi-pilot-project-jembatan-udara</link><language>id</language><atom:link type="application/rss+xml" rel="self" href="https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792685/setelah-tol-laut-12-kota-di-papua-jadi-pilot-project-jembatan-udara"/><item><title>Setelah Tol Laut, 12 Kota di Papua Jadi Pilot Project Jembatan Udara</title><link>https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792685/setelah-tol-laut-12-kota-di-papua-jadi-pilot-project-jembatan-udara</link><guid isPermaLink="false">https://economy.okezone.com/read/2017/10/10/320/1792685/setelah-tol-laut-12-kota-di-papua-jadi-pilot-project-jembatan-udara</guid><pubDate>Selasa 10 Oktober 2017 17:13 WIB</pubDate><dc:creator>Agregasi Sindonews.com</dc:creator><media:content url="https://img.okezone.com/content/2017/10/10/320/1792685/setelah-tol-laut-12-kota-di-papua-jadi-pilot-project-jembatan-udara-lXyi2tZJrM.jpg" expression="full" type="image/jpeg">Ilustrasi: (Foto: Okezone)</media:content><images><thumb></thumb><image>https://img.okezone.com/content/2017/10/10/320/1792685/setelah-tol-laut-12-kota-di-papua-jadi-pilot-project-jembatan-udara-lXyi2tZJrM.jpg</image><title>Ilustrasi: (Foto: Okezone)</title></images><description>JAKARTA - Pemerintah mulai melaksanakan program jembatan udara sejak dua bulan lalu. Sementara, saat ini fokus pemerintah di 12 kota di Provinsi Papua.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa tahun ini program jembatan udara fokus di Papua. Tepatnya di 12 kota-kota terpencil di perbukitan Papua, karena program tersebut sebagai proyek percontohan nasional.

&quot;Saya tidak hafal kota-kotanya. Hanya memang ada 12 kota di Papua yang kita jadikan pilot project untuk program jembatan udara,&quot; ungkapnya usai jadi keynote speaker di Hotel Red Top Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Baca Juga: Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong
Dia menyebutkan, program jembatan udara ini agar industri logistik menjadi lebih baik. &quot;Secara konsep kita memang membuat ini trade follow the flight atau trade follow the ship. Yang mana saudara kita di timur memiliki keterbatasan jangkauan, dapat menikmati pasokan logistik dengan harga yang wajar. Hanya saja yang jadi kendala kita belum bisa mengisi flight atau ship balik ke Jakarta atau Surabaya,&quot; imbuhnya.

Lebih penting dari itu semua, lanjut Budi, dapat menurunkan disparitas antara Jawa dengan Papua. Saat ini, dalam catatan kementerian memang ada penurunan kira-kira 20% sampai 40%.

&quot;Tapi saya lebih seneng katakan konservatif 20% saja dan yang pasti bahwasanya kehadiran tol laut dan jembatan udara adalah memastikan dan mengendalikan harga-harga di kejauhan itu tetap stabil,&quot; tambah dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!
Bahkan, masih kata Budi, harga barang-barang utama dapat dijangkau dengan harga yang lebih murah lagi. Memang cost logistik-nya tinggi sekali, khususnya untuk cost transportasinya. Namun, bisa capai 20% sudah bagus.
</description><content:encoded>JAKARTA - Pemerintah mulai melaksanakan program jembatan udara sejak dua bulan lalu. Sementara, saat ini fokus pemerintah di 12 kota di Provinsi Papua.

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menegaskan bahwa tahun ini program jembatan udara fokus di Papua. Tepatnya di 12 kota-kota terpencil di perbukitan Papua, karena program tersebut sebagai proyek percontohan nasional.

&quot;Saya tidak hafal kota-kotanya. Hanya memang ada 12 kota di Papua yang kita jadikan pilot project untuk program jembatan udara,&quot; ungkapnya usai jadi keynote speaker di Hotel Red Top Jakarta, Selasa (10/10/2017).
Baca Juga: Masalah Program Tol Udara: Berangkat Bawa Barang, Pulang Kosong
Dia menyebutkan, program jembatan udara ini agar industri logistik menjadi lebih baik. &quot;Secara konsep kita memang membuat ini trade follow the flight atau trade follow the ship. Yang mana saudara kita di timur memiliki keterbatasan jangkauan, dapat menikmati pasokan logistik dengan harga yang wajar. Hanya saja yang jadi kendala kita belum bisa mengisi flight atau ship balik ke Jakarta atau Surabaya,&quot; imbuhnya.

Lebih penting dari itu semua, lanjut Budi, dapat menurunkan disparitas antara Jawa dengan Papua. Saat ini, dalam catatan kementerian memang ada penurunan kira-kira 20% sampai 40%.

&quot;Tapi saya lebih seneng katakan konservatif 20% saja dan yang pasti bahwasanya kehadiran tol laut dan jembatan udara adalah memastikan dan mengendalikan harga-harga di kejauhan itu tetap stabil,&quot; tambah dia.
Baca Juga:&amp;nbsp;Harga Turun Berkat Tol Laut, Menhub Budi Ingatkan Komoditas Kawasan Timur Harus Dikembangkan!
Bahkan, masih kata Budi, harga barang-barang utama dapat dijangkau dengan harga yang lebih murah lagi. Memang cost logistik-nya tinggi sekali, khususnya untuk cost transportasinya. Namun, bisa capai 20% sudah bagus.
</content:encoded></item></channel></rss>
